Syafi’i, Sosok Petani Penemu Padi Varietas Nasional Gadang Rumpun


Selasa,27 Desember 2016 - 00:40:39 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Syafi’i, Sosok Petani Penemu Padi Varietas Nasional Gadang Rumpun WALIKOTA Sawahkunto Ali Yusuf bersama petani pemurni varietas Gadang Rumpun Kumbayau. (HUMAS)

SAWAHLUNTO, HALUAN — Baginya, membangun Kota Sawahlunto tidak harus menjadi pegawai negeri maupun  politisi. Dengan semangat membangun, walau hanya menyandang status sebagai petani, Syafi’i ternyata bisa berkontribusi terhadap negeri.

Perjuangannya sejak 12 tahun lalu, dengan memurnikan padi varietas Gadang Rumpun Kumbayau berbuah hasil. De­ngan dukungan yang diberikan Pemerintah Sawahlunto ber­sama Balai Pengawas Sertifkat Benih (BPSB) Bukittinggi dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumbar, mengantarkan Gadang Rumpun lulus uji dan dilabeli sertifikat benih nasional.

“Alhamdulillah, Allah SWT memberikan bagi Sawahlunto benih dengan sertifikat nasional. Ini untuk kita semua, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi masyarakat Sawahlunto, Su­matera Barat, dan Indonesia sendiri,” ujar Syafi’i kepada Haluan, di sela-sela kesibu­kannya.

Syafi’i tertarik melakukan pemurnian terhadap varietas Gadang Rumpun Kumbayau, disebabkan padi lokal itu sema­kin langka dan sulit ditemukan di kalangan petani. Padahal, varietas yang menjadi satu-satunya varietas padi lokal di kota seluas 275,9 kilometer persegi itu terbilang banyak memiliki keunggulan.

Menurut suami Hariyus itu, ketertarikannya melakukan pemurnian, disebabkan keung­gulan yang dimiliki varietas Gadang Rumpun Kumbayau. Mulai dari ketahanan padi terhadap kekeringan, rumpun yang besar, tangkai panjang, dan yang sangat penting tahan akan hama penyakit.

Pria yang kini telah me­masuki usia yang tidak muda lagi itu, mengawali pemurnian di atas lahan seluas setengah hektare. Dari lahan itu dimulai proses pemurnian dengan me­milih butir demi butir padi terbaik, untuk kemudian digu­nakan sebagai benih di musim tanam berikutnya.

Dalam setahun, Syafi’i, hanya melakukan satu musim tanam. Setiap musim tanam akan disemai butir-butir benih pilihan dari musim tanam sebe­lumnya. Artinya telah terjadi dua belas kali pemurnian benih yang dilakukan Syafi’i.

“Sejak 2004 kami gunakan dan melakukan pemurnian, alhamdulillah belum satu kali­pun terserang hama. Hanya saja, usia tanam dari masa semai hingga panen terbilang lebih panjang,” ulas Syafi’i ber­sema­ngat.

Bahkan, terang Syafi’i, Ga­dang Rumpun Kumbayau juga ditanam dengan sistem tanam satu batang, tetap saja tahan akan hama penyakit. Termasuk juga dengan hasil produksi. Pada awal-awal pemurnian, capaian produksi hanya 4 ton per hek­tare. Kini, capaian produksi telah menembus angka 6,5 ton hingga 8 ton untuk setiap hek­tarenya.

Meski kini varietas Gadang Rumpun Kumbayau telah men­dapatkan sertifikat dari Balai Benih Nasional, Syafi’i menga­ku bertekat untuk terus melakukan pemurnian, sehingga nantinya akan ditemukan benih terbaik.

“Saya tidak akan pernah berhenti untuk melakukan pe­mur­nian hingga akhir hayat menjemput,” tegas warga Dusun Sialang Desa Kumbayau Keca­matan Talawi Sawahlunto itu.

Di usianya yang memang tidak lagi muda, Syafi’i bertekad akan tetap memberikan sum­bangsih terhadap Kota Sawah­lunto. Sebagai petani, Syafi’i akan terus melakukan ujicoba terhadap tanaman yang dibu­didayakan.

Walikota Sawahlunto Ali Yusuf, mengungkapkan apre­siasi yang tinggi bagi Syafi’i yang terus berjuang di usia yang tidak lagi muda.

“Sawahlunto tentu sangat berharap, akan muncul Syafi’i-Syafi’i muda, yang dapat terus mengangkat Sawahlunto ke depan, sesuai dengan bidang dan profesi yang didalami,” ujar Ali Yusuf.(h/dil)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM