BUPATI SOLOK H GUSMAL SE MM DT RAJO LELO:

Walinagari Harus Permudah Persyaratan Nikah


Jumat,09 Desember 2016 - 01:38:02 WIB
Walinagari Harus Permudah Persyaratan Nikah BUPATI Solok H Gusmal menyerahkan secara simbolis buku nikah kepada pasnagan suami istri yang mengikuti program pelayanan terpadu isbat nikah, Kamis (8/12) di Kantor Bupati. (ERI SATRIA)

AROSUKA, HALUAN — Mengantisipasi terjadinya nikah liar, Bupati Solok, H.Gusmal SE MM Dt Rajo lelo mengintruksikan selu­ruh walinagari yang ada di Kabupaten Solok untuk mem­­permudah persyaratan pernikahan.

Hal itu diungkapkannya saat penyerahan buku nikah kepada 136 pasangan suami istri yang mengikuti program pelayaan terpadu sidang isbat nikah tahun 2016 di ruang Pelangi Kantor Bupati Solok, Kamis (8/12). Disamping me­nyerahkan buku nikah, Bupati Gusmal pada kesempatan itu juga menyerahkan akte kelahiran dan Surat Penetapan Pengadilan Aga­ma tentang Isbat Nikah.

“Pernikahan itu adalah suatu perbuatan yang harus disegerakan dan tidak boleh ditunda-tunda. Oleh karena  itu, walinagari harus mem­permudah segala persyaratan dan tidak boleh memungut ba­yaran keti­ka warga mengurus NA,” ujara Gusmal.

Diungkapkannya, saat ini di Kabupaten Solok terdapat 56 ribu orang usia subur yang siap untuk menikah. Jika persyaratan nikah sulit, mahal dan rumit, diteng­garai mereka akan menempuh jalan pintas, atau melakukan pernikahan secara liar.

Pernikahan menjadi rumit karena adanya sebagian nagari yang memberikan persyaratan persetujuan ninik mamak ampek jinih dan persetujuan mamak kepala kaum sebagai syarat untuk menikah. Kadangkala ninik ma­mak apek jinih itu sedang berada di luar daerah. Akibatnya pernika­han tertunda-tunda lantaran me­nunggu ninik mamak ampek jinih lengkap.

Kondisi ini diperparah lagi dengan  berbagai pungutan yang besarnya di luar kemampuan calon penganten. Akibatnya per­ni­kahan menjadi mahal. Aki­batnya lagi, ada pasangan yang nekad nikah liar atau nikah de­ngan wali yang tidak benar.

“Persyaratan persetujuan ma­mak kepala kaum masih bisa ditolerir, tetapi persyaratan perse­tujuan ninik mamak ampek jinih terlalu berat. Sementara pungutan untuk pembuatan NA oleh wali­nagari tidak boleh sama sekali dan ini termasuk pungli,” tegas Gusmal.

Diingatkannya, nikah baru sah secara agama dan hukum positif apabila dinikahkan oleh KUA atau petugas dari Kemen­trian Agama. Pernikahan yang wali nikahnya P3N secara agama sah akan tetapi tidak sah menurut hukum positif.

Dikatakannya, pernikahan yang wali nikahnya petugas P3N tidak berhak mendapatkan buku nikah. Seseorang yang tidak memiliki buku nikah maka akan terkendala untuk mengurus KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran Anak dan lain sebagainya yang ada hubungannya dengan Buku Nikah.

Searah dengan Gusmal, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sumbar, Drs. H. Aslawi MA me­nga­takan, apabila pasangan suami istri tidak memiliki buku nikah, maka akan berimplikasi hukum pada keturunannya.

Sebagai contoh, apabila terja­di sengketa waris, buku nikah sangat dibutuhkan sebagai bukti autentik adanya hubungan perka­winan dan hubungan darah. Ketu­ru­nan­nya tidak akan menda­patkan hak warisnya secara ber­kesinambungan, kalau tak punya buku nikah seba­gai bukti sebagai ahli waris.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencatatan Sipil, Dinas Kepen­dudukan dan Catatan Sipil Kabu­paten Solok, Buliharlisma S.Sos mengungkapkan, pada tahun 2014 lalu di Kabupaten Solok terdapat 1.700 pasangan suami istri yang telah melakukan perka­winan tetapi belum memiliki buku nikah.

Sejak tahun 2014 dilakukan kerja sama antara Pemkab Solok dengan Pengadilan Agama Koto­baru, Pengadilan Agama Muara Labuh, Pengadilan Agama Kota Solok serta dengan Kementrian Agama untuk menggelar pelaya­nan terpadu sidang isbat nikah. Dari beberapa kali sidang isbat nikah yang digelar sejak tahun 2014 itu, telah berhasil melayani dan memiliki buku nikah seba­nyak 510 pasangan suami istri, atau setara sekitar 30 persen.

Pada tahun 2016 ini kata Buli­harlisma, Pemkab Solok berhasil mengeluarkan buku nikah sebanyal 136 pasang sumai istri dari 265 pasang pemohon yang berasal dari 17 nagari pada 10 kecamatan.

“Mengingat di Kabupaten Solok terdapat 74 nagari dan 14 kecamatan, berarti masih banyak pasangan suami istri yang belum memiliki buku nikah dan belum dilaporkan oleh walinagarinya. Seperti fenomena gunung es, data 1.700 pasangan yang belum me­miliki buku nikah itu baru per­mukaannya saja. Kalau didata secara benar dan teliti, maka angka itu akan membengkak berkali lipat,” kata Buliharlisma.

Ditambahkannya, dari 265 pemohon sidang isbat nikah, 129 di antaranya ditolak karena tidak lulus verifikasi dan tidak ikut verifikasi.

Sedangkan Ketua  Pengadilan Agama Koto Baru mengung­kap­kan, sebagian besar  pemohon tidak  lulus verifikasi karena wali nikahnya tak benar, seperti nikah dengan wali nikahnya mantan pengurus P3N. Akan tetapi ada juga sebagian dari mereka yang tidak lolos verifikasi, karena kawin balenggek atau poliandri alias suami lebih dari satu. (h/adv)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM