Perhatikan Penghitungan Bunga KPR Berikut Sebelum Anda Ajukan KPR Jangka Panjang


Selasa,04 April 2017 - 09:01:14 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Perhatikan Penghitungan Bunga KPR Berikut Sebelum Anda Ajukan KPR Jangka Panjang

Salah satu kriteria KPR yang banyak diincar adalah cicilan bulanan yang ringan, tidak memberatkan keuangan kita. Produk KPR yang banyak dikeluarkan pihak bank seringkali mengunakan bunga flat yang nilai rate bunganya selalu sama sehingga cicilan KPR yang mesti kita bayarkan setiap bulannya juga sama.

Meskipun demikian, setelah beberapa waktu sekitar dua hingga tiga tahun, bunga KPR biasanya akan menjadi bunga mengambang yang suku bunganya mengikuti bunga pasar. Ketika perubahan suku bunga flat menjadi suku bunga mengambang inilah pembayaran cicilan KPR akan terasa naik dengan nominal yang lumayan.

Meski di awal perjanjian, pihak bank sudah menjelaskan akan adanya kenaikan cicilan, namun ketika cicilan benar-benar naik, banyak pula nasabah yang merasa kaget akan kenaikan cicilan yang mesti dibayarkan.

Jika Anda masih dalam tahap mempertimbangkan untuk mengajukan KPR dalam tempo jangka panjang, berikut adalah pertimbangan dari pakar kredit rumah di cermati.com sebagai berikut ini :

1. Ketentuan suku bunga pinjaman KPR

Kebanyakan KPR biasanya menerapkan bunga flat/ bunga tetap selama beberapa tahun (biasanya sekitar 2 hingga 3 tahun). Setelah jangka waktu tersebut, bunga KPR akan berubah menjadi bunga floating/mengambang yang mengikuti bunga pasar.

Memang suku bunga flat akan memberikan nilai bunga yang lebih rendah dibanding bunga mengambang. Gambarannya seperti adanya pemberian subsidi KPR dari pihak bank sehingga dapat menekan suku bunga hingga bunga yang diberikan kepada nasabah menjadi lebih rendah dan cicilan KPR juga menjadi ringan.

Setelah masuk ke waktu cicilan KPR menerapkan bunga mengambang, subsidi dari pihak bank terasa ikut menghilang. Bunga mengambang mengikuti besarnya bunga yang berlaku di pasaran. Dan tentu saja cicilan KPR ikut naik pula. Produk jenis ini yang menawarkan bunga floating yang cukup bersahabat misalnya adalah KPR Bank BTN dari BTN atau KPR Bank Mandiri dari Bank Mandiri.

Bunga mengambang yang mengikuti bunga pasaran menyebabkan naik turunnya cicilan berdasarkan naik turunnya bunga pasaran. Jika tidak ada perubahan suku bunga pasaran dalam beberapa waktu maka cicilan juga tidak ada perubaan juga.

Yang perlu anda perhatikan adalah pergerakan BI rate. Apabila ada perubahan di Bi Rate baik itu naik atau turun, beberapa saat pasti akan terjadi perubahan rate suku bunga mengambang.

Jelas bukan, jika penyebab kenaikan KPR paling utama adalah perubahan ketentuan bunga KPR dari bunga flat menjadi bunga mengambang.

2. Ketentuan besarnya bunga mengambang

Besarnya bunga mengambang ditentukan oleh kebijakan masing-mmasing bank. Salah satu hal yang menentukan pergerakan naik turunnya bunga mengambang adalah besarnya bunga pasar. Jika bunga pasar mengalami kenaikan maka bunga mengambang akan naik pula.

Komponen lain yang menentukan besarnya bunga mengambang adalah bunga bank, dimana penentuan bunga bank juga tergantung pada kebijakan bank.

3. Pinjaman KPR yang memiliki ketentuan bunga mengambang

Ada pula produk pinjamana KPR yang memiliki ketentuan memberlakukan bunga mengambang dari awal pinjaman hingga akir pelunasan cicilan. Produk pinjaman KPR semacam ini tidak akan memberlakukan bunga tetap sama sekali.

Mungkin kita akan dibuat bingung dengan ketentuan ini. Pasalnya KPR dengan bunga tetap dirasa akan membuat cicilan menjadi lebih ringan. Akan tetapi, KPR yang dari awal langsung menerapkan bunga mengambang akan memiliki perhitungan yang berbeda dari KPR yang menerapkan bunga mengambang setelah masa bunga tetap berakir.

Perhitungan bunga mengambang dihitung dari BI Rate yang akan ditambahkan beberapa persen sesuai dengan kebijakan bank. Contohnya saja salah satu Bank A memiliki ketentuan bunga mengambang senilai BI Rate + 3,25%. Maka jika besarnya BI Rate 7,5%, akan didapat nilai bunga mengambang 7,5% + 3,25% = 10,75%.

Besarnya KPR yang memiliki ketentuan bunga mengambang dari awal peminjaman akan menyebabkan nilai bunga yang ditetapkan bank menjadi lebih transparan. Nasabah sudah tahu pasti bagaimana skema perhitungan bunga mengambang ini. Anda bisa jadikan KPR CIMB Niaga sebagai pilihan Anda jika memang bunga floating yang Anda incar tidak terlalu memberatkan dalam jangka panjang.

4. Besarnya cicilan KPR yang memberlakukan bunga mengambang dari awal

Jika dibandingkan dengan besarnya cicilan yang menerapkan bunga tetap di awal, tentu saja cicilan KPR yang langsung menetapkan bunga mengambang akan lebih mahal. Tetapi ketika KPR biasa telah habis masa bunga tetap dan berubah menjadi bunga mengambang, maka cicilan akan menjadi lebih mahal. Terlebih jika nasabah mengambil KPR dalam tempo waktu yang lama.

Tentu saja KPR yang memberlakukan bunga mengambang dari awal akan lebih ringan cicilannya karena bunga mengambang yang lebih rendah dari bunga mengambang setelah bunga tetap berakir, akan dipakai selama masa cicilan KPR hingga pelunasan dilakukan.

Dari penjabaran diatas, jelaslah bahwa KPR yang memberlakukan bunga mengambang dari awal dapat Anda pilih sebagai alternatif KPR yang akan mengalami kenaikan ketika bunga tetap habis masa berlakunya.


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM