Hore, Nelayan Sumbar dengan Kapal 30 GT Sudah Boleh Melaut


Kamis,05 Januari 2017 - 18:30:26 WIB

PADANG, HALUAN—Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar Yosmeri menyatakan setelah dikeluarkannnya Peraturan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 71 tahun 2016 akhirnya nelayan yang mempunyai kapal di atas 30 Gross Ton (GT) sudah bisa kembali melaut.

Ia mengakui sudah menerima Permen tersebut, dan menyatakan bahwa nelayan sudah bisa kembali turun ke laut untuk mencari ikan. Namun, untuk izin bagi kapal di atas 30 GT ini harus diurus ke pusat karena Permen ini masih baru dan belum ada aturannya. “Karena kami juga belum tahu bagaimana aturan dan teknisnya, makanya karena teknis pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) belum jelas ke pusat langsung,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Kamis (5/1).

Untuk itu, DKP Sumbar berinisiatif untuk sementara mengumpulkan dokumen kapal syarat pengurusan SIUP dan SIPI, kemudian mengirimkannya ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. Bagi nelayan yang sudah mengumpulkan dokumen lengkap untuk pengurusan izin itu kita berikan Surat Keterangan Sedang Membuat SIUP dan SIPI sebagai pegangan sementara supaya tidak bermasalah selama melaut.

Untuk keamanan dan keabsahan aturan baru ini, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polisi Air Polda Sumbar dan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) II Padang dan memberikan surat keterangan bahwa yang bersangkutan sedang membuat SIUP dan SIPI agar petugas tidak menindak nelayan yang memiliki dokumen tersebut.

“Akhirnya, berkat kegigihan gubernur untuk berkoordinasi dengan pusat berbuah manis dan nelayan dapat kembali melaut. Mengingat sebelumnya, gubernur sudah berkali-kali telah menyurati pihak terkait di pusat, tidak saja Kementerian Kelautan dan Perikanan, tetapi juga Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman,” jelasnya.

Kapal bagan 30 GT di Sumbar kesulitan mengurus izin ke Kementerian Kelautan dan Perikanan setelah Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan diterbitkan. Akibatnya ribuan nelayan bagan di Sumbar tidak bisa melaut karena takut ditindak petugas sebab tidak memiliki izin yang butuhkan.

Pemerintah Provinsi Sumbar berupaya untuk mencarikan solusi agar nelayan tersebut bisa kembali melaut dengan menyurati kementerian terkait. Hasilnya, Menteri Kelautan dan Perikanan mengeluarkan surat edaran membolehkan bagan menangkap ikan hingga 31 Desember. Karena batas waktu telah berakhir, nelayan bagan kembali cemas tidak bisa melaut. Namun dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 71 tahun 2016, nelayan bagan Sumbar bisa bernafas lega karena bisa kembali mencari nafkah untuk keluarga. (h/rin)

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM