Panglima TNI Beberkan Ancaman Terhadap NKRI


Kamis,29 Desember 2016 - 00:18:08 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Panglima TNI Beberkan  Ancaman Terhadap NKRI PANGLIMA TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, menjadi pembicara pada acara Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Dalam kesempatan itu, Gatot memaparkan sejumlah hal yang berpotensi ýakan mengancam NKRI.

JAKARTA, HALUAN — Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, berbicara di hadapan Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Dalam kesempatan itu, Gatot memaparkan sejumlah hal yang berpotensi ýakan mengancam NKRI.

Pertama, Gatot me­nying­gung masalah Pangkalan Mari­nirý Amerika Serikat (AS), di Darwin, Australia. Gatot men­jelaskan, pembangunan pang­kalan itu diakibatkan pemba­ngunan besar-besaran yang dilakukan Cina di Laut Cina Selatan (LCS). Terkait hal ini, AS dianggap tidak tinggal diam untuk mempertebal pengaruh­nya di kawasan Asia Pasifik.

“Presiden AS, Barack Oba­ma, saat singgah di Bali pada bulan November 2011 lalu telah menyatakan bahwa Amerika akan meningkatkan operasional militernya secara drastis di bagian barat dan utara benua Australia, serta menjadikan Darwin sebagai Pangkalan mili­ter utama,” tutur Gatot dalam ceramah umumnya, di Audito­rium Kantor PP Muhamma­diyahý, Jakarta, Rabu (27/12).

Kemudian, kata Gatot, es­kalasi ketegangan di LCS me­ningkat drastis pada awal Mei 2014, ketika kilang minyak Cina, His Yang Shi You (HYSY 981) memulai pengeboran mi­nyak yang masih masuk wilayah zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan landas kontinental Vietnam.

Menurutnya, klaim Cina atas seluruh wilayah LCS se­benarnya telah dilakukan ber­sama dengan negara-negara yang merasa memiliki sebagian dari LCS seperti Taiwan, Viet­nam, Filipina, Malaysia, dan Brunei Darussalam ke meja perundingan PBB.

“Inilah alarm peringatan munculnya ancaman terhadap kedamaian dan stabilitas kawas­an ini,” ucapnya.

Gatot melanjutkan, kebera­daan Five Power Defence Ar­ranga­ment (FPDA) atau per­janjian negara-negara perse­mak­muran Inggris juga tidak boleh luput menjadi perhatian Indonesiaý.

Menurutnya, posisi FPDA di mana sebelah utara ada Malay­sia dan Singapura, sedangkan di bagian selatan terdapat Australia dan Selandia Baru. Gatot me­nambahkan, setidaknya tiga dari empat negara tersebut pernah memiliki sejarah hubungan bilateral yang kurang harmonis dengan Indonesia seperti Ma­lay­sia, Singapura, dan Australia.

Tantangan Indonesia

Gatot mengungkapkan, 2043 merupakan tahun yang mengancam bagi Indonesia. Pasalnya, negeri yang kaya dengan sumber daya alamnya ini bakal diserbu penduduk dari negara lain.

Gatot mengatakan, konflik yang memperebutkan sumber daya minyak saat ini akan bergeser pada pertarungan perebutan ýbahan makanan nantinya.

“Negara di sekitar ekuator dikenal punya sumber daya alam yang melimpah,” katanya.

ýIa berpendapat, tantangan itu akan diperparah oleh negara-negara di sekitar Indonesia yang ingin masyarakat terpecah be­lah. Salah satu caranya yaitu melalui serangan teroris dan penyebaran narkoba.ý

ýIa juga menyampaikan bahwa terorisme menjadi cara legal negara-negara lain untuk masuk ke berbagai wilayah. Contohnya adalah rencana ISIS untuk membangun markas di kawasan Filipina bagian sela­tan.ý Markas itu, lanjut dia, disebut akan menjadi basis penyebaran paham radikal yang digaungkan ISIS di Asia Teng­gara.ý

“Tujuannya untuk me­ngua­sai Indonesia,” ucapnya.

Lebih daripada itu, ancaman yang tak kalah menakutkan ketimbang terorisme, yakni peredaran narkotika. Perang menggunakan barang haram ini sejarahnya digunakan Kerajaan Inggris Raya saat hendak me­ngua­sai Taiwan dan Hong Kong.ý

Gatot berujar, barang haram itu tengah merajalela di Tanah Air. Berdasarkan data dari BNN, selama tiga tahun terakhir terjadi lonjakan pesat peredaran narkotika di Indonesia. Pada 2013, BNN menyita 542,6 kg narkotika. Jumlah itu kemudian bertambah besar pada 2014 dengan total 1,1 ton.

ý”Pada 2016, BNN berhasil menyita 4,5 ton. Jumlah yang cukup untuk jutaan warga Indo­nesia,” katanya.

Karena itu, Gatot berharap masyarakat menguatkan kem­bali kebinekaan Indonesia. Selain itu, masyarakat diminta untuk bergotong royong.

“Kita harus berkaca pada sejarah masa lalu, Sriwijaya dan Majapahit yang hancur karena perpecahan oleh masyarakatnya sendiri,” tuturnya. (h/okz)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu,02 Juli 2016 - 01:43:20 WIB

    Pembebasan Sandera Abu Sayyaf, Panglima TNI Tunggu Perintah

    Pembebasan Sandera Abu Sayyaf, Panglima TNI Tunggu Perintah BALIKPAPAN, HALUAN — Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan TNI tinggal menunggu perintah untuk bergerak membebaskan sandera para Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang ditahan milisi bersenjata di Filipina..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM