Penyuap Irman Minta Dipenjara di Padang


Rabu,21 Desember 2016 - 01:18:04 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Penyuap Irman Minta Dipenjara di Padang BOS Gula Xaveriandy Sutanto dan Memi, istrinya.

JAKARTA, HALUAN — Xaveriandy Sutanto dan Memi, suami istri penyuap mantan Ketua DPD Irman Gusman, menyesali per­bua­tan mereka. Keduanya me­minta belas kasih hakim agar diberi hukuman yang ringan. Selain itu keduanya juga meminta majelis hakim me­ngabulkan permohonan jus­tice collaborator yang me­reka ajukan dan juga minta menjalani hukuman penjara di Padang.

“Kami memohon dengan segala kerendahan hati dan penyesalan yang mendalam kiranya Yang Mulia majelis hakim berkenan memberi putusan yang ringan dan serendah-rendahnya,” kata Memi saat membacakan pledoi mereka berdua di Pengadilan Tipikor, Jl Bu­ngur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (20/12) seperti dilansir detik.com.

Keduanya menyampai­kan sejumlah pertimbangan agar hakim tak memberi hukuman yang berat. Di antaranya masih memiliki tanggungan 148 karyawan, serta dua orang anak kecil yang hanya tinggal bersama seorang pengasuh.

“Sebanyak 148 karya­wan kami terancam PHK, terlebih yang menyayat hati kami, kami harus mening­galkan kedua anak kami yang teramat kami kasihi yang tidak berdosa yang secara tiba-tiba harus diting­galkan berdua saja di rumah almarhum kedua opa dan omanya, hanya ditemani seorang karyawan laki-laki yang hanya hadir pada malam hari,” tutur Memi yang mulai menangis.

Sutanto dan Memi meru­pa­kan pengusaha yang salah satu produk komoditasnya adalah gula. Keduanya diduga menyuap Irman Gusman Rp 100 juta agar Irman membantu mereka men­dapatkan kuota pembelian gula impor di Bulog.

“Selama kami ditahan di KPK, dimanfaatkan oleh pedagang yang tidak bertanggungjawab untuk tidak mau membayar utang dalam jumlah yang sangat besar dengan berbagai alasan. Se­men­tara kami diwajibkan untuk mem­bayar bunga bank dan cicilan tanpa ada pemasukan dan peru­sahaan kami diambang kebang­krutan,” ujar Memi.

Sutanto dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsidair 3 bulan kurungan. Se­mentara Memi dituntut 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsidair 3 bulan kurungan.

“Kami mohon kiranya majelis hakim Yang Mulia berkenan mengabulkan permohonan jus­tice collaborator yang kami aju­kan demi kemanusiaan, demi karyawan, dan demi anak-anak kami,” kata Memi.

“Kami telah bekerja sama, jujur, kooperatif dalam menyam­paikan keterangan dan bukti yang signifikan sejak dari permulaan penyidikan,” lanjutnya.

Memi menjelaskan, mereka juga langsung memberikan semua password yang dibutuhkan penyi­dik untuk mengakses dokumen dan aset-aset milik mereka. Hanya saja, ia memohon agar peralatan di perusahaan dan dokumen yang disita oleh KPK dapat dikem­balikan karena penting untuk operasional perusahaan.

“Kami mohon kiranya seluruh peralatan, dokumen kerja kami yang disita KPK dapat dikem­balikan karena masih sangat kami butuhkan,” ujarnya.

Menurut Memi, perusa­haan­nya di ambang kembangkrutan. Padahal, 148 karyawannya me­minta perusahaan terus bisa beroperasi.

Terkait lokasi penahanan, Memi dan Sutanto memohon ditempatkan di lapas atau rutan di Kota Padang.

“Kami juga memohon kepada yang mulia agar kami dapat menjalani masa hukum pidana kami di lapas atau rutan kelas 2B di Anak Air, Kota Padang. Me­ngingat anak-anak kami yang di bawah umur berada di Kota Pa­dang. Sehingga memudahkan anak-anak kami menengok dan berkunjung tanpa perlu me­ngeluarkan biaya yang cukup besar,” pinta Memi. (h/ald)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM