Ada Jilid II pada Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah di Kampus Ini


Rabu,22 Februari 2017 - 12:18:47 WIB
Reporter : Tim Redaksi

PADANG, HALUAN – Kasus korupsi dalam pengadaan tanah di Kawasan Sungai Bangek untuk pembangunan Kampus III IAIN Imam Bonjol Padang jilid II, segera memasuki babak baru. Lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatra Barat masih melakukan pemeriksaan, dan melengkapi berkas-berkas sebelum melimpahkan kasus tersebut ke Pengadilan Tipikor Padang.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumbar Dwi Samudji, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, penetapan tersangka sudah dilakukan sejak 24 Januari 2017 lalu. Namun, pihaknya belum bisa mengungkapkan siapa-siapa saja yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut.

“Sudah ada lima tersangka, tapi belum dilakukan penahanan. Nanti di penuntutan kami baru bisa mengungkap nama-namanya, karena begitu aturannya. Yang jelas, kami terus kebut proses kasus ini, pemeriksaan dan pelengkapan berkas-berkas terus dilakukan,” kata Dwi.

Namun demikian, menurut sumber Haluan lain yang dapat dipercaya, kelima tersangka yang telah ditetapkan antara lain, berinisial HS selaku Pejabat Pembuat Keputusan (PPK) dalam proyek pengadaan tanah untuk Kampus III IAIN Imam Bonjol Padang, serta empat orang penerima ganti rugi dalam proyek tersebut berinisial AA, Sfd, Ysm, dan YS.

Meskipun belum dapat dipastikan kapan pihaknya akan melakukan pelimpahan ke PN Tipikor, Dwi Samudji mengaku proses akan dilakukan secepatnya karena pihaknya tidak perlu lagi menunggu berkas penting lain, serupa bukti dan hasil audit kerugian keuangan negara yang timbul atas kasus ini.

“Pelimpahannya dilakukan secepat mungkin. Karena beberapa berkas itu sudah ada di kasus jilid pertama, seperti audit kerugian negaranya, itu sudah ada. Jadi proses kasus ini bisa dilakukan lebih cepat,” lanjut Dwi.

Kasus korupsi pengadaan tanah pembangunan Kampus III IAIN IB Padang di Sungai Bangek jilid 2, merupakan pengembangan atas kasus jilid pertama yang menjerat Ketua Panitia Pengadaan dalam proyek tersebut yang juga mantan wakil rektor IAIN IB Padang Salmadanis, serta seorang rekanan notaris bernama Ely Satria Pilo. Keduanya telah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor PN Padang pada 2016, dan divonis masing-masing 4 tahun penjara, serta denda masing-masing Rp200 juta (sudsidair 2 bulan).

Dalam sidang vonis keduanya, Kamis 2 Desember 2016 lalu, Mejelis Hakim yang diketuai Yose Ana Rosalinda, menilai keduanya terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) Juncto Pasal 18 ayat (1) huruf a dan b, ayat (2) dan ayat (3) UU RI Nomor 31 tahun 1999, yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, sebagaimana tercantum dalam dakwaan pri­mair jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam kasus tersebut, Salmadanis dinilai terbukti memberi pekerjaan kepada Ely Satria Pilo selaku notaris, untuk membuat sertifikat atas beberapa objek tanah guna pem­ba­ngunan Kampus III IAIN IB Padang, yang beberapa objek dinyatakan fiktif, dan beberapa lain­nya dinyatakan dikerucutkan harga­nya. Perbuatan tersebut dianggap telah mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp1.946.701.050. 

Kelima tersangka yang telah ditetapkan untuk kasus jilid kedua, juga bertindak sebagai saksi dalam kasus jidil pertama. Di mana kelimanya hadir untuk memberi kesaksian seputar pekerjaan pengadaan tanah yang dilakukan oleh Salmadanis, dengan menggunakan jasa Ely Satria Pilo sebagai notaris dalam melakukan pelepasan hak dari masyarakat kepada negara, yang dalam hal ini adalah IAIN IB Padang.

Di lain pihak, IAIN Imam Bonjol Padang pada Selasa 14 Februari lalu menyatakan berencana menempuh jalur perdata, guna mengamankan sebagian tanah negara yang bermasalah untuk pembangunan Kampus III IAIN Imam Bonjol di kawasan Sungai Bangek. Pihak IAIN berencana mengajukan gugatan terhadap para pemilik tanah yang sudah menerima pembayaran atas tanah tersebut pada Tahun 2010, tapi belum menyerahkan bukti kepada IAIN Imam Bonjol berupa sertifikat.

“IAIN belum dapat menguasainya secara penuh karena berbagai hal, termasuk karena ada sengketa kepemilikan yang terjadi di antara masing-masing pihak yang saling mengaku sebagai pemilik tanah, serta perkara pidana korupsi yang terjadi saat pengadaan tanah dilakukan. Sementara ini, kami fokus pada pemilik yang sudah menerima pembayaran, kami akan bawa ke ranah perdata,” kata Rektor IAIN Imam Bonjol Eka Putra Wirman.

Dikatakan Eka, pada 2010 lalu, negara telah melakukan ganti rugi atas 33 persil tanah seluas 60 hektare (ha) di kawasan Sungai Bangek, yang diperuntukkan untuk pembangunan Kampus III IAIN Imam Bonjol Padang. Namun, hingga saat ini pemilik sekitar 6 ha tanah masih belum menyerahkan bukti kepemilikan tanah berupa sertifikat kepada pihak IAIN IB Padang. (h/isq)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin,18 September 2017 - 17:56:22 WIB

    Ada Pesta di Pulau Sirandah, Kapolda Sumbar Berang, Pengelola dan Panitia Akan Dipanggil

    Ada Pesta di Pulau Sirandah, Kapolda Sumbar Berang, Pengelola dan Panitia Akan Dipanggil PADANG,  HARIANHALUAN.COM - Pesta Pantai yang bertajuk Independent Beach Party di Pulau Sirandah, Sabtu (16/9), membuat Kapolda Sumbar,  Irjen Pol Fakhrizal meradang. Dalam waktu dekat,  Polda Sumbar akan memanggil pihak p.
  • Kamis,07 September 2017 - 11:12:16 WIB

    Dua Tahun Beroperasi di Padang, Pabrik Miras Oplosan Digerebek

    Dua Tahun Beroperasi di Padang, Pabrik Miras Oplosan Digerebek PADANG, HARIANHALUAN.COM – Jajaran Polda Sumbar menggerebek pabrik pembuatan miras oplosan di kawasan Pondok, Kota Padang, Selasa (5/9). Pabrik itu diketahui sudah berproduksi sejak dua tahun yang lalu. Seminggu, 1.200 mira.
  • Senin,04 September 2017 - 18:10:34 WIB

    Pencurian Emas Senilai Rp7 M di Padang, Tersangkanya Ternyata Pekerja Toko

    Pencurian Emas Senilai Rp7 M di Padang, Tersangkanya Ternyata Pekerja Toko PADANG, HARIANHALUAN.COM – Toko emas Abadi di Komplek Pertokoan Koppas Plaza, Pasar Raya Padang, Kecamatan Padang Barat dibobol, Sabtu (2/9) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Peristiwa yang sempat menghebohkan pasar itu dikaba.
  • Jumat,11 Agustus 2017 - 17:49:51 WIB

    Waspadai Jerat Penipuan UN Swissindo

    Waspadai Jerat Penipuan UN Swissindo “Kegiatan penawaran perjanjian pelunasan kredit yang dilakukan oleh UN Swissindo adalah kegiatan yang ilegal karena tidak berijin dari otoritas keuangan manapun” Tongam Lumban Tobing, pejabat OJK..
  • Rabu,09 Agustus 2017 - 20:43:45 WIB

    268 Calon Polisi Bintara Tempuh Pendidikan di SPN Padang Besi

    268 Calon Polisi Bintara Tempuh Pendidikan di SPN Padang Besi PADANG, HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 268 calon siswa (casis) laki-laki akan menjalani pendidikan bentukan (diktuk) Bintara di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan selama tujuh bulan mendatang..

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM