Soal Sampah Medis di Pessel, Kementerian LH Turun Tangan


Rabu,22 Februari 2017 - 10:43:33 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Soal Sampah Medis di Pessel, Kementerian LH Turun Tangan

PADANG, HALUAN – Babak baru kasus sampah medis Pantai Tan Sridano di Kenagarian Taluak, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dimulai. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dikabarkan akan ikut turun tangan mengungkap kasus ini.

Kabar akan turunya tim dari KLH ini dipastikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Asrizal Asnan. Dikatakannya, KLH terus memantau penyelesaian kasus sampah medis atau B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang sempat menggemparkan masyarakat Kenagarian Taluak, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Dari pihak DLH pun juga terus melaporkan perkembangan kasus ini ke KLH.

“Kita terus melaporkan apa saja yang tindakan yang telah kita lakukan ke KLH. Seperti, pembersihan pantai dari sampah B3, pengujian kadar pencemaran air laut dan sungai akibat B3 ini. Ini semua telah dilakukan. Sekarang tinggal dari KLH,” papar Asrizal Asnan.

Selain itu katanya, secara aturan izin pengelolaan sampah medis ini langsung dari KLH. Sehingga nanti dengan kejadian ini KLH yang akan melacak siapa oknum yang memang terlibat dalam pembuangan B3 ini di Pantai Tan Sridano tersebut.

“Minggu lalu kita juga telah melakukan rapat dengan Pemkab Pessel, DLH Pessel, kepolisian, dan pihak terkait lainnya untuk mengungkap siapa pelaku pembuangan sampah B3 ini. Sejauh ini yang masih dikembangkan pihak berwajib itu melihat indikasi dan motifnya,” kata Asrizal.

DLH sendiri memang terus mendorong agar kasus ini bisa segera tuntas dan pelaku bisa dikenai sanksi agar memberikan efek jera agar kejadian seperti ini tidak terulang. “Bagaiamana pun kita akan serius menangani masalah ini. Karena kita tidak ingin ini akan berulang. Karena akan sangat membahayakan,” tukasnya.

Dihubungi terpisah Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumbar, Uslaini, mengatakan akan terus mengawal kasus sampah medis ini. Mengingat apabila ini tetap dibiarkan akan memberi peluang kepada oknum lain untuk melakukan hal yang sama.

“Memang kita akan terus komit kawal kasus ini. Apalagi saat ini banyak kasus lingkungan di Sumbar yang juga menyesak untuk dituntaskan seperti, tambang legal dan ilegal, Danau Maninjau, kekeringan di Linatu, dan sampah medis,” ujarnya kepada Haluan Senin (20/2), malam di Padang.

Dikatakannya, tim dari Walhi Sumbar pun saat ini tengah menelusuri untuk mengetahui motif dan indikasi dari pembuangan sampah medis ini. “Sekarang sabar dulu, tim kita masih di lapangan untuk menelusuri hal ini,” ujarnya.

Soal Sampah Medis di Pessel, Kementerian LH Turun Tangan

PADANG, HALUAN – Babak baru kasus sampah medis Pantai Tan Sridano di Kenagarian Taluak, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dimulai. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dikabarkan akan ikut turun tangan mengungkap kasus ini.

Kabar akan turunya tim dari KLH ini dipastikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Asrizal Asnan. Dikatakannya, KLH terus memantau penyelesaian kasus sampah medis atau B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang sempat menggemparkan masyarakat Kenagarian Taluak, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Dari pihak DLH pun juga terus melaporkan perkembangan kasus ini ke KLH.

“Kita terus melaporkan apa saja yang tindakan yang telah kita lakukan ke KLH. Seperti, pembersihan pantai dari sampah B3, pengujian kadar pencemaran air laut dan sungai akibat B3 ini. Ini semua telah dilakukan. Sekarang tinggal dari KLH,” papar Asrizal Asnan.

Selain itu katanya, secara aturan izin pengelolaan sampah medis ini langsung dari KLH. Sehingga nanti dengan kejadian ini KLH yang akan melacak siapa oknum yang memang terlibat dalam pembuangan B3 ini di Pantai Tan Sridano tersebut.

“Minggu lalu kita juga telah melakukan rapat dengan Pemkab Pessel, DLH Pessel, kepolisian, dan pihak terkait lainnya untuk mengungkap siapa pelaku pembuangan sampah B3 ini. Sejauh ini yang masih dikembangkan pihak berwajib itu melihat indikasi dan motifnya,” kata Asrizal.

DLH sendiri memang terus mendorong agar kasus ini bisa segera tuntas dan pelaku bisa dikenai sanksi agar memberikan efek jera agar kejadian seperti ini tidak terulang. “Bagaiamana pun kita akan serius menangani masalah ini. Karena kita tidak ingin ini akan berulang. Karena akan sangat membahayakan,” tukasnya.

Dihubungi terpisah Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumbar, Uslaini, mengatakan akan terus mengawal kasus sampah medis ini. Mengingat apabila ini tetap dibiarkan akan memberi peluang kepada oknum lain untuk melakukan hal yang sama.

“Memang kita akan terus komit kawal kasus ini. Apalagi saat ini banyak kasus lingkungan di Sumbar yang juga menyesak untuk dituntaskan seperti, tambang legal dan ilegal, Danau Maninjau, kekeringan di Linatu, dan sampah medis,” ujarnya kepada Haluan Senin (20/2), malam di Padang.

Dikatakannya, tim dari Walhi Sumbar pun saat ini tengah menelusuri untuk mengetahui motif dan indikasi dari pembuangan sampah medis ini. “Sekarang sabar dulu, tim kita masih di lapangan untuk menelusuri hal ini,” ujarnya.


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat,07 Juli 2017 - 11:14:47 WIB

    Soal Lahan Stasiun KA, DPRD Minta Tunda Pengosongan Lahan

    Soal Lahan Stasiun KA, DPRD Minta Tunda Pengosongan Lahan BUKITTINGGI, HALUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi mengeluarkan surat permohonan kepada pihak PT KAI Divre II Sumbar, Kamis (6/7) untuk dapat melakukan penundaan Surat Pemberitahuan 3 (SP3) yang di.
  • Minggu,02 Juli 2017 - 14:01:57 WIB

    Soal Rata-rata Pendidikan, Wabup Sebut Guru Enggan ke Daerah 3 T

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN -- Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan mengatakan masih banyak anak yang putus sekolah dan guru yang enggan bertugas di daerah terisolir atau jauh dari pusat keramaian. Hal ini dikarenakan lamba.
  • Senin,17 April 2017 - 11:21:38 WIB

    Ketua DPRD Pessel Ingatkan Soal Tata Ruang Mandeh

    Ketua DPRD Pessel Ingatkan Soal Tata Ruang Mandeh PESSEL, HALUAN -- Ketua DPRD Pessel, Dedi Rahmanto Putra menyayangkan perusakan di Mandeh. Menurut Dedi, kawasan Mandeh semestinya dijaga agar tetap asri, bukan malah dirusak, dengan membabat hutannya. “Mandeh itu simbol ke.
  • Selasa,07 Februari 2017 - 13:25:34 WIB

    Soal Sampah Medis, Penegak Hukum Jangan Diam

    Soal Sampah Medis, Penegak Hukum Jangan Diam PADANG, HALUAN – Pengamat lingkungan hidup, Khalid Syaifullah, menilai perlu keseriusan pemerintah dan penegak hukum dalam mengusut kasus sampah medis atau sampah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) yang ditemukan di Pantai Ta.
  • Minggu,08 Januari 2017 - 08:08:29 WIB

    Soal Distributor Pupuk di Pasbar, Ini Jawaban PT PIM

    PASBAR, HALUAN -- Kepala Wilayah Sumbar PT PIM, Edi menanggapi keluhan yang muncul di Pasaman Barat soal penunjukkan distributor pupuk di wilayah tersebut. Ia mengakui sudah menerima surat rekomendasi Bupati Pasaman Barat soa.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM