FENOMENA LGBT DI SUMBAR (BAGIAN KETIGA)

Gaya Hidup yang Berisiko Tinggi Terhadap Penularan HIV/AIDS


Jumat,30 Desember 2016 - 01:27:04 WIB
Gaya Hidup yang Berisiko Tinggi Terhadap Penularan HIV/AIDS Ilustrasi.

Meningkatnya jumlah kaum LGBT saat ini, dalam pengamatan Yuni Ushi Johan, S.Psi Psikolog,  sangat dipengaruhi oleh gaya hidup saat ini. Kemudian, yang juga sangat berpengaruh adalah bagaimana kehidupan di masa kecil/remaja seseorang.

Seseorang yang pernah menjadi korban atau mengalami peristiwa sodomi punya kecen­deru­ngan untuk menjadi pen­derita homoseksual. Begitu juga dengan kehidupan masa kecil seseorang. Biasanya, sejak kecil kecenderungan seseorang untuk menjadi penderita kelainan aktivitas seksual ini sudah terlihat. Dan berikutnya, dalam pro­ses pendewasaannya lah yang akhirnya akan mem­buat mereka menjadi ber­beda tersebut,” kata Yuni dalam satu perbincangan kepada Haluan.

Kaum LGBT lanjut Yu­ni, sa­ngat menjaga ko­mu­nitas mereka. Mereka bisa me­lihat siapa yang punya kecen­de­rungan seperti me­reka. Na­mun butuh waktu berbulan-bulan bagi mereka untuk bisa menjadi dekat dengan seseorang. Mereka sangat setia dengan pasa­ngannya. Karena itulah, jika pasa­ngannya berkhianat de­ngan yang lain, mereka bisa men­jadi sangat marah. Rasa cemburu mereka juga sangat tinggi, karena mereka bera­da dalam golongan mino­ritas dalam masyarakat.

 “Jika mereka sudah ber­ko­mitmen dengan satu pili­han mereka, mereka akan sangat meng­­hargainya, setia dan juga sangat menjaga hu­bungan terse­but,” urai Yuni.

Jangan Dikucilkan

Menyigi sisi kehidupan sosial mereka, kaum LGBT, menurut Yuni Susilawati, tak jauh berbeda dengan ke­hidupan manusia nor­mal lainnya. Yang membedakan, adalah dari aktivitas seksual mereka yang cenderung me­nyimpang.

Karena itulah, jika kita mene­mui kejadian seperti ini di ling­kungan kita, Yuni menyarankan agar mereka tidak dikucilkan. “Sentuh hati mereka , dengan ikut merasakan apa yang mereka rasakan. Berikutnya, lakukan upaya untuk mengi­ngatkan mere­ka akan kodratnya sebagai seo­rang pria/wanita. Bah­wa, manusia diciptakan Allah berpasang-pasangan. Ingatkan mereka bahwa hidup yang ideal adalah dengan pasangan lawan jenis, bukan paangan sejenis,” urai Yuni.

Pada umumnya, pasien LGBT yang datang berkonsultasi pada psikolog murah senyum ini me­ngatakan, mereka sangat ingin untuk menjalani kehidupan nor­mal. Namun, sangat sulit mele­paskan diri dari pasangannya karena pasangannya tidak mau. Atau ada juga yang kesulitan dalam melawan hawa nafsu me­reka, terutama jika melihat pa­sangan sejenisnya.

Jika ini yang terjadi, Yuni menyebutkan, biasanya ia akan menyarankan agar pasiennya menggali lebih dalam sisi-sisi positif dalam diri mereka. Meng­gali minat, bakat dan potensi lain yang bisa dikembangkan. Atau juga melakukan hobi yang  bisa dikembangkan, sehingga ke­inginan untuk berhubungan dan berinteraksi dengan pasangannya bisa diredam, untuk kemudian sedikit demi sedikit dihilangkan.

Lingkungan dan keluarga, tambah Yuni, sangat berperan dalam proses penyembuhan ini. “Keluarga harus bisa menerima terlebih dahulu, bahwa inilah kondisi keluarga mereka. Ajak mereka untuk berpikir normal, dapatkan hatinya sehingga me­reka akan curhat sendiri. Pada umumnya, mereka yang sadar akan kekeliruannya, ingin sembuh dari kelainan ini. Karena itulah, kita harus tetap merangkul dia dan tetap berteman baik dengannya,” tambah Yuni.

Jika mereka disakiti, mereka akan punya rasa dendam yang lebih tinggi. Dan sebaliknya, jika kita menghargai mereka, mereka akan menjadikan kita sebagai teman curhatnya.  ”Tapi meski dekat dengan seseorang dengan kelainan LGBT, kita juga perlu menjaga keluarga kita agar tidak menjadi korban LGBT. Antisipasi dari awal dengan mengingatkan mereka agar tidak mengganggu anggoita keluarga kita. Se­dang­kan ke dalam keluarga sendiri, ingatkan agar jangan sampai terjebak dalam pergaulan yang salah tersebut,” kata Yuni tentang antisipasi meluasnya LGBT ini.

Berisiko Tinggi Idap HIV/AIDS

Kaum LGBT memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran pe­nya­kit HIV/AIDS. Menurut Kon­sultan Penyakit Tropik dan In­feksi (PETRI) Sumbar dr. H. Armen Ahmad SpPD, KPTI, FI­NASIM., kepada Haluan baru-baru ini, di Sumbar, pengidap HIV/AIDS kini terus meningkat.

Ia mengakui, ada beberapa pasien yang datang padanya, adalah penyuka sesama jenis yang positif terinfeksi virus ini. Menurut Armen, kalau dihitung secara epidemilogi, satu penderita HIV/AIDS perbandingannya ada­lah 100 orang. “Artinya, diper­kirakan jumpah penderita HIV/AIDS di Sumbar sekitar 200.000 orang. Dan dari jumlah itu, 198. 000 penderita masih belum dike­tahui keberadaannya,” papar Armen.

Walau begitu, Armen menye­butkan, orang-orang yang diper­kirakan terinfeksi HIV/AIDS tersebut, satu waktu pasti akan datang untuk berobat. “Dua atau tiga tahun mendatang, mereka akan datang berobat. Dari sanalah kita tahu, berapa jumlah yang sesungguhnya,” tambahnya.

Untuk mencegah penularan HIV/AIDS agar tidak lebih me­luas, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Menurut Armen, pera­nan Departemen Kesehatan serta instansi terkait lainnya sangat diperlukan. Tidak hanya suara atau sosialisasi dari dokter atau LSM saja.

“Dinas Kesehatan perlu mensosialisasikan ini lebih gencar lagi kepada generasi muda. Pelajar dan mahasiswa, menjadi sasaran kita, karena mereka sangat  rentan terhadap penyakit ini. Pergaulan dan gaya hidup bisa menjadi penyebab­nya,” urai Armen.

Namun, yang paling penting dijaga, kata Armen, adalah gaya hidup. Jangan sampai generasi muda terjebak pada seks bebas (termasuk LGBT), narkoba atau hal-hal lain yang bisa memicu penularan penyakit mematikan ini. “Adalah tanggungjawab kita bersama, agar penyakit ini tidak semakin bertambah penderita­nya,” kata Armen. (bersambung)

 

ATVIARNI
(Wartawan Madya)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:38 WIB

    Di Pasaman, Potensi Peredaran Narkoba Masih Tinggi

    PASAMAN, HALUAN— Selama tahun 2014, Polres Pasaman ber­hasil menga­mankan barang bukti 47,787 kilogram ganja kering dan 24,28 gram sabu-sabu dengan total transaksi diperkirakan Rp200 juta.

    Kapo.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM