Mengejar Pemilik Jarum Suntik di Pantai Tan Sridano


Jumat,30 Desember 2016 - 01:17:38 WIB

Siapa pemilik jarum suntik, tabung infus serta sejumlah limbah medis yang beserakan di sepanjang pantai Tan Sridano, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan? Hingga sekarang memang masih misteri.

Memang, ada sebuah kantong kresek yang bertuliskan Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Rahmah di antara tebaran sampah medis tersebut. Namun hal itu belum bisa dijadikan bukti kuat bahwa RSI Siti Rahmah lah yang menjaid pemilik limbah yang meresahkan masyarakat Batang Kapas tersebut.

Bila melihat tebaran sampah di sepanjang Pantai Tan Sridano, diperkirakan bahwa sampah tersebut bukanlah dibuang di pantai, tapi di tengah laut. Lalu, ombak menghanyut kan sampah medis itu ke pantai sehingga ber­tebaran di sepanjang pantai.

Pihak RSI Siti Rahmah sudah mendatangi lokasi untuk mencek keberadaan sampah medis tersebut. Pihak RSi Siti Rahmah juga sudah mendatangi Polsek Batang Kapas guna mengklarifikasi soal sampah itu. Pihak Siti Rahmah membantah sampah medis itu miliknya, karena untuk pengelolaan limbah medis rumah sakit yang berada di kawasan Jalan Bypass Padang, telah bekerjasama dengan sebuah perusahaan di Jakarta.

Bahkan menurut catatan LSM lingkung­an hidup di Padang, Wahana Lingkungan (Walhi) Sumbar mengaku heran dan tak yakin limbah medis atau B3 (Bahan Ber­bahaya dan Berancun) yang berserakan di Pantai Tan Sridano itu milik RS Siti Rahmah. Mengingat, untuk Provinsi Sumbar, hanya RS Siti Rahmah yang memiliki izin pengelo laan dan memusnahkan limbah medis.

Lalu siapa atau rumah sakit mana yang berani membaung limbah medisnya ke laut dan mencemari lingkungan? Karena, selain pencemaran lingkungan, jarum suntik bekas yang bertebaran di sepanjang pantai itu juga membahayakan warga setempat. Apalagi bila ada yang terinjak dan melukai kaki warga. Karena, bisa saja jarum suntik itu sudah ada yang berkarat atau jarum suntik bekas disun tikkan pada pasien pengidap HIV/AIDS.

Karena itu, wajar Bupati Pessel Hendra joni meradang dan memerintahkan pihak Dinas Kesehatan Pessel berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Melacak rumah sakit atau klinik pengo­batan pemilik limbah medis ini, memang pekerjaan tak mudah. Bila dugaan limbah itu dibuang di laut, berarti pihak kepolisian harus mencari nelayan di sekitar daerah tersebut. Siapa tahu, ada yang melihat kapal yang membuang sampah ke laut. Atau bisa juga pada nomor register alat medis tersebut, yang kemungkinannya, satu rumah sakit berbeda dengan rumah sakit lain.

Kalau perlu Bupati Hendrajoni membuat pengumuman kepada masyarakatnya untuk melaporkan bila melihat hal-hal yang berkai­tan dengan pembuangan limbah tersebut.

Karena, mahalnya biaya pengolahan limbah medis, mungkin saja ada rumah sakit, klinik atau balai pengobatan yang mengambil jalan pintas dengan membuang limbah medisnya ke laut. Semoga pihgak kepolisian segera menemukan jawabannya, sehingga pelaku kejahatan lingkungan ini tidak mengulangi perbuatannya dan rumah sakit lain taku untuk membuat hal yang sama.***


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM