Sidak di PT AWL, Dinas Lingkungan Hidup Pasbar Temukan Pelanggaran Berat


Selasa,07 Februari 2017 - 22:11:17 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Sidak di PT AWL, Dinas Lingkungan Hidup Pasbar Temukan Pelanggaran  Berat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat Edi Busti saat sidak ke PT.AWL

PASBAR,HALUAN-- Dua tahun beroperasi Pabrik kelapa sawit PT Agro Wira Ligatsa (PT AWL) Simpang Tiga Alin, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) diduga melakukan pencemaran lingkungan melalui limbah buangan cair ke perkebunan warga.


Hal itu dibuktikan dengan temuan jajaran Dinas Lingkungan Hidup bersama Satpol PP dan pihak kepolisian  Selasa (7/2).
 

Terhadap temuan itu, perusahaan yang beroperasi sejak 2015 terancam dipidana karena sudah melanggar Undang-Undang 32 tentang Perlindungan Lingkungan Hidup.
 

"Benar, ini pelanggaran fatal, jelas melangggar aturan dan pemilik bisa dipidana dan ditutup. Kami akan koordinasi dengan pimpinan dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) langkah apa yang akan ditempuh," kata Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat, Edi Busti saat turun ke lapangan melihat kondisi PT AWL.


Ia menjelaskan setelah turun ke lapangan banyak ditemukan pelanggaran oleh perusahaan itu. Bahkan sanksi administratif yang telah dikeluarkan oleh Bupati Pasaman Barat pada 31 Juli 2015 tidak diacuhkan.


"Dalam rangka menindaklanjuti itulah kami melakukan pengawasan langsung ke lapangan. Parahnya lagi, ditemukan pembuangan limbah yang langsung ke perkebunan warga," ujarnya.


Terhadap temuan itu Dinas Lingkungan Hidup langsung memasang plang pengumuman bahwa limbah dan pabrik tersebut dalam pengawasan.
 

"Terhadap temuan ini, kami segera akan merapatkan dengan pimpinan. Ini pelanggaran yang fatal," katanya.
 

Dijelaskajnya, menurut UU 32 tahun 2009 pasal 104 yang berbunyi setiap orang yang melakukan dumping limbah atau bahan kemedia lingkungan hidup tanpa izin dipidana dengan penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp3 miliar.
 

Selain temuan pembuangan limbah yang langsung ke perkebunan warga. Dinas Lingkungan Hidup juga menemukan beberapa pelanggaran.
 

Pelanggaran pertama, perusahaan melampaui batas waktu yang ditetapkan selama 180 hari untuk menyelesaikan pembuatan kolam sebanyak 10 pond sejak sanksi dikeluarkan yakni sampai 4 Februari 2016.
 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat,08 Juli 2016 - 17:23:13 WIB

    Lebaran, Pemnag Talunan Sidak Pelaksanaan Proyek ADD

    Lebaran, Pemnag Talunan Sidak Pelaksanaan Proyek ADD SOLOK SELATAN, HALUAN--Pemerintahan Nagari (Pemnag) Talunan Maju, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan proyek yang dibiayai oleh Alokasi Dana Desa (ADD). S.
  • Kamis,31 Maret 2016 - 03:47:31 WIB
    Tinjau Tingkat Kehadiran ASN

    Wako Bukittinggi Sidak ke SKPD

    BUKITTINGGI, HALUAN — Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di ling­kungan Sekretariat Daerah Balaikota Bukittinggi di­buat kaget dan terkejut ke­tika Walikota Ram­lan Nur­matias melakukan inspeksi mendadak (sidak),.
  • Senin,04 Januari 2016 - 02:50:09 WIB
    Bamus Nagari Batu Kalang

    Sidak Tiga Proyek Dana Nagari

    PADANG PARIAMAN, HALUAN — Anggota Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Batu Kalang, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman melakukan infeksi mendadak (Sidak) dalam rangka meninjau langsung kondisi pelaksanaan rehab Jem.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM