Mengulik Tribute to Suhatman Imam


Jumat,10 Februari 2017 - 17:35:55 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Mengulik Tribute to Suhatman Imam

PADANG, HALUAN -- Pemberian Lifetime Achievement Award” alias Penghargaan Seumur Hidup untuk Sang Legenda Sepakbola Sumbar Suhatman Imam direncanakan akan dilangsungkan pada pembukaan ajang turnamen sepakbola antarkecamatan, Minangkabau Cup, Minggu (12/2) di Stadion H Agus Salim.

Dalam satu dekade terakhir Suhatman sangat dekat dengan sepakbola Sumbar. Padahal, di balik itu semua, ia punya segudang prestasi yang mentereng.  Pak Haji, panggilan akrab Suhatman, adalah legenda hidup sepakbola Indonesia yang menjadi panutan sekaligus inspirasi banyak praktisi sepakbola. Hampir setengah abad dari perjalanan hidup pria kelahiran Koto Anau, Solok, 26 Februari 1956 itu didedikasikan untuk sepakbola.

 Tumbuh bersama PSP Padang, tahun 1975 Suhatman lolos seleksi masuk Diklat Salatiga dari Wilayah Sumatera. Bergabung di Salatiga, Uda Man – panggilan akrab lain Suhatman lalu masuk radar Wiel Coerver, pelatih asal Kerkrade, Belanda yang ditunjuk menukangi tim nasional Indonesia di era Bardosono itu.

 “Dia pemain paling berbakat dengan kemampuan paling komplit yang pernah saya temui,” kata Coerver—yang kemudian menyebut Suhatman sebagai The Wonder Boy.

 Menembus skuad tim nasional Indonesia dalam usia sangat muda, 19 tahun, Suhatman bahkan kerap menjadi starter bersama nama-nama besar lain macam Iswadi Idris, Anjas Asmara, Junaidi Abdillah, Suaeb Rizal, Ronny Patti, Ronny Pasla, Risdianto, Waskito, Johanis Auri, Oyong Lisa, Sutan Harhara, Nobon, dan banyak lagi.

 Suhatman juga menjadi urang awak pertama yang ikut memanggul nama besar Indonesia di berbagai Negara. Tak hanya di negeri jiran: Bangkok, Kuala Lumpur, Singapura, tapi juga menembus Auckland (Selandia Baru), Sydney (Australia), Seoul (Korea Selatan), hingga Barcelona (Spanyol), Budapest (Hungaria) hingga ke pasifik sana, ke Noumea (Kaledonia Baru).

 Cidera parah menjadikan Suhatman harus gantung sepatu sebelum usianya, yakni pada umur 22 tahun ketika dia digotong ke luar lapangan saat menjadi kapten Indonesia di Kejuaraan Yunior Asia di Bangkok pada 1978.

 Tapi, Suhatman tak melupakan sepakbola. Dia menjadi pelatih, sampai menjadi tokoh penting di balik nama besar PSP Padang, Semen Padang, Persebaya Surabaya hingga juga menukangi PSSI Primavera ke Genoa, Italia.

Ingin tahu lebih dalam? Elok kiranya jika anda luangkan waktu untuk Datang dan saksikan langsung  upacara pembukaan Minangkabau Cup 2017 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (12/2) sore ini.(*)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM