PT Silma Bantah Pemberitaan harianhaluan.com


Senin,09 Januari 2017 - 09:11:20 WIB
Reporter : Tim Redaksi

BATAM, HALUAN—Terkait dengan pemberitaan di Harianhaluan.com pada 9 Juni 2016 yang berjudul “Permintaan DPRD Kepada Tim 9 Hentikan Reklamasi di Batam Center,” PT Silma Sunter Agung membantah pemberitaan tersebut terutama tentang lokasi pengambilan tanah.

Dalam berita tersebut dijelaskan, “Setiap malam puluhan truk berlogo Silma Group tetap mengeruk bukit dan menimbun di kawasan Batam Kota tersebut. Tanah penimbun reklamasi ini berasal dari bukit di kawasan Telaga Punggur dan Simpang Jam. Puluhan truk yang membawa tanah itu silih berganti masuk ke areal reklamasi menurunkan tanah ke pinggir pantai yang dianggap perlu ditimbun dan diratakan.

Terkait dengan sanksi yang diberikan, Agussahiman mengatakan mulai dari penyegelan terhadap alat berat hingga pencabutan izin.

“Untuk sanksinya ada bermacam-macam. Namun yang pasti akan dilakukan penyegelan terhadap alat pengerjaannya,” ujar Sekda Kota Batam ini.

http://harianhaluan.com/news/detail/55177/hentikan-reklamasi-di-batam-center
Link diatas merupakan berita yang dikeluarkan tanggal 9 Juni 2016, dan PT Silma Sunter Agung meminta hak jawab dari isi berita tersebut.

Dalam hak jawabnya, PT. Silma Sunter Agung menyatakan tidak pernah mengambil tanah di Simpang Jam.

Berikut isi Hak Jawab tersebut : 1. Pemberitaan berjudul “Permintaan DPRD Kepada Tim 9 Hentikan Reklamasi di Batam Center,” yang diunggah pada 9 Juni 2016. Pada kalimat yang mengatakan bahwa kami melakukan penimbunan di lokasi PT. TK dengan pengambilan tanah dari Punggur dan Simpang Jam. Hal ini kami nyatakan sangat tidak benar, dan kami juga tidak pernah melakukan pengambilan tanah di lokasi Simpang Jam seperti yang diberitakan.

Terkait hal tersebut Dewan Pers meminta klarifikasi terhadap Pengadu dan Teradu di Batam.

Dalam Risalah Penyelesain Pengaduan PT Silma Sunter Agung terhadap Media Siber Harianhaluan.com. Dewan Pers menerima pengaduan dari Yuhendri, Direktur PT. Silma Sunter Agung, tertanggal 28 November dan 24 November 2016, terhadap berita Harianhaluan.com yang berjudul “Permintaan DPRD Kepada Tim 9 Hentikan Reklamasi di Batam Center” (Diunggah pada 9 Juni 2016). Menurut pengadu berita tersebut bohong dan tidak benar.

Terkait pengaduan ini. Dewan Pers telah meminta klarifikasi kepada Pengadu dan Teradu pada 29 Desember 2016 di Batam. Dalam forum klarifikasi ini, terungkap bahwa berita yang diakukan merupakan berita dari lanjutan berita Teradu sebelumnya tentang Pengadu.

Berdasarkan dari pemeriksaan dan klarifikasi tersebut, Dewan Pers menilai berita yang diadukan melanggar pasal 1 Kode Etik Junalistik karena tidak berimbang.

Pengadu dan Teradu menerima penilaian Dewan Pers tersebut, dan menyepakati proses penyelesaian sebagai berikut :
1. Teradu wajib melayani Hak Jawab dari Pengadu secara proporsional paling lambat 3 X 24 jam sejak ditandatanganinya risalah penyelesaian ini.
2. Pemuatan hak jawab di media siber yang dikelola Teradu. Sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber (Peraturan Dewan Pers No 1/2012), harus ditautkan dengan berita yang diadukan. Kemudian dibagian bawah berita yang diadukan harus disertai dengan penjelasan tentang tautan Hak Jawab dari pengadu tersebut.
3. Pengajuan Hak Jawab dari Pengadu paling lambat 8 X 24 jam sejak ditandatangainya Risalah ini.
4. Teradu wajib memuat isi Risalah penyelesaian ini bersamaan dengan pemuatan Hak Jawab dari Pengadu.
5. Kedua pihak sepakat mengakhiri kasus ini di Dewan Pers dan tidak membawa ke jalur hukum, kecuali kesepakatan diatas tidak dilaksanakaan.(***)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM