Penanganan Bencana Pangkalan 'Bagaleboh', BNPB Ancam Tarik Personel


Jumat,10 Maret 2017 - 12:21:12 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Penanganan Bencana Pangkalan 'Bagaleboh',  BNPB Ancam Tarik Personel Tim gabungan melakukan evakuasi terhadap korban yang tertimbun longsor di Kabupaten Limapuluh Kota. FOTO @POLRES 50 KOTA

PENANGANAN BENCANA PANGKALAN BAGALEBOH

 

BNPB Ancam Tarik Personel

 

“Pemkab Limapuluh Kota harus segera menyelesaikan seluruh administrasi yang diminta oleh BNPB. Jika belum, kami tidak bisa membantu dan akan menarik seluruh fasilitas dan personil BNPB ke JakartaBudi Erwanto.

 

“Memang belum selesai. Tapi, hari ini semuanya akan diselesaikan. Kemarin, kita fokus ke penanganan dan memastikan bantuan tersalurkan merata” Irfendi, Bupati Limapuluh Kota

 

PAYAKUMBUH, HALUAN – Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) meradang. Sikap jajaran Pemkab Limapuluh Kota yang tak juga menyelesaikan administrasi, menjadi pemicu marahnya lembaga penanganan bencana itu. Tak tanggung-tanggung, BNPB mengancam akan menarik seluruh personel dari lokasi bencana di Pangkalan Koto Baru dan Kapur IX ke Jakarta.

 

Bantuan yang sudah disalurkan, termasuk dua helikopter juga direncanakan akan ditarik, jika proses administrasi tidak juga diselesaikan dalam waktu yang ditentukan. Sebab, tanpa kejelasan administrasi, BNPB juga tidak akan bisa berbuat banyak, termasuk menyalurkan untuk warga yang ditimpa musibah.

 

“Pemkab Limapuluh Kota harus segera menyelesaikan seluruh administrasi yang diminta oleh BNPB. Jika belum, kami tidak bisa membantu dan akan menarik seluruh fasilitas dan personil BNPB ke Jakarta. Ini tidak main-main. Seluruhnya mesti diselesaikan,” tegas Kasubdit Penanganan Darurat Bencana BNPB, Budi Erwanto.

 

Dijelaskan Budi, amburadulnya manajemen administrasi kebencanaan di Limapuluh Kota, menghambat kinerja BNPB. Apalagi, sekarang masa tanggap darurat juga diperpanjang. “Boleh-boleh saja memperpanjang masa tanggap darurat, tapi kami minta diselesaikan administrasinya dulu. Percuma BNPB di sini, kalau administrasi tak tuntas,” papar Budi Erwanto.

 

Budi yang merupakan mantan Kepala BPBD Damkar Padang menyebutkan, sejak personel BPBD berada di Kabupaten Limapuluh Kota, belum ada satupun administrasi seperti permohonan yang diminta BNPB diselesaikan Pemkab Limapuluh Kota.

 

“Kami juga bingung bagaimana membuat laporan pertanggungjawabannya nanti. Jika tetap tidak selesai sampai besok (hari ini-red), kami akan menarik seluruh personel dan fasilitas BNPB dari Kabupaten Limapuluh Kota dan kembali ke Jakarta,” tegas Budi.

 

Ditambahkan Budi, dengan tersendatnya administrasi, bantuan berupa uang Rp50 ribu setiap rumah dan bantuan lainnya tidak bisa disalurkan. Padahal, di Jakarta BNPB sudah siap mendistribusikan bantuan kepada Pemkab dan Satgas.

 

“Kami sudah mempersiapkan segala hal keperluan untuk bencana alam. Baik saat tanggap darurat selama tujuh hari pertama ini maupun perpanjangan sekarang. Termasuk bantuan Rp50 ribu setiap rumah selama sepuluh hari,” ungkap mantan Kasat Pol PP Padang itu.

 

Berkemungkinan, juga proses administrasi tidak juga siap, helikopter juga akan ditarik ke Jakarta. Padahal, keberadaan helikopter sangat penting dalam pendistribusian bantuan.

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM