Pelaku UMKM Harus Disiapkan Hadapi MEA


Selasa,06 Desember 2016 - 01:16:11 WIB
Reporter : Tim Redaksi

AROSUKA, HALUAN — Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Syafrizal Ben mengatakan, mengarifi gejala MEA, Kabupaten Solok harus mengoptimalkan potensi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu bersaing, sehingga tidak terlindas oleh keunggulan negara-negara ASEAN.

“Salah satu syaratnya, tentu dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang diukur dari kecakapan pemakaian bahasa sebagai alat komunikasi ne­gara ASEAN,” kata Syafrizal Ben di Arosuka, Jumat lalu.

Terkait tentang kesiapan Kadin sebagai organisasi pelaku usaha, Syafrizal meng­hendaki adanya sinergi antara Kadin dengan lembaga pemerintah yang mengurus tentang pelaku usaha ini, seperti Dinas Koperindag.

“Salah satu langkah cepat yang harus dilakukan ber­sama adalah dengan memberi pelatihan kepada pelaku UM­KM terkait peningkatan mutu barang dan peningkatan ke­cakapan menggunakan ba­hasa Inggris,” jelas pria yang akrab disapa Haji Ben ini.

Untuk memetik keun­tungan atas perkembangan MEA, setidaknya pemerintah daerah dan Kadin juga mela­kukan upaya perbaikan in­fras­truktur dan perbaikan sistem logistik nasional. Pe­ningkatan kualitas SDM, dan membangun industri yang berbasis nilai tambah. 

Namun karena kurangnya dukungan infrastruktur dan terbatasnya jumlah sumber daya manusia yang kompeten, menjadi hambatan utama yang dihadapi saat ini.

Ketua Kadin juga me­mandang penerapan standar mutu untuk produk atau jasa yang akan masuk ke pasar, perbaikan sistem pengelolaan ekspor impor serta mem­perketat pengawasan ekspor impor, serta memperluas akses pasar di luar negeri.

Untuk mengakali kele­mahan pelaku usaha dan produk yang dihasilkan, pi­haknya lebih menyarankan untuk meningkatkan daya saing dengan pola memberi kesempatan kepada pelaku UMKM asal daerah ini untuk melakukan studi banding ke negara-negara ASEAN, ter­masuk memberikan pelatihan dan kursus bahasa Inggris kepada mereka.

“Kita perlu dukungan pemerintah kabupaten teru­tama Dinas Koperindag dan UMKM untuk memoles para pelaku UMKM asal Kab­u­paten Solok,” terang Syafrizal Ben.

Syafrizal menyampaikan pandangannya lebih untuk mempercepat urusan birok­rasi dengan azas transparansi. Dalam kaitan ini, Kadin sudah mempersiapkan kon­sep-konsep untuk mendo­rong pelaku UMKM mening­katkan kualitas dalam meng­hadapi persaingan MEA.

“Bila masyarakat pelaku UMKM sudah memenuhi kebutuhan pasar, setidaknya di kabupaten ini, maka pro­duk asing tidak berpengaruh bila memang sudah masuk ke sini nanti,” tutur Syafrizal Ben.

Sejatinya, kata dia, perda­gangan bebas kawasan me­mang dapat menjadi peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi dapat membuka pasar bagi industri dalam negeri yang semakin meningkat.

Namun, di sisi lain apa­bila  daerah tidak menyi­apkan diri dengan baik dapat menjadi pasar bagi gempuran produk asing yang dapat menghancurkan kemampuan produktif dalam negeri sen­diri.

“Sebagai warga kita sela­lu berharap MEA dapat mem­bawa kebaikan bagi seluruh masyarakat,” papar Syafrizal.

Di samping itu, tidak kalah pentingnnya untuk segera dilakukan adalah per­luasan akses pasar di luar negeri (ASEAN).

Hal ini menjadi urgens, karena ekspor barang ke pasar ASEAN relatif masih rendah. Bahkan Ketua Kadin Kabupaten Solok ini me­nyebutkan,  tujuan ekspor Indonesia masih terfokus pada pasar Amerika, Tiong­kok dan Jepang.

“Padahal kalau kita per­hatikan tren ekonomi dunia, kini justru lebih cen­derung membuka akses pasar di negara-negara ASEAN. Kita di daerah juga harus siap menangkap peluang ini,” tutur Syafrizal. (h/ndi)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM