Jual Kopi Kawa di Jakarta, Mahasiswa Padang Panjang Raup Omzet Rp100 Juta Sebulan


Selasa,06 Desember 2016 - 22:56:05 WIB
Jual Kopi Kawa di Jakarta, Mahasiswa Padang Panjang Raup Omzet Rp100 Juta Sebulan BISNIS KOPI KAWA—Suasana Kedai Kawa Wahidin di Jl. Saharjo No. 102, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12). Kedai milik 4 mahasiswa S2 asal Padang Panjang itu beromzet Rp100 juta sebulan dengan menu unggulan kopi kawa. HOLY ADIB

Laporan Holy Adib

 

Empat mahasiswa asal Padang Panjang meraup omzet besar di Jakarta dengan berdagang kopi kawa. Omzet mereka sebulan rata-rata Rp100 juta.

 

Tidak heran jika omzet kedai bernama Kedai Kawa Wahidin itu mencapai Rp100 juta sebulan karena dalam sehari, omzetnya sekitar Rp1,5 juta—Rp3 juta pada hari biasa dan Rp5 juta—Rp8 juta pada akhir pekan.

 

Hal itu diceritakan Jundi Mangku Aghni, salah seorang pemilik Kedai Kawa Wahidin saat ditemui Haluan di kedai tersebut, Jl. Saharjo No. 102, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12).

 

“Pengunjung kedai ini sekitar 50 orang pada hari biasa. Pada akhir pekan, pengunjung membeludak, yakni 150 orang. Padahal, kapasitas kedai ini hanya untuk 120 orang. Jadi,pengunjung antre,” ujar lulusan Universitas Bakrie itu.

 

Jundi menceritakan, Kedai Kawa Wahidin berdiri pada 4 april 2015 oleh 4 mahasiswa semester akhir di Jakarta. Selain Jundi, tiga orang lainnya adalah Rifwan Rafsanjani, Handri Maldi, dan Syukria Feri Busra. Mereka merupakan alumni SMAN 1 Padang Panjang. 

 

Modal awal pembuatan Kedai Kawa Wahidin, kata Jundi, adalah Rp20 juta, yang merupakan uang pribadi 4 mahasiswa tersebut. Uang sebanyak itu merupakan uang yang sangat sedikit untuk membuka usaha di Jakarta. Uang tersebut habis semuanya untuk merenovasi kedai yang awalnya merupakan gudang, lalu untuk menyewa kedai yang waktu itu Rp3 juta sebulan, dan sisanya untuk membeli peralatan memasak, membuat gerobak, kursi, dan keperluan lainnya.

 

“Pada hari pertama kedai ini buka, uang kami tinggal Rp2 juta. Uang itu kami belikan semuanya ke bahan-bahan untuk memasak. Maka, semua uang kami habis. Namun, kami beruntung waktu itu pengunjung banyak pada hari pertama buka, sehingga kami mendapatkan omzet Rp2,5 juta. Uang itulah yang terus kami putarkan,” tutur Jundi yang saat ini melanjutkan kuliah S2 di ITB.

 

Jundi melanjutkan, pada tiga bulan awal membuka kedai, omzetnya hanya Rp20 juta sebulan karena pengunjung masih sedikit, yakni 10—20 orang sehari, dan 50 orang pada akhir pekan.

 

Selain itu, harga menu yang dijual belum cocok dengan perhitungan bisnis karena harga itu ditentukan berdasarkan pertimbangan kasar. Dulu, harga kopi kawa Rp4.000 seporsi, kawa susu Rp8 ribu, dan kawa milkshake Rp14 ribu. Setelah tiga bulan sesudahnya hingga kini, harga kawa Rp9 ribu per porsi, kawa susu Rp11 ribu, dan kawa dingin Rp16 ribu. Pada bulan keempat, ditambah satu menu kawa, yakni kawa talua seharga Rp15 ribu seporsi.

 

“Karena sedikitnya pengunjung dan harga menu belum sesuai perhitungan bisnis, omzet kami waktu itu paling banyak Rp2 juta sehari, sedangkan paling sedikit Rp180 ribu,” kata Jundi sambil menyebutkan bahwa ia mengambil bahan kopi kawa dari Batusangkar.

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:38 WIB

    Di Pasaman, Potensi Peredaran Narkoba Masih Tinggi

    PASAMAN, HALUAN— Selama tahun 2014, Polres Pasaman ber­hasil menga­mankan barang bukti 47,787 kilogram ganja kering dan 24,28 gram sabu-sabu dengan total transaksi diperkirakan Rp200 juta.

    Kapo.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM