Soal Sampah Medis, Penegak Hukum Jangan Diam


Selasa,07 Februari 2017 - 13:25:34 WIB
Soal Sampah Medis, Penegak Hukum Jangan Diam

PADANG, HALUAN – Pengamat lingkungan hidup, Khalid Syaifullah, menilai perlu keseriusan pemerintah dan penegak hukum dalam mengusut kasus sampah medis atau sampah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) yang ditemukan di Pantai Tan Sridano, di Kenagarian Taluak, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Mengingat hingga saat ini belum juga belum ditemukan siapa pemilik sampah medis ini.

 “Ini hanya tergantung dengan kemauan aparat saja untuk menemukannya. Karena aparat, DLH (Dinas Lingkungan Hidup) dan pihak terkait pasti tahu bagaimana cara menemukan pemiliknya. Saya rasa tidak perlu diajarkan lagi,” pungkas Khalid kepada Haluan Senin (6/2), di Padang.

Dikatakannya, jangan hanya untuk melindungi kelompok atau seseorang aparat malah mengaburkan masalah ini seakan masih belum bisa menemukan pemiliknya. “Apalagi ini akan sangat berbahaya bagi lingkungan dan juga bagi masyarakat yang memanfaatkan pantai ini untuk berwisata. Apalagi sampah medis ini adalah kategori B3 yang sangat berbahaya. Jadi, aparat tidak boleh main-main untuk mengungkapnya,” papar Khalid yang juga Dewan Daerah Walhi Sumbar Periode 2014-2018 ini.

Apabila aparat terkesan lemah dalam mengungkap kasus pembuangan sampah medis secara sembarangan ini ditakutkan akan memberi ruang kepada orang yang sama bahkan orang lain untuk melakukan hal yang sama. “Karena mereka menilai aparat tidak akan tegas menindak pelaku pembuangan sampah medis itu,” lanjutnya.

Terkait dengan pengolahan limbah B3 kata Khalid telah diatur dengan Undang-undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan juga PP 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3 Pengganti PP 18/1999 Jumto PP 85/1999.  “Pembuangan limbah B3 ini sudah merupakan tindakan pidana. Dimana sanksi tegas menunggu pelaku,” ungkapnya.

Seperti yang tertera di UU Nomor 32 Tahun 2009 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 103 – 108 dimana sanksi 3 – 4 tahun menunggu pelaku pembuangan limbah B3 ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Asrizal Asnan, kepada Haluan mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus limbah medis ini. Karena hingga saat ini tim masih melakukan investigasi di lapangan. “Tunggu saja karena tim masih melakukan penyelidikan di lapangan,” ujarnya.

Seperti diberitakan Harian Haluan edisi 080 Rabu (28/12), sejumlah masyarakat nelayan di Kenagarian Taluak, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), mengaku resah dan geram dengan banyaknya sisa alat medis bertebaran di sepanjang Pantai Tan Sridano.

Masyarakat menduga, bahwa sisa alat medis tersebut, sengaja di buang oleh tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab. Sehingga mengakibatkan pemandangan yang tidak elok itu terjadi di kawasan Pantai Tan Sridano.

Mulai dari pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan LSM lingkungan seperti Walhi pun angkat bicara. Mereka sama-sama mendesak agar kasus ini bisa segera diusut tuntas agar tidak terulang kembali pada masa mendatang. (h/isr)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM