Tunggakan Iuran BPJS Mandiri Capai Rp6,5 M


Jumat,30 Desember 2016 - 01:12:43 WIB
Reporter : Tim Redaksi

PASAMAN, HALUAN - Tunggakan iuran peserta pemegang kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dari kepesertaan mandiri di Kabupaten Pasaman sampai akhir tahun 2016 mencapai Rp6,5 miliar.

Artinya, lebih 70 persen atau 17.681 peserta BPJS kese­hatan mandiri menunggak pem­bayaran iuran setiap bulannya. Pembayaran iuran peserta baru dilakukan sebesar 28,46 persen.

“Tagihan tahun 2016 ini seharusnya Rp.9.032.207.877 namun baru dibayar hanya Rp 2.570.717.806,” kata Kepala Kantor Layanan Operasional (KLO) BPJS Kesehatan Pasa­man, Syafruddin kepada war­tawan, kemarin.

Ia mengatakan, adapun penyebab tingginya angka tung­gakan ini dipengaruhi beberapa faktor yakni ketidakmampuan peserta membayar iuran, mam­pu tapi tidak mau bayar iuran. 

“Kemudian, ada pula peser­ta yang menunggu sakit dulu, setelah pulang dari rumah sakit ti­dak mau lagi bayar iuran dan ada juga dipengaruhi akses pem­bayaran yang jauh dan ketidakpahaman peserta,” kata­nya.

Menurutnya, jumlah peserta BPJS di Pasaman berjumlah 225.785 jiwa, dan 17.681 jiwa di antaranya merupakan perser­ta mandiri. “Peserta mandiri inilah yang menunggak lebih dari 70 persen,” ujar Syafrud­din.

Pes­­erta mandiri itu merupa­kan kategori masyarakat mam­pu sebab peserta dari masya­rakat miskin sudah ditang­gung pemerintah melalui program Jamkesmas atau kartu sehat dan dari APBD bernama Jamkesda.

“Pemanfaatan pelayanan kesehatan justru dari peserta mandiri, tapi malah mereka pula yang menunggak,” sebut Syafruddin.

Ia mengungkapkan, peserta mandiri ini memanfaatkan BPJS kesehatan di RSUD Lu­buk Sikaping. Setiap bulannya, kata dia, peserta mandiri men­dapatkan layanan kesehatan dengan biaya subsidi mencapai sekitar Rp1,1 miliar dari kun­jung­an rawat inap 650 orang, dan rawat jalan 4.600 orang. 

“Jika dihitung sepanjang tahun 2016 ini pengeluaran BPJS men­capai Rp12 miliar,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi itu, pihaknya meminta dukungan pemerintah daerah agar mem­­be­rikan kesadaran ke­pada war­ga terkait pem­bayaran BPJS. Se­bab, saat peserta menunggak satu bu­lan, maka kartu BPJS tidak bisa digunakan lagi.

“Kartu BPJS akan mati ketika peserta menunggak satu bulan iuran,” katanya.

Berdasarkan data, total peserta BPJS  kesehatan Pasa­man saat ini sebanyak 225.785 jiwa dan yang belum menjadi pe­serta sebanyak 101.715 jiwa dari jumlah penduduk Pasaman 327.500 jiwa. Dari semua itu yang sudah ditanggung APBN sebanyak 115.137 jiwa dan di­tanggung APBD sebanyak 65.­603 jiwa.

Sedangkan peserta BPJS dari ASN dan keluarganya seba­nyak 18.978 jiwa, TNI Polri dan keluarganya sebanyak 1.949 jiwa, kemudian pensiunan 4.­786 jiwa. (h/yud)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu,18 Januari 2017 - 11:52:10 WIB

    Denda Tunggakan BPJS di Pasaman Tinggi, Warga Mengeluh

    PASBAR, HALUAN - Pasien BPJS di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat mengeluhkan tingginya denda tunggakan BPJS. Apalagi Kantor BPJS yang ada di wilayah tersebut tidak mensosialisasikannya kepada masyarakat..

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM