Tidak Masuk Sekolah, Siswa di Pessel Disuruh Bawa Pot Bunga


Minggu,05 Februari 2017 - 19:44:27 WIB
Tidak Masuk Sekolah, Siswa di Pessel Disuruh Bawa Pot Bunga Sekolah SMPN 2 Barung-Barung Belantai, Kecamatan Koto XI Tarusan dan Pot Bunga yang dijadikan denda oleh pihak sekolah. (Okis Mardiansyah)

PAINAN, HALUAN—Perang terhadap Pungutan Liar (Pungli) telah dinyatakan oleh pemerintah yakni dengan membentuk Tim Sapu Bersih Pungutan Liar atau yang disingkai tim Saber Pungli. Meski sudah dibentuk dibeberapa kabupaten dan kota, laporan tentang pungli masih terjadi.

 

Kali ini, orangtua murid bernama Erizal (48), mengeluhkan adanya denda dan iuran yang dipungut oleh pihak sekolah SMPN 2 Barung-Barung Belantai, Kecamatan Koto XI Tarusan, tempat anaknya menuntut ilmu.

 

Menurutnya, sejumlah praktik pungli yang dilakukan pihak sekolah saat itu adalah, memberikan denda kepada anak murid apabila tidak masuk sekolah selama dua hari. Denda berupa satu buah pot bunga seharga Rp60-70 ribu.

 

"Saat itu, saya sudah minta izin kepada kepala sekolah untuk membawa anak-anak ke Jakarta selama satu Minggu. Karena mau menjenguk orangtua saya yang sedang operasi. Namun, pihak sekolah tetap meminta denda pot bunga tersebut. Katanya izin sekolah hanya berlaku selama dua hari, kalau lebih, maka dianggap absen," ungkapnya kepada Harianhaluan.com.

 

Menurutnya, apabila denda tidak dibayarkan oleh orangtua murid, maka rapor anak-anak mereka tidak diserahkan oleh pihak sekolah. Bahkan, kepala sekolah dan wakil pernah mengancam anak-anaknya, akan merugi jika tidak membayar denda tersebut.

 

"Kami selaku orangtua, tentu sangat keberatan dengan hal ini. Sebab, anak-anak kami selalu ditanya dan diminta denda oleh kepala sekolah dan wakilnya. Sehingga anak kami jadi takut untuk pergi sekolah. Sampai saat ini, masih banyak rapor anak murid yang ditahan, karena tidak mampu membayar denda," ungkapnya.

 

Lebih lanjut dikatakannya, pihak sekolah juga mewajibkan siswa kelas satu, untuk membeli buku LKS matematika seharga Rp5 ribu. Tak hanya itu, siswa diwajibkan membeli cat untuk masing-masing kelas mereka. Setelah terkumpul, maka murid-murid yang akan melakukan pengecatan tersebut.

 

"Untuk pembelian cat tersebut, dipungut setiap hari dalam bentuk uang khas Rp1000. Selain itu, untuk meminjam buku perpustakaan juga dikenai biaya Rp500-1000 per buku. Padahal hal ini sudah sering dikomplen oleh para murid-murid, namun pihak sekolah tidak menghiraukannya," tutupnya.

 

Dihubungi terpisah, Kepala Sekolah SMPN 2 Barung-Barung Belantai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Arbais, membantah perihal tersebut. Ia berdalih, terkait denda dan iuran khas yang dipungut oleh pihak sekolah, itu sudah ada kesepakatan antara pihak sekolah, ketua komite dan orangtua.

 

Meskipun tidak ada dalam aturan resmi, lanjut dia, namun sudah menjadi kebijakan sekolah, dengan syarat tidak mengikat dan tidak memberatkan para murid-murid.

 

"Mungkin kami kurang sosialisasi saja. Makanya banyak yang protes. Kalau para orangtua merasa keberatan dengan denda tersebut, ya tidak usah dibayar saja. Terkait iuran khas, kami juga tidak menargetkan berapa nominalnya dan kami juga transparan dalam pengelolaannya," sebutnya kepada Harianhaluan.com, Minggu (5/2).

 

Sementara itu, anggota DPRD Pessel Fraksi Demokrat, Ikal Jonedi menyebutkan, pihak sekolah dan komite jangan sepihak dalam membuat aturan. Menurutnya, komite juga harus bisa bekerjasama dengan sekolah dan masyarakat untuk mengembangkan mutu pendidikan sehingga ikut bertanggung jawab penuh terhadap sejumlah iuran atau sumbangan nantinya.

 

"Intinya bekerjalah dengan baik dan jujur. Fokus saja pada peningkatan pendidikan daerah kita. Jangan ada lagi beban lain dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara," tutupnya. (h/mg-kis)

 

Editor : Rivo Septi Andries


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM