Hanya Tiga Puskemas di Riau yang Terakreditasi


Selasa,20 Desember 2016 - 00:01:53 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Pekanbaru, Haluan — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Andra Sjafril menyebutkan hanya tiga Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) yang terakreditasi dari 211 puskesmas yang ada di daerah dengan julukan “Bumi Lancang Kuning” itu.

“Yang sudah terakreditasi ada tiga puskesmas dan enam lagi sudah masuk dalam penilaian, sebenarnya kita targetkan 29 tahun ini tapi kita gagal mencapai target karena beberapa persoalan,” kata Andra Sjafril, Senin (19/12).

Andra menjelaskan, persoalan status akreditasi yang gagal dari capaian target pada 2016 disebabkan karena tidak siapnya sarana pelayanan masyarakat tersebut dalam penilaian, serta sumber daya manusia yang masih jauh dikatakan cukup dari standar yang ditetapkan.

“Target 29 tapi belum tercapai karena kita tidak siap dan tenaga kerja yang tidak cukup,”  kata Andra.

Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyeleng­garakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja, sehingga kehadirannya di kawasan perdesaan dapat langsung bersentuhan dengan masyarakat untuk mendapat akses kesehatan dengan cepat.

Untuk itu, perlu dorongan peningkatan status di bidang kesehatan yang terkelola dengan baik. Pemprov Riau telah berjanji akan melakukan pemerataan kesehatan khususnya dalam pembangunan dan perbaikan Pus­kesmas sebagai pelayanan tingkat dasar kesehatan.

Berdasarkan data dari Dinkes Riau tercatat terdapat 211 puskesmas, 71 rumah sakit baik RS swasta maupun RS milik pemerintah. Sedangkan menurut klasifikasinya lima sudah masuk dalam kelas B termasuk Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad yang merupakan RS milik pemerintah.

Pemerintah Provinsi Riau di bawah kepemimpinan Gubenur Riau Arsyadjuliandi Rachman berkomitmen untuk melakukan penguatan pelayanan kesehatan primer, dimulai dari puskesmas sebagai garda terdepan yang dapat menyentuh masyarakat terutama di kawasan perdesaan.

Melalui dana yang dikucurkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk melakukan renovasi dan pembangunan pu­s­kesmas diharapkan menjadi alternatif memutus antrean panjang jika berobat ke rumah sakit.

“Masyarakat berbodong-bondong berobat ke RS, untuk mengatasi persoalan ini perlu ditingkatkan puskesmas sebagai wadah pelayanan kesehatan primer,” kata gubernur yang akrab disapa Andi Rachman beberapa waktu lalu. (h/ant)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,21 Juli 2016 - 02:13:50 WIB

    Embung PDAM Rp40 M Hanya Jadi ‘Pajangan’

    TEMBILAHAN, HALUAN — Embung PDAM Tirta Indragiri yang berlokasi di Kecamatan Tempuling dan telah menelan puluhan miliar uang negara dari tak ubahnya bak ‘pajangan rumah’..
  • Sabtu,23 April 2016 - 03:56:25 WIB

    Hanya 30 Travel Umrah Resmi

    PEKANBARU, HALUAN—Berdasarkan data yang diakui secara resmi oleh Kementrian Agama Riau, Association of the In­donesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Provinsi Riau menegaskan di Riau hanya 30 travel umroh dan haji yang .
  • Selasa,12 Januari 2016 - 02:06:42 WIB

    Pencegahan Karhutla Hanya Dianggarkan Rp 27 Miliar

    PEKANBARU , HALUAN — Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman mengatakan, total anggaran untuk antisipasi malapetaka Kebakaran Hutan dan Lahan yang dianggarkan dalam APBD Riau tahun 2016 hanya sebesar Rp 27 miliar. .
  • Minggu,02 Agustus 2015 - 20:13:51 WIB

    Hanya 17.319 Usaha di Pekanbaru yang Berizin

    PEKANBARU, HALUAN —Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BP­T PM) Kota Pekanbaru menyatakan, hanya sekitar 17.319 usaha di Pekanbaru yang mendaftar dan me­miliki izin. Hal itu sangat minim diban.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM