Tambang Koral di Nagari Aia Dingin, Jalan Tertutup Lumpur


Senin,27 Februari 2017 - 23:28:49 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Tambang Koral di Nagari Aia Dingin, Jalan Tertutup Lumpur Kondisi jalan yang berlumpur di Jorong Cubadak Kenagarian Air Dingin Kabupaten Solok, Senin (27/2). RINA

PADANG, HALUAN—Sejumlah warga Jorong Cubadak Kenagarian Air Dingin Kabupaten Solok mengeluhkan aktivitas tambang koral di daerahnya. Kegiatan itu dapat merugikan masyarakat.

 

Salah satunya yang disampaikan oleh Ninik Mamak Suku Tanjung Air Dingin Ardiyunas, Senin (27/2). Ia mengatakan banyak warga yang resah dengan aktivitas tambang koral ini karena jalan yang baru saja selesai dibangun oleh PNPN kembali rusak.

 

Hal itu disebabkan oleh kendaraan proyek yang besar dengan beban yang berat melalui jala tersebut.

 

“Bahkan warga disini sering bertengkar dengan pemilik perusahaan tambang. Namun, hingga kini tidak ada solusi yang diberikan,” ungkapnya.

 

Ia juga mengatakan, tidak hanya merusak kondisi jalan namun jika hujan sudah mengguyur kawasan tersebut maka jalanan akan dipenuhi oleh lumpur, dan jika panas terik jalanan akan mengeluarkan debu yang pekat sehingga mengganggu aktivitas warga setempat.

 

“Debu ini juga berdampak pada kesehatan manusia, bukan hanya membuat kami tidak nyaman tapi juga menjadi sumber penyakit nantinya jika sering-sering menghirup debu. Apalagi kalau hari sudah hujan, jalanan licin, berlumpur juga membahayakan bagi pengendara yang lewat,” ulasnya.

 

Aktivitas tambang koral ini sudah berjalan dalam satu tahun terakhir, namun pemilik tambang juga tidak memiliki komunikasi yang bagus dengan masyarakat setempat bahkan dengan pemuda setempat juga tidak berkoordinasi.

 

Ia juga mengaku sudah melaporkan kejadian ini pada pejabat setempat, baik walinagari hingga ke DPRD dapil IV namun tidak ada tanggapan.

 

“Kami sudah mengadu, namun jawabannya hanya nanti saja, nanti ditanggulangi. Namun hingga sekarang tidak ada tindakan, dan didiamkan saja,” ujarnya.

 

Hal yang senada juga dikatakan oleh Amirudin, bahwa aktivitas tambang koral ini banyak merugikan masyarakat dan juga meresahkan karena dampaknya yang dirasakan langsung oleh warga setempat. Mulai dari kondisi jalan yang rusak, hingga kabut yang menggangu kesehatan masyarakat.

 

Ia berharap, agar ada perhatian dari pemerintah atau SKPD terkait untuk menertipkan tambang koral ini atau setidaknya membarikan aturan yang tegas yang tidak merugikan kedua belah pihak baik warga maupun perusahaan. (h/rin)

 

Editor : Rivo Septi Andries

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,08 Juni 2017 - 17:11:10 WIB

    Edukasi Untuk Pengunjung, Sawahlunto Bakal Buka Wisata Tambang

    Edukasi Untuk Pengunjung, Sawahlunto Bakal Buka Wisata Tambang SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM—Kota Sawahlunto atau yang dikenal sebagai kota tambang mempunyai keunikan dari segi sejarahnya. Mulai dari kereta api bara hingga lubang tambanganya. .
  • Senin,17 April 2017 - 10:57:48 WIB

    Dinas ESDM: Secara Teknis Tambang Tak Ada Masalah

    Dinas ESDM: Secara Teknis Tambang Tak Ada Masalah PADANG, HALUAN – LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumbar kembali mempersoalkan pemberian izin operasional kepada enam perusahaan tambang di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota. Bahkan Walhi berencana .
  • Sabtu,15 April 2017 - 03:54:11 WIB

    DPRD Limapuluh Kota Tolak Tambang Pangkalan

    DPRD Limapuluh  Kota Tolak Tambang Pangkalan LIMAPULUH KOTA, HALUAN – Enam perusahaan tambang di Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota yang diizinkan kembali beroperasi oleh Pemerintah Provinsi Sumbar, mendapat penolakan serius dari DPRD K.
  • Jumat,14 April 2017 - 20:39:00 WIB

    DPRD Limapuluh Kota Sepakat Tolak Tambang di Pangkalan

    DPRD Limapuluh Kota Sepakat Tolak Tambang di Pangkalan LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM – Enam tambang di Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota yang diizinkan kembali beroperasi oleh Pemerintah Provinsi Sumbar, mendapat penolakan serius dari DPRD Ka.
  • Senin,10 April 2017 - 11:08:39 WIB

    Aktivitas Tambang Resahkan Warga

    PAINAN, HALUAN – Aktivitas tambang galian C ilegal di sepanjang aliran Batang Inderapura, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) semakin meresahkan warga setempat. Pasalnya, akibat penambangan itu, berdampak buruk terhadap laha.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM