Bisnis Peti Mati yang Tak Pernah Mati


Jumat,13 Januari 2017 - 17:33:09 WIB
Bisnis Peti Mati yang Tak Pernah Mati BISNIS PETI MATI--Perajin menyelesaikan pembuatan peti mati di kawasan Pasar Batipuah, Padang Selatan, Kota Padang, Kamis (12/1). Peti mati di sana dijual dengan harga mulai Rp5—35 juta. HUDA PUTRA

Laporan Huda Putra

Suara mesin serut kayu memecah di tengah kebisingan lalu lintas kawasan Pasar Batipuah, Padang Selatan, Kota Padang. Asap kendaraan tersamar oleh abu-abu kayu yang terbawa dari gudang tua di sebelah Rumah Abu Abadi. Di dalam bangunan tua tersebut berjejer peti mati yang diselimuti debu dan hanya menyisakan sedikit ruang yang sempit.

 

Sudah hampir 25 tahun bangunan tersebut menjadi tempat Syafridel (50) menggantungkan hidup sebagai peranjin peti mati. Siang itu, Kamis (12/1), ia hanya sendirian memoles sebuah peti mati, sementara dua orang rekannya tengah keluar. Ia melempar senyum saat Haluan datang melihat proses pembuatan peti mati. Lelaki yang setengah usianya saat ini dihabiskan menjadi perajin pembuat peti mati ini bercerita tentang bisnis tersebut. 

 

"Ini usaha perkumpulan warga Tionghoa Himpunan Tjinta Teman (HTT), tetapi yang membeli peti mati di sini beragam, bahkan juga banyak dari luar daerah," cerita pria asli Solok tersebut.

 

Sebagian orang mungkin merinding melihat peti mati karena benda berbentuk persegi panjang itu identik dengan alam kubur. Padahal, bagi beberapa agama, seperti Budha, Konghucu, dan Kristen, peti mati adalah sebuah kebutuhan sebagai pelengkap tradisi pemakaman. Namun, ketakutan itu tidak berlaku bagi Syafridel.

 

"Sudah 25 tahun saya bekerja sebagai perajin tidak pernah mengalami hal yang aneh-aneh atau mistis," tuturnya.

 

Bisnis peti mati terbilang unik karena jumlah permintaan peti mati tidak dapat diprediksi setiap tahunnya, meskipun saat ini penggunaan peti bagi sebagian masyarakat agama tertentu cenderung meningkat.

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:38 WIB

    Di Pasaman, Potensi Peredaran Narkoba Masih Tinggi

    PASAMAN, HALUAN— Selama tahun 2014, Polres Pasaman ber­hasil menga­mankan barang bukti 47,787 kilogram ganja kering dan 24,28 gram sabu-sabu dengan total transaksi diperkirakan Rp200 juta.

    Kapo.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM