Pengawasan Keramba di Maninjau Lemah


Selasa,21 Februari 2017 - 12:47:00 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Pengawasan Keramba di Maninjau Lemah Dokumentasi Haluan

PADANG, HALUAN – Pencemaran Danau Maninjau yang berakibat matinya puluhan ton ikan setiap tahun membuktikan kurangnya pengawasan pemerintah dalam pembudidayaan Keramba Jaring Apung (KJA) di danau tersebut.

 

Kematian puluhan ton ikan yang disebabkan kelebihan daya tampung keramba adalah hal yang tak dapat dielakkan.

 

Direktur Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Andalas (Unand) Dr Fadjar Goembira menyebutkan, secara alami pencemaran di Danau Maninjau adalah hal yang sudah terjadi sejak dulu kala, jauh sebelum budidaya KJA dilakukan di danau tersebut.

 

“Karena danau itu danau vulkanik, pasti ada belerang di dasarnya. Saat angin kencang, terjadi upwelling yang menyebabkan naiknya sulfur dari dasar ke permukaan. Namun, dulu hal itu hanya membuat ikan sedikit pusing, tidak sampai mati,” kata Fadjar kepada Haluan, Senin (20/2).

 

Dikatakan Fadjar, budidaya KJA yang berlebihan menyebabkan muatan pakan juga berlebihan. Endapan sisa pakan itulah yang  membunuh ikan-ikan di Maninjau.

 

“Ditambah lagi dengan keramba melebihi kapasitas, saat upwelling terjadi, selain sulfur, juga naik endapan sisa pakan yang menyebakan ikan kekurangan oksigen. Logikanya sama seperti aquarium. Jika ikannya satu atau dua, tentu oksigennya akan cukup, tapi kalau muatan aquariumnya banyak, pakannya akan banyak pula, dan air akan keruh sehingga ikan di dalamnya bisa mati,” katanya lagi.

 

Pada kenyataannya, penetapan moratorium yang telah didengungkan pemerintah sejak jauh-jauh hari, tak lantas membuat masyarakat setempat berhenti melakukan budidaya. Saat air danau mulai jernih petani KJA akan kembali mengurus keramba masing-masing.

 

“Di sini pemerintah seharusnya meningkatkan pengawasannya agar pencemaran tidak semakin parah. Karena semakin lama jika terus diisi pakan, endapannya akan membuat danau semakin parah,” kata Fadjar lagi.

 

Sementara itu, Uslaini selaku Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumbar mengaku memang beberapa kali mendapati aktivitas budidaya KJA masih berlangsung di Danau Maninjau, padahal kematian ikan setiap tahun selalu terjadi di lokasi tersebut.

 

“Makanya, sekarang fokus pada pengalihan mata pencarian petani keramba itu. Masyarakat mengaku lewat KJA mendapatkan penghasilan Rp1,5 juta sampai Rp2 juta per bulan. Seharusnya dengan pengalihan aktivitas, kebutuhan itu bisa tetap terpenuhi,” katanya.

 

Di lain pihak, DPRD Sumbar meminta, jika budidaya ikan di sekitaran Danau Maninjau masih akan dilanjutkan, perjelas Standar Operasional dan Prosedur (SOP).
 

Sekretaris Komisi IV DPRD Sumbar, Yulfitni Djasiran menuturkan, pengembangan budidaya ikan di sekitaran Maninjau wajib memiliki SOP. Tujuannya agar pencemaran danau seperti yang terjadi sekarang ini tidak terulang lagi.
 

"Kalau kremba maninjau masih dilanjutkan, harus ada SOP yang jelas untuk usaha keramba di Maninjau tersebut. Jika tidak, kejadian tercemarnya air danau seperti sekarang pasti akan terulang," kata Yulfitni saat ditemui di Gedung DPRD Sumbar, Senin (20/2).
 

Disebut Yulfitni, SOP yang dimaksud bisa dalam bentuk pembuatan zona-zona yang dibolehkan untuk berbudidaya. Kemudian waktu untuk pembudidayaan oleh petani perlu diatur.

 

Dalam hal ini ia menyarankan salah satu cara yang dipakai adalah dengan membuat sistem kalender bagi kelompok tani dalam melakukan budidaya ikan di sekitaran danau.
 

"Misal, sebanyak 3 ribu kelompok tani diizinkan berbudidaya pada tiga bulan pertama, kemudian sisanya melanjutkan bulan berikutnya. Hal ini dilakukan seterusnya, jadi tak akan ada over kapasitas," kata Anggota DPRD Sumbar asal Dapil Payakumbuh-Lima Puluh Kota tersebut.
 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,08 Juni 2017 - 11:46:56 WIB

    Tingkatkan Pengawasan Makanan, Dharmasraya Anggarkan Pembelian Mobil Laboratorium

    Tingkatkan Pengawasan Makanan, Dharmasraya Anggarkan Pembelian Mobil Laboratorium DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, pada 2018 menganggarkan pengadaan mobil laboratorium keliling sebagai upaya memaksimalkan pengujian pangan di daerah itu..
  • Jumat,16 September 2016 - 02:42:13 WIB

    Dinkes Tingkatkan Pengawasan Peredaran Obat Palsu

    PASAMAN, HALUAN — Untuk meng­antisipasi peredaran obat palsu dan kadaluarsa, Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman mulai meningkatkan pengawasan peredaran obat kesejumlah Apotek yang ada..
  • Kamis,30 Juni 2016 - 05:54:59 WIB

    DKK Tingkatkan Pengawasan Vaksin

    DKK Tingkatkan Pengawasan Vaksin BUKITTINGGI, HALUAN — Dinas Kese­hatan Kota (DKK) Bukittinggi, tingkatkan pengawasan dalam pen­yaluran vaksin. Hal ini dilakukan sehubungan maraknya pemberitaan di sejumlah media, terkait beredarnya vaksin palsu..
  • Kamis,19 Mei 2016 - 03:25:14 WIB
    Tingkatkan Tata Kelola Keuangan

    Inspektorat Bentuk Klinik Konsultasi Pengawasan

    PADANG PARIAMAN, HALUAN — Sebagai wadah berbagi informasi soal tata-peraturan terbaru, serta ruang konsultasi bagi per­masalahan yang dihadapi dalam mengelola keuangan daerah, Inspektorat Kabu­paten Padang Pariaman membua.
  • Rabu,02 Maret 2016 - 03:07:04 WIB

    Pemko Perketat Pengawasan Konservasi Penyu

    PARIAMAN, HALUAN — Pemerintah Kota Pariaman, memperketat pe­ngawasan ekosistem penyu dengan melakukan monitoring minimal dua kali dalam sebulan ke kawasan per­airan kota se­tempat..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM