Ratusan Ton Ikan Maninjau Mati


Kamis,08 Desember 2016 - 01:45:16 WIB
Reporter : Tim Redaksi

AGAM, HALUAN — Cuaca buruk beberapa hari terakhir mengakibatkan matinya ikan keramba jaring apung di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Sejak awal Desember, sampai Rabu (7/12) sudah 100 ton ikan Maninjau mati. Danau Maninjau kembali memutih, aroma tidak sedap merebak.

Ratusan ikan mati tersebut tersebar pada sejumlah tempat, antara lain, Nagari Tan­jung Sani sebanyak 15 ton, Nagari Duo Koto sebanyak 10 ton, Nagari Koto Kaciak se­banyak 10 ton. Kemudian, Bayua se­banyak 20 ton, Nagari Maninjau sebanyak 20 ton, Nagari Sungai Batang sebanyak 15 ton, dan dan Nagari Koto Malintang sebanyak 10 ton.

Kepala DKP Agam Ermanto di Lubuk Basung, Rabu membenarkan hal tersebut, ia mengatakan,  ikan mati tersebar pada lebih kurang tujuh nagari, dari 25 unit keramba. Ikan di Danau Maninjau, mati mendadak akibat angin kencang melanda daerah itu semenjak awal Desember 2016. “Ikan milik pembudidaya  keramba jaring apung ini terus mati secara berangsur-angsur, akibat curah curah hujan tinggi disertai angin kencang. Akibat hal itu oksigen di air danau berkurang yang mengakibatkan ikan mati mendadak,” katanya.

Ia menjelaskan, beradasarkan data DKP pada tahun 2016 ini jumlah ikan yang mati  40.000 ton. Sementara pada 2015 sebanyak 175 ton, pada 2014 sebanyak 1.087,38 ton, 2013 sebanyak delapan ton dan 2012 sebanyak 300 ton. Ikan jenis nila yang mati itu terdiri dari berbagai ukuran, mulai dari benih sampai siap panen. “Ke 100 ton ikan ini tersebar dari  puluhan pembudidaya ikan. Harga ikan di tingkat pembudidaya sekitar Rp19.000 per kilogram, sehingga kerugian pembudidaya pembudidaya ikan mengalami kerugian sekitar Rp1,9 miliar,” jelasnya.

Ia mengimbau, petani juga disarankan mengurangi tebar benih ikan dari 10.000 ekor per petak dengan ukuran 5x5 meter menjadi 2.000 per petak. (h/yat).

AGAM, HALUAN — Cuaca buruk beberapa hari terakhir mengakibatkan matinya ikan keramba jaring apung di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Sejak awal Desember, sampai Rabu (7/12) sudah 100 ton ikan Maninjau mati. Danau Maninjau kembali memutih, aroma tidak sedap merebak.

Ratusan ikan mati tersebut tersebar pada sejumlah tempat, antara lain, Nagari Tan­jung Sani sebanyak 15 ton, Nagari Duo Koto sebanyak 10 ton, Nagari Koto Kaciak se­banyak 10 ton. Kemudian, Bayua se­banyak 20 ton, Nagari Maninjau sebanyak 20 ton, Nagari Sungai Batang sebanyak 15 ton, dan dan Nagari Koto Malintang sebanyak 10 ton.

Kepala DKP Agam Ermanto di Lubuk Basung, Rabu membenarkan hal tersebut, ia mengatakan,  ikan mati tersebar pada lebih kurang tujuh nagari, dari 25 unit keramba. Ikan di Danau Maninjau, mati mendadak akibat angin kencang melanda daerah itu semenjak awal Desember 2016. “Ikan milik pembudidaya  keramba jaring apung ini terus mati secara berangsur-angsur, akibat curah curah hujan tinggi disertai angin kencang. Akibat hal itu oksigen di air danau berkurang yang mengakibatkan ikan mati mendadak,” katanya.

Ia menjelaskan, beradasarkan data DKP pada tahun 2016 ini jumlah ikan yang mati  40.000 ton. Sementara pada 2015 sebanyak 175 ton, pada 2014 sebanyak 1.087,38 ton, 2013 sebanyak delapan ton dan 2012 sebanyak 300 ton. Ikan jenis nila yang mati itu terdiri dari berbagai ukuran, mulai dari benih sampai siap panen. “Ke 100 ton ikan ini tersebar dari  puluhan pembudidaya ikan. Harga ikan di tingkat pembudidaya sekitar Rp19.000 per kilogram, sehingga kerugian pembudidaya pembudidaya ikan mengalami kerugian sekitar Rp1,9 miliar,” jelasnya.

Ia mengimbau, petani juga disarankan mengurangi tebar benih ikan dari 10.000 ekor per petak dengan ukuran 5x5 meter menjadi 2.000 per petak. (h/yat)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,12 September 2017 - 01:33:54 WIB

    Ratusan Warga Tebing Tinggi Sampaikan Aspirasi ke DPRD

    Ratusan Warga Tebing Tinggi Sampaikan Aspirasi ke DPRD DHARMASRAYA, HALUAN - Sosok pemimpin dekat dengan masyarakat, ratusan pendemo yang berasal dari Kenagarian Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung, mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Dharmasraya untuk menyampaikan aspirasinya te.
  • Jumat,14 Juli 2017 - 11:28:58 WIB

    Ratusan Koperasi di Sumbar Akan Dibubarkan

    Ratusan Koperasi di Sumbar Akan Dibubarkan PADANG, HARIANHALUAN.COM—Selain kabar bahagia dengan banyaknya penghargaan yang diraih Sumbar pada peringatan Hari Koperasi Tingkat Nasional tahun ini, juga ada kabar yang kurang sedap. Pasalnya, sekitar 605 unit koperasi d.
  • Selasa,04 Juli 2017 - 12:22:16 WIB

    Hari Pertama Kerja, Ratusan ASN di Sumbar Mangkir

    Hari Pertama Kerja, Ratusan ASN di Sumbar Mangkir PADANG, HARIANHALUAN.COM – Libur panjang pada Idul Fitri 1438 H kali ini tak sertamerta membuat Aparatur Sipil Negara (ASN) puas. Setidaknya, ada ratusan ASN di Sumbar yang tak masuk kerja serta terlambat masuk ke kantor. T.
  • Senin,05 Juni 2017 - 20:08:25 WIB

    Ratusan Warga Solok Turun ke Jalan, Tuntut dr Fiera Diproses Secara Hukum

    Ratusan Warga Solok Turun ke Jalan, Tuntut dr Fiera Diproses Secara Hukum SOLOK, HARIANHALUAN.COM- Pernyataan kontroversial dr Fiera Lovita dimedia masa mengundang reaksi keras dari masyarakat Kota Solok. Forum Peduli Masyarakat Solok yang terdiri dari unsur niniek mamak, bundo kanduang,anggota DPR.
  • Rabu,22 Maret 2017 - 10:18:40 WIB
    TAHLILAN MENGENANG SETAHUN BERPULANGNYA HJ. DJANINAR

    Ratusan Masyarakat Panjatkan Doa

    Ratusan Masyarakat Panjatkan Doa Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM