Jangan Sampai Maninjau Ditinggal Wisatawan


Selasa,28 Februari 2017 - 10:34:45 WIB
Jangan Sampai Maninjau Ditinggal Wisatawan

PADANG, HALUAN – Pengamat Pariwisata, dari Universitas Andalas (Unand), Sari Lenggogeni, menilai Pemerintah Kabupaten Agam harus kreatif memanfaatkan situasi Danau Maninjau saat ini agar tetap dikunjungi wisatawan mancanegara.  Ia menilai Danau Maninjau masih memiliki daya tarik wisata.

“Jangan sampai dengan kondisi saat ini, Danau Maninjau malah semakin ditinggalkan oleh wisatawan. Kuncinya hanya ada pada pemerintah daerahnya,” kata Sari kepada Haluan Minggu (26/2) lalu di Padang.

Maninjau, cerita Sari daya tariknya dahulu bukan hanya terletak pada keindahan lanscape danaunya dan iklimnya yang sejuk, akan tetapi pada budaya masyarakat sekitar danau sehari-hari. “Seperti masyarakat yang biasa mandi pakai sarung ke danau, mencari pensi, dan juga kehidupan lain di sekitar danau. Ini yang waktu itu menjadi daya tarik wisatawan asing ke Maninjau waktu itu,” ungkapnya.

Hanya saja ketika hal ini tidak bisa lagi dilakukan karena Danau Maninjau tercemar, maka Pemerintah Kabupaten Agam sudah harus memanfaatkan pilihan kedua tanpa harus meninggal kemolekan Danau Maninjau.

“Misalnya, dengan berpikir membuka wisata edukasi. Kenapa banyak ikan mati, apakah benar karena keramba atau faktor lain? Ini yang harus dikemas pemerintah daerah. Pertanyaanya apakah Pemkab Agam bersungguh-sungguh atau tidak?” katanya.

Pemindahan objek tanpa harus meninggal Danau Maninjau ini akan dapat menjadi daya tarik lain agar wisatawan masih tetap mengenal Danau Maninjau. “Intinya ciptakan daya tarik lain, seperti memaksimalkan penggarapan Puncak Lawang. Karena ini akan kembali menghidupkan Danau Maninjau,” ucapnya.

Selain itu pemerintah juga diminta mengubah regulasi untuk mulai mengurangi Keramba Jaring Apung (KJA) kepada jumlah normal agar Danau Maninjau kembali normal. “Selama proses pembersihan ini, dialihkan dulu kepada destinasi lain tanpa meninggalkan Maninjau. Supaya ini bisa tetap jadi daya tarik,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Asrizal Asnan, menyebutkan, untuk menuntaskan masalah Danau Maninjau ke depan Pemprov Sumbar akan merancang zonasi bagi Danau Maninjau. Dimana nantinya akan ada zona budi daya dan zona pariwisata.

“Langkah ini tentu akan membuat Danau Maninjau semakin teratur dan bisa mengembalikan kejayaan Danau Maninjau seperti dulunya,” paparnya kepada Haluan beberapa waktu lalu di Padang.

Asrizal juga meminta agar Pemkab Agam juga harus tegas dalam penerapan Peraturan Daerah (Perda) tentang Danau Maninjau. “Karena kalau tidak tegas hasilnya akan sama saja,” katanya.

DLH meminta semua pihak terkait agar bersinergi dalam menuntaskan masalah Danau Maninjau. Karena Danau Maninjau merupakan termasuk salah satu danau priorotas pusat yang ada di Sumbar setelah Danau Singkarak.

“Keseriusan di sini tentunya dalam hal bertegas-tegas untuk tidak menambah KJA baru dan mengurangi KJA yang ada. Hanya ini cara untuk mengembalikan Danau Maninjau,” ungkapnya.

Bahkan, Pengamat Perikanan dan Kelautan, Universitas Bung Hatta (UBH), Prof. Hafrizal Syandri, memprediksi bahwa butuh 23 tahun untuk kembali menormalkan Danau Maninjau. Karena memang saat ini tidak ada ikan yang bisa hidup di Danau Maninjau akibat pencemaran air berat oleh terlalu banyaknya Keramba Jaring Apung (KJA).

“Gurami saja yang biasanya bertahan di air yang sedikit oksigennya di Danau Maninjau malah mati. Karena pencemaran air yang sudah sangat berat akibat pakan ikan yang ada di sana,” paparnya kepada Haluan Selasa (7/2), malam di Padang.

Menurutnya, apabila kondisi ini tetap dibiarkan maka Danau Maninjau akan bersiap menjadi danau mati. Dimana tidak ada satu pun organisme yang bisa hidup dan bahkan airnya pun tidak akan bisa dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari.

Sementara itu Bupati Agam Indra Catri mengatakan, Pemkab Agam sangat serius mengurus Maninjau. Pihaknya akan terus berupaya mengembalikan kondisi kawasan Maninjau agar lebih baik.

“Sejak awal menjabat sudah cukup banyak pihak yang mendesakan dilakukannya penyelamatan pada kawasan Danau Maninjau. Itu semua tentu tidak mudah,” terang Indra Catri.
Indra mengaku telah melakukan pembicaraan dengan banyak pihak terkait persoalan Maninjau. Baru baru ini juga ada pertemuan dengan Wakil Menteri ESDM DR. Arcandra Tahar. Pertemuan tersebut juga dalam upaya penyelamatan Maninjau ke depan.

“ Tidak sedikit  yang menekan saya agar melakukan langkah ekstrim dalam menyelamatkan Maninjau. Misalnya membabat habis  KJA.  Namun semua itu tidak mungkin dilakukan dalam waktu singkat, butuh tahapan perencanaan, dan persoalan ini juga harus dipersamakan tidak bisa Agam saja," katanya.
Dijelaskan, pemerintah sudah membuat sepuluh agenda dalam pembersihan Maninjau, seperti stop KJA baru, pembersihan danau, penyedotan sedimen, penguatan kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, sinkronisasi program atau kegiatan pengadaan sapras,  penguatan regulasi. Kemudian Catchment area sebagai agenda pertama, mengingat semakin rusaknya daerah tangkapan air di hulu hutan Danau Maninjau.
Menurutnya,  Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia pada tahun 2017 juga akan mengalokasikan dana Rp2 miliar dalam membantu penyelamatan Danau Maninjau. Anggaran ini dialokasikan pada Daftar Isian Pelaksana Anggaran (Dipa) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
"Dirjen KLHK Hilman turun langsung melihat kondisi Danau Maninjau langsung. Secara umum Pemkab Agam terus berupaya dalam menyelamatkan danau. Namun terlepas dari pada itu Agam tidak bisa sendiri. Dukungan masyarakat juga sangat menentukan dalam penyelamatan tersebut," ungkapnya. (h/isr/yat)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:38 WIB

    Di Pasaman, Potensi Peredaran Narkoba Masih Tinggi

    PASAMAN, HALUAN— Selama tahun 2014, Polres Pasaman ber­hasil menga­mankan barang bukti 47,787 kilogram ganja kering dan 24,28 gram sabu-sabu dengan total transaksi diperkirakan Rp200 juta.

    Kapo.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM