Berebut Lahan di Perbatasan


Kamis,29 Desember 2016 - 00:23:04 WIB

Perbatasan dua daerah rentan terjadinya gejolak. Pemicunya cuma satu, berebut lahan. Saling klaim sebagai pemilik lahan, akibat tidak jelasnya tapal batas wilayah tersebut. Apalagi batas antar provinsi, dimana prose­dur administrasinya sudah berbeda.

Inilah yang terjadi di perbatasan Provinsi Sumbar dan Riau pertengahan Desember lalu. Tepatnya di Kenagarian Air Buluh, Kecamatan Pucuk Rantau, Kabupaten Kuan­tan Singingi, Provinsi Riau, yang berbatasan langsung dengan Nagari Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumbar.

Ratusan masyarakat Air Buluh de­monstrasi ke lahan yang saat ini dikelola oleh Koperasi Unit Desa (KUD) Lubung Sejahtera Nagari Timpeh. Luas lahan yang dikelola mencapai 1.500 hektare. Lahan ini telah disertifikatkan oleh KUD dan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Dharmasraya, setelah dilakukan pengukuran, maka diter­bitkan sebanyak 1.600 sertifikat.

Inilah yang memicu kemarahan warga Air Buluh, Kuansing. Mereka mengklaim, 400 hektare dari 1.500 hektare lahan milik KUD itu adalah milik Nagari Air Buluh. Mereka lalu merusak lahan yang sedang dikerjakan oleh pihak KUD dan merusak eskavator yang ada di lokasi.

Sejauh ini, memang belum terlihat sejauh mana penyelesaian dari konflik tersebut. Juga belum ada ketegasan dari pemerintah setempat dan kedua provinsi, Sumbar-Riau soal kepastian tapal batas kedua daerah.

Secara peta satelit, batas Sumbar-Riau tentu sudah pasti ada. Namun secara fisiknya di lapangan, ini yang belum diketahui pasti oleh warga. Entah karena sosialisasinya yang belum dilakukan, atau memang belum ada penentuan tapal batas secara fisik. Namun yang jelas, warag Air Buluh merasa, lahan yang dikelola KUD, sebagian adalah hak mereka. 

Karena itu, saat demo itu mereka mem­buat batas sendiri dengan sehelai papan yang bertuliskan, “Batas Air Buluh” serta men­cabut dan membuang seluruh patok BPN Dhar­masraya di lokasi tersebut.

Bagi Hasan Basri selaku ketua KAN Kecamatan Timpeh, hanya bisa berharap pihak pemerintahan kedua daerah untuk secepat mungkin lakukan tunjuk batas Sumbar dengan Riau. Perlakuan warga Air Buluh tak akan dilawan secara fisik. Dia hanya minta perjelas tapal batas. Dia siap menerima sanksi jika terambil tanah Riau. Sebaliknya jika tidak, dia tolong pertanggung jawabkan perbuatannya dan ganti berapa kerugian yang dialami KUD Lubung Sejah­tera Nagari Timpeh.

Akan banyak lagi perbatasan-perbatasan lain yang berpotensi konflik, bila pemerintah kedua daerah tidak secepatnya memperjelas tapal batas daerahnya.

Ketika pembangunan terus terjadi, harga lahan menjadi kian mahal. Sementara lahan yang ada semakin berkurang. Maka, saat itulah perebutan lahan akan terjadi. Jika pemerintah tidak hati-hati mencermati, perang saudara akan bisa terjadi.

Karena itu, sebelum kasus di Dhar­masraya ini berulang, pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan Provinsi Sumbar harus segera duduk semeja dengan Pemkab Kuansing dan Provinsi Riau. Dudukkan dengan jelas dan tegas batas kedua provinsi. Libatkan pemuka masyarakat setempat, guna menghindari konflik. Segeralah…!!


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM