Pencarian Korban Banjir dan Longsor Dihentikan


Senin,13 Maret 2017 - 08:57:47 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Pencarian Korban Banjir dan Longsor Dihentikan

LIMAPULUH KOTA, HALUAN --- Satuan Tugas (Satgas) Bencana BNPB dan Pemkab Limapuluh Kota telah memutuskan untuk menghentikan  pencarian korban pasca bencana longsor dan banjir. Secara keseluruhan, penanganan penanggulangan darurat bencana dinilai cukup baik. Kerugian dampak banjir terbesar dialami Kecamatan Pangkalan dan Kapur IX.

Bupati Kabupaten Limapuluh Kota, Irfendi Arbi bersama Komandan Satgas Bencana, AKBP Bagus Soeropratomo, dalam jumpa pers, Minggu kemarin mengatakan, selama musibah banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh Kota, mengakibatkan 8 orang meninggal dunia dan 3 orang luka berat. Sedangkan, estimasi kerugian mencapai Rp252 miliar lebih.

“Kita sekarang sudah menghentikan pencarian jenazah di lokasi bencana alam longsor di Koto alam, sekarang fokus menyelesaikan tanggap darurat yang akan berakhir 16 Maret 2017, “ ujar Bagus.

Lebih jauh dijelaskannya, estimasi kerugian terdiri dari sarana prasarana di bidang pendidikan senilai  Rp8.45 miliar, bidang Pertanian Rp9.72 m, Pekerjaan Umum Rp226.70 m, Perikanan Rp4.82 m, Kesehatan Rp2.34 m, dan bidang perdagangan senilai Rp875 juta. Terdapat 31 sekolah rusak cukup berat, kerusakan diantaranya mobiler, buku-buku, alat tulis, alat peraga, dan alat kantor lainnya serta penunjang sekolah. Sedangkan untuk bangunan sekolah hanya mengalami kerusakan ringan. 

Untuk sekolah Taman kanak-kanak (TK) 14 unit, tingkat kerusakan mencapai Rp1,7 miliar lebih, Sekolah Dasar 11 unit kerugian Rp3,03 miliar lebih, SLTP 4 unit Rp456,2 juta lebih, SLTA 3 unit Rp672 juta, total seluruhnya 31 sekolah, dengan kerugian mencapai Rp5,5 miliar lebih. Sedangkan kerugian penunjang sekolah mencapai 10.870 paket buku sekolah.

Pada kesempatan itu, Satgas juga melaporkan hasil pendataan 3.482 rumah yang diajukan sebagai penerima cash for work yakni skema bantuan keuangan dari BNPB untuk rumah terkena banjir,  dengan nilai Rp 50  ribu per hari selama 10 hari.

Sementara itu, kerugian dibidang kesehatan mencapai Rp2,3 miliar.  Di bidang Pertanian, kerusakan diantaranya, lahan pertanian dan perkebunan warga, di antaranya kerusakan sawah 142,9 hektare, kebun jagung 6,35 hektar, kebun cabe 19,25 hektar, bawang merah 1 hektare, karet 46,5 hektare, sawit 8 hektare, gambir 117,8 hektare, kakao 2 ha, dan sawah hilang 0,1 hektare, begitupun sawah tertimbun longsor 10 hektare.

Di bidang pekerjaan umum, terjadi kerusakan jalan, rumah, irigasi dan jembatan, di antaranya kerusakan jalan terdapat di 64 titik, yakni Kecamatan Bukit Barisan 7 titik, kecamatan Pangkalan 38 titik, Kecamatan Mungka 2 titik, dan Kecamatan Kapur IX 17 titik. Sedangkan, rumah yang rusak parah 2 unit dan rusak sedang 50 unit. Kerusakan jembatan terjadi di Km 17, Km 19 dan Km 84 pada ruas jalan Sumbar-Riau.

Direktur BNPB Pusat, Eko Budiman menyampaikan, keseriusan dan perhatian pemkab Limapuluh Kota, dalam melakukan tanggap darurat penanggulan bencana banjir dan longsor, mendapat apresiasi dari BNPB. Mudah-mudahan bencana ini dapat menjadi pelajaran dan acuan bagi pemerintah daerah untuk lebih baik lagi dalam penanggulannya.

"Kita menilai secara keseluruhan penanganan bencana yang dilakukan Kabupaten Limapuluh Kota, sudah berjalan dengan baik, cepat dan tanggap" ujar Eko Budiman ketika menggelar jumpa pers di aula eks kantor Bupati, Minggu kemarin. (h/zkf)

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM