87 Warga SawahluntoTerjangkit DBD


Jumat,17 Februari 2017 - 10:31:57 WIB
Reporter : Tim Redaksi
87 Warga SawahluntoTerjangkit DBD PASIEN DIRAWAT - Penderita DBD yang tengah dalam perawatan di RSU Kota Sawahlunto, Kamis (16/2). Hingga pertengahan bulan Februari ini tercatat sudah 87 warga terkena DBD. RIKI YUHERMAN

SAWAHLUNTO,  HALUAN – Terhitung sejak akhir Januari hingga pertengahan Februari 2017, tercatat sudah 87 warga Sawahlunto yang terkena Demam Berdarah Dengue (DBD). Yang terbanyak ditemukan di Kecamatan Talawi dengan 36 kasus.

"Kondisi cuaca yang berubah dan memasuki bulan penghujan, menjadi salah satu pemicu berkembangnya nyamuk Aedes Aegypty yang menjadi penyebab terjangkitnya DBD," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Sawahlunto, dr Ambun Kadri, kepada Haluan. 

Namun seiring siklus cuaca, pada Februari ini terjadi penurunan kasus DBD dibanding dengan bulan sebelumnya, dimana pihaknya telah melakukan upaya penanggulangan dengan melakukan pengasapan di daerah-daerah endemis DBD. Dalam sepekan terakhir, lanjutnya, pihaknya telah melakukan pengasapan atau fogging di Desa Talawi Mudik dan Sungai Durian Kelurahan Durian II dan beberapa daerah lainnya.

Dijelaskan Ambun, upaya fogging tersebut hanya dapat membunuh nyamuk dewasa pembawa wabah penyakit dan untuk membasmi jentiknya hanya dapat dilakukan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan melakukan menguras, menutup dan mengubur (3M) di tempat genangan dan penampungan air.

"Penyakit demam berdarah ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes Aegypty atau Aedes Albopictus dengan jenis kelamin betina. Nyamuk ini hanya dapat berkembang biak justru pada wadah tempat menyimpan air bersih. Untuk itu kepada masyarakat agar lebih teliti untuk memnersihkan rumah dan lingkungannya, dengan melakukan 3M termasuk menggunakan obat anti nyamuk," sebutnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada dinas tersebut, dr Al Anshari menegaskan, pemberantasan penyakit itu membutuhkan peran serta masyarakat untuk selalu membersihkan lingkungan tempat tinggalnya.

"Kami sudah memerintahkan seluruh jajaran Puskesmas untuk menyosialisasikan kembali gerakan 3M tersebut dan merupakan upaya pencegahan paling sederhana namun terbukti ampuh dan efektif," ungkapnya.

Ia mengatakan meskipun mengalami penurunan jumlah penderita jika dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Namun tren berjangkitnya DBD selalu terjadi setiap pergantian musim kemarau ke musim hujan setiap awal tahun.

Data yang didapat Haluan, hingga pertengahan Februari 2017, sudah 87 warga terjangkit DBD. 72 kasus selama Januari dan 15 kasus hingga berita ini diturunkan. Dimana puskesmas Talawi dan Puskesmas Sungai Durian,  masing-masing ditemukan 5 kasus. Puskesmas Silungkan dan Lunto masing-masing satu kasus dan Puskesmas Kampung Teleng dengan 3 kasus. (h/mg-rki)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,17 Mei 2016 - 03:18:20 WIB

    187 Siswa SMKN 1 Ikuti Prakerin

    SAWAHLUNTO, HALUAN — Jelang tutup semester genap, SMKN 1 Sawahlunto kembali mengirim 187 siswanya untuk melaksanakan Praktek Kerja Industri (Pra­kerin) di berbagai dunia usaha, industri dan pemerintahan tersebar diwilayah .

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM