Kadin Sumbar Bak Anak Ayam Kehilangan Induk


Jumat,10 Maret 2017 - 09:32:49 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Kadin Sumbar Bak Anak Ayam Kehilangan Induk Saat musprov Kadin Sumbar tahun lalu yang berakhir deadlock

PADANG, HALUAN—Wakil Pimpinan Caretaker Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar, Budi Syukur, mengatakan, hingga saat ini belum ada pemberitahuan dari pusat soal pemilihan ketua Kadin Sumbar. Seharusnya, musyawarah provinsi dilaksanakan pada 28 Februari.

“Ada beberapa kendala yang membuat belum terlaksananya pemilihan ketua. Itu yang akan kita musyawarahkan yang seharusnya pada akhir Februari kemarin. Jadwal tersebut sebelumnya juga sudah diundur selama tiga bulan dari Desember 2016,” ujar Budi di Padang, Kamis (9/3).

Ia menlaskan, kendala yang terjadi sebenarnya ada beberapa aturan dalam pasal bagi calon ketua yang ditolak. Penolakan tersebut yang membuat kondisi menjadi panas sehingga pembentukan kepengurusan diundur. Hingga saat ini belum ada kabar dari pusat.

“Di antara kendalanya yang terdapat dalam pasal 26 ayat 1, yaitu calon ketua sebelumnya pernah menjabat sebagai ketua tiga kali berturut-turut, kemudian, calon juga harus membayar kontribusi sebesar Rp150 juta kepada panitia, serta beberapa hal yang sebagian calon keberatan. Itulah yang menjadi penghalangnya,” tutur Budi.

Menurutnya, pasal yang sudah ada dalam aturan tersebut seharusnya dipatuhi dan untuk diikuti. Namun, pada kenyataannya tidak dipatuhi dan menjadi kendala bagi para calon.

“Hal ini seharusnya tidak diperdebatkan dan untuk dipatuhi. Karena itu, pemilihan diundur tiga bulan, terhitung dari Desember 2016 ke Februari 2017. Namun, careteker hingga saat ini belum datang ke Sumbar untuk membahas kelanjutan musyawarah provinsi. Kita masih menunggu dan terus mendesak namun belum ada kabar,” ucap Budi.

Akibat belum terpilihnya pengurus Kadin Sumbar, kata Budi, dunia usaha merasa dirugikan karena sudah hampir setahun kadin Sumbar dipimpin oleh caretaker.

“Kita seperti anak ayam yang kehilangan induk,” katanya.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Ronny P Sasmita, menyayangkan tidak adanya ketua Kadin Sumbar hingga saat ini karena hal itu berdampak kepada pergerakan ekonomi pelaku usaha yang tergabung di dalam Kadin yang menjadi tak terkoordinasi.

“Dampaknya keluar, Pemerintah Provinsi akan kehilangan pegangan secara organisasi Kadin. Tokoh mana yang otoritatif dipegang saat pemprov ingin menjalin kerja sama yang erat dengan Kadin, terutama soal pengendalian inflasi daerah, misalnya. Jika pemerintah ingin mengajak anggota Kadin yang bergerak dibidang suplai bahan pokok, maka akan sulit untuk melakukan kerja sama atau melakukan perjanjian jika pengurus kadin tidak terbentuk,” tutur analis ekonomi dari Eksekutif  Economic Action (ECONACT) Indonesia itu saat dihubungi Haluan.

Ia menyarankan, sebaiknya Kadin Sumbar ada pengurus agar koordinasi antarpelaku bisnis di Sumbar bisa lebih baik. Pemerintah daerah pun akan lebih mudah untuk berkoordinasi terkait kebijakan-kebijakan ekonomi lokal, terutama yang membutuhkan dukungan dari para pengusaha di Kadin Sumbar. 

“Semoga segera terbentuk, agar kerja sama antara pemerintah provinsi dan para pengusaha bisa lebih mudah dilakukan,” harapnya. (h/win)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin,28 November 2016 - 00:46:50 WIB

    Musprov, Kadin Sumbar Pilih Ketua

    PADANG, HALUAN — Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, dijadwalkan membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Kadin Sumbar di Hotel Pangeran Beach, Senin (28/11)..
  • Jumat,27 Mei 2016 - 04:13:55 WIB

    Kadin Siapkan Konsolidasi Organisasi

    Kadin Siapkan Konsolidasi Organisasi PADANG, HALUAN — Pe­ngu­rus Sementara (Care­taker) Kadin Sumbar yang dipimpin ketuanya, Rakh­mat Junaidi, mengapresiasi dukungan gubernur terkait langkah yang akan dila­kukan pihaknya untuk me­lakukan pembenahan ke­o.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM