438 GTT Pekanbaru Lakukan Protes


Rabu,28 Desember 2016 - 01:39:15 WIB
Reporter : Tim Redaksi
438 GTT  Pekanbaru Lakukan Protes Sebanyak 438 Guru Tidak Tetap (GTT) atau honor di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru memprotes pemotongan gaji. (ANT)

Pekanbaru, Haluan — Sebanyak 438 Guru Tidak Tetap (GTT) atau honor di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru memprotes dilakukannya pemotongan gaji mereka dari besaran Rp2.100.000 menjadi Rp1.750.000 sejak Juli 2016.

“Mana cukup untuk biaya hidup,” kata salah satu guru SDN 16 Pekanbaru Dewi Yulianora, Selasa (27/12).

Dewi yang mengaku se­bagai GTT Kategori dua (K2) ini sudah mengajar sejak 2004. Namun hingga kini nasibnya untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemko Pekanbaru tidak juga terwujud.

Diperparah lagi sejak Juli 2016 kemaren dia dan rekan seprofesi harus menerima potongan gaji yang bervariasi tergantung jenjang pen­di­dikan.”Saya biasa terima gaji Rp2.100.000 perbulan, sejak Juli dipotong hanya men­dapat Rp1.750.000 perbu­lan,” terang dia mengeluhkan.

Padahal sebut dia gaji tersebut sudah dipatok untuk kebutuhan biaya hidup dan anak sekolah serta kelu­arga­nya.”Kalau dipotong seperti ini kami harus cari kemana kurangnya,” tegas dia.

Ia merinci besaran pemo­tongan untuk guru lulusan sarjana sebelumnya Rp2.­100.000 menjadi Rp1.750.­000, tamatan D3 honornya dipotong menjadi Rp1,650.­000 dan SMA menjadi Rp­1.500.00 perbulan.”Makanya kami protes agar gaji kami 2017 dikembalikan ke nilai Rp2.100.000 perbulan,” ka­tanya berharap.

Di tempat yang sama Pelaksana tugas (Plt) Wali­kota Pekanbaru  Edwar Sa­nger membenarkan adanya pemotongan tersebut oleh Pemko. Karena menye­suai­kan dengan regulasi yang ada. Apalagi Anggaran Penda­patan dan Belanja Daerah Pekanbaru 2017 sudah disah­kan.

Sehingga tidak mudah untuk mengubahnya.”Tentu yang tahu sebagai pengguna anggaran Pemko ini adalah Sekdako,” tegasnya beralasan.    Namun demikian ia berjanji akan meminta tim TAPD Pekanbaru bersama-sama utusan para guru yang protes membahas dan me­nyele­saikannya.”Kami berharap ada solusi terbaik,” kata dia.

Ditanya dasar apa Pemko Pekanbaru melakukan pemo­tongan honor para guru, Edwar kembali menerangkan dikarenakan keuangan yang krisis.

Pascamenurunnya penerimaan daerah dari ber­bagai sektor, DBH, DAU dan pajak membuat biaya yang harus ditalangi Pemko dan biaya pembangunan tidak tercukupi alias minus.  

“Kan kemampuan keua­ngan yang kurang selama ini, saya rasa semua tahu lah begitu saya masuk jadi Plt sudah begitu,” tegas Edwar.

Namun demikain sebut Edwar hal ini masih bisa dibicarakan dengan baik. Siapa tahu ada perubahan keuangan tahun depan se­hingga bisa di revisi. Walau yang pasti APBD 2017 sudah disahkan.

Sekedar informasi bela­kangan Pemko Pekanbaru sudah memutuskan mela­kukan pengurangan pem­bayaran gaji honor Tenaga Harian Lepas yang ber­gan­tung pada Satuan Kerja Pe­kanbaru. Tujuannya untuk mencukupkan keuangan dae­rah yang menipis akibat tidak tercapainya pene­rimaan.

Hal ini dilakukan ketim­bang merumahkan seba­hag­ian besar THL yang dikha­watirkan berdampak negatif. Karena diharapkan tahun depan akan ada peningkatan pada penerimaan dan keu­angan daerah.(h/ant)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM