Wajah Lama di Organisasi Baru


Selasa,27 Desember 2016 - 00:50:59 WIB

Jika tak ada aral melintang, Hari ini, Selasa (27/12), Gubernur Sumbar Irwan Prayitno melantik 51 pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Sumbar sesuai dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru yang ditetap­kan DPRD Sumbar, bulan lalu.

Sama dengan pelantikan-pelantikan pejabat eselon sebelum-sebelumnya, tak kan banyak yang berubah di OPD baru ini. Semua pejabat yang dilantik -tanpa menye­but nama- juga merupakan wajah-wajah lama yang mungkin hanya berganti posisi. Bagi Gubernur Sumbar, jelas menempatkan orang yang lebih dipercaya dan dinilai dapat memaksimalkan kinerja OPD demi jalannya pemerintahan yang dipimpinnya. Walau terkadang harus mendatangkan pejabat dari kabupaten/kota, tapi tak akan lebih dari sepertiga dari jumlah yang akan dilantik. Selebihnya, hanya berganti posisi saja meski ada yang masih tetap menempati posisi yang sama karena baru dikukuhkan beberapa waktu lalu namun dalam struktur OPD lama. 

Pelantikan OPD baru ini mengikuti amanah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 tahun 2016, di mana dalam PP tersebut mengharuskan pemerintah daerah melaku­kan penataan ulang struktur SKPD. Dari penataan ulang itu, terjadi penciutan jumlah jabatan, khususnya di jabatan eselon III dan IV. Sedikitnya, 162 jabatan eselon III dan IV yang hilang dan bakal banyak pejabat yang akan kehilangan eseloneringnya serta otomatis akan kehilangan tunjangan eselon­nya.

Dengan PP 18/2016, maka eselon III di masing-masing biro hanya boleh tiga jabatan. Begitu juga dengan jabatan eselon IV. Masing-masing eselon III tidak lebih mem­bawai tiga eselon IV, sebelumnya eselon III membawahi masing-masing empat eselon IV. Pengurangan inilah yang berakibat hilang­nya 162 jabatan eselon III dan IV. Bila ditambah dengan adopsi sejumlah pejabat dari kabupaten/kota, jelas bertambah pula jumlah pejabat provinsi sebelumnya yang akan kehilangan eselon.

Akan mau ditempatkan di mana para pejabat nonjob ini? Ini juga yang menjadi kerisauan Irwan Prayitno sebagai Gubernur Sumbar. Di satu sisi, sebagai kepala daerah, Irwan harus taat aturan. Namun di sisi lain, dia juga harus dihadapkan pada persoalan banyaknya ‘anak buah’ nya yang tak kebagian tempat dan pasti tidak bisa dipak­sakan untuk dimasukkan. Sebagai staf ahli, mungkin bisa. Tapi jelas tak mungkin 162 staf ahli. Lagian eselonnya baru III dan IV, yang secara aturan belum bisa disebut atau masuk dalam kategori staf ahli. Kecuali mantan pejabat eselon II yang tak kebagian tempat di OPD baru ini, masih bisa diakal-akali posisinya di staf ahli.

Inilah rumitnya. Kita yakin, Irwan tak tega juga melihat stafnya terpaksa harus kehilangan tunjangan eselonnya. Karena, kebanyakan Aparatur Sipil Negara (ASN), SK pegawainya sudah tergadai di bank, baik untuk membeli rumah atau mobil dan selama ini terbiasa hidup dengan tunjangan eselon atau pendapatan sampingan lainnya. Nah sekarang, ketika tunjangan itu hilang, apalagi yang mau diperbuat.

Mendatangkan wajah baru dari daerah, juga harus jadi pertimbangan gubernur, bila memang di pejabat sekarang dilihatnya belum terpenuhi kompetensi yang diingin­kan.

Inilah wajah pemerintahan kita. Berganti penguasa, berganti kebijakannya dengan harapan masa kepemimpinannya dapat lebih baik. Kalau masyarakatnya masih mengang­gap belum baik, itu bagian dari resiko sebagai pemimpin. Menjalani hidup ini pasti punya resiko, disuka atau dibenci. Tapi, harus dijalani.**


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:38 WIB

    Di Pasaman, Potensi Peredaran Narkoba Masih Tinggi

    PASAMAN, HALUAN— Selama tahun 2014, Polres Pasaman ber­hasil menga­mankan barang bukti 47,787 kilogram ganja kering dan 24,28 gram sabu-sabu dengan total transaksi diperkirakan Rp200 juta.

    Kapo.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM