Bawang Impor Banjir, Petani Lokal Mengeluh


Jumat,24 Februari 2017 - 08:36:25 WIB

ALAHANPANJANG, HALUAN--Banyaknya pasokan bawang merah dari luar negeri seperti Vietnam, Filipina dan Thailand ke pasar Indonesia, berdampak terhadap menurunnya harga pasar bawang merah dalam negeri. Kondisi praktis berdampak terhadap berkurangnya gairah pasar bawang merah di beberapa daerah produsen bawang merah seperti Alahan Panjang Kab. Solok Sumbar.

Joni Jekson (38) salah seorang pedagang bawang merah di nagari Alahan Panjang kec. Lembah Gumanti mengungkapkan, meskipun saat ini daerah lain pemasok bawang merah seperti Brebes tengah dilanda gagal panen karena bencana banjir, namun tidak berdampak signifikan terhadap melonjaknya harga bawang merah di pasaran. Hal ini lantaran banyaknya pasokan bawang merah dari luar negeri.

"Sekarang permintaan bawang merah  kita ke beberapa daerah di Sumatera dan pulau Jawa sedang lesu. Bawang dari luar negeri membuat harga bawang merah kita turun karena harga bawang luar tersebut jauh lebih murah," kata Joni menjawab Haluan di Alahan Panjang, Kamis (23/2).

Biasanya kata Joni, rata-rata pihaknya bisa mengirimkan bawang merah asal Alahan Panjang sekitar 15 ton hingga 20 ton perhari. Namun dengan lesunya harga bawang merah, saat ini pihaknya hanya bisa mengirimkan sekira 8 ton perhari. " Itupun kadang hanya sekali dalam 2 hari," bebernya.

Pihaknya menyebutkan, meski jauh lebih murah dari harga bawang lokal, namun dari segi kwalitas, bawang merah lokal tetap jauh lebih unggul. "Bawang merah kita jauh lebih wangi. Kebanyakan bawang merah kita dipakai oleh para pengusaha rumah makan dan restoran,"ungkap Joni yang juga berprofesi sebagai petani bawang ini.

Saat ini kata Joni, harga bawang di tingkat petani mulai anjlok ke level Rp. 18 ribu hingga Rp. 20 ribu per kilo. Sementara idealnya harga bawang di tingkat petani idealnya harus berkisar di angka di atas Rp.25 ribu, agar petani bisa menikmati panen bawang. " Untuk kwalitas super masih berkisar di angka Rp. 20 Ribu di tingkat petani. Sedangkan di pasaran berkisar di harga Rp. 25 ribu dan Rp. 26 Ribu," ujarnya.

Menurunnya harga pasar bawang merah secara nasional tersebut, dikhawatirkan akan berdampak terhadap menurunnya minat petani berladang bawang. Hal ini dinilai tidak sejalan lagi dengan rencana pemerintah nan ingin meningkatkan dan melakukan perluasan lahan tanam bawang di beberapa daerah penghasil bawang seperti Alahan Panjang. "Kalau harga bawang tidak lagi menjanjikan, petani tentunya akan beralih kepada komoditi lain yang lebih menjanjikan keuntungan," terang Joni.

Pihaknya berharap pemerintah melakukan pembatasan terhadap import bawang merah dari negara lain. Karena menurutnya, kebijakan import bawang merah oleh pemerintah itu, juga dibarengi dengan masuknya bawang merah ilegal dari negara tersebut. "Kalau pemerintah ingin memperhatikan nasib petani, tentu dengan menaikkan kembali harga jual bawang merah lokal di pasaran," pungkasnya.(h/ndi)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:38 WIB

    Di Pasaman, Potensi Peredaran Narkoba Masih Tinggi

    PASAMAN, HALUAN— Selama tahun 2014, Polres Pasaman ber­hasil menga­mankan barang bukti 47,787 kilogram ganja kering dan 24,28 gram sabu-sabu dengan total transaksi diperkirakan Rp200 juta.

    Kapo.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM