Membedah Visi-Misi Calon Dekan FK Unand di RSUP M Djamil


Senin,05 Desember 2016 - 01:48:47 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Membedah Visi-Misi Calon Dekan FK Unand di RSUP M Djamil

PADANG, HALUAN — Satu dasawarsa terakhir, Fakultas Kedokteran Universitas An­dalas (FK Unand) selalu terakreditsi A. Namun tak dipungkiri, FK Unand masih butuh perbaikan di beberapa sisi. Kenyataan itu menjadi tantangan sendiri bagi em­pat calon dekan baru, yang akan bertarung dalam pe­milihan Dekan FK Unand pada 9 Desember (tingkat dosen) dan 14 Desember (tingkat senat) nanti.

Emnpat kandidat secara resmi yang tampil, Dr. Afri­wardi, Dr. Wirsma Arif, Dr. Eva Decroli dan Profesor. Dr. Nur Indrawati Lipoeto akan menggantikan Dr. Masrul yang telah menjabat Dekan FK Unand selama dua perio­de. Sebelum itu, keempatnya harus mampu meyakinkan pemilih akan kapasitas ma­sing-masing, sebelum diper­ca­ya sebagai Dekan FK Unand.

Untuk menguji kapa­sitas dan ketangguhan keempat calon, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M Djamil berinisiatif menggelar bedah visi dan misi calon dekan. Acara yang digelar Minggu (4/12) di Aula RSUP Dr M Djamil itu dihadiri para pa­nelis, puluhan dokter RSUP Dr M Djamil serta tenaga pengajar FK Unand, yang melemparkan berba­gai pertanyaan untuk dijawab oleh para calon.

“Penting bagi kita melihat sejauh mana calon dekan ini menjawab tantangan yang ada di depan, dan menyatukan persepsi untuk kemajuan FK Unand. Ter­masuk bagaimana mereka melihat keterkaitan FK Unand dengan RSUP Dr M Djamil. Itulah maka­nya, sejak FK Unand dan Rumah Sakit ini berdiri, baru kali ini digelar bedah visi-misi seperti ini, dan difasilitasi RSUP M Djamil,” kata Dirut RSUP Dr M Djamil, Dr. Yusirwan Yusuf.

Kepada Haluan, Calon Dekan FK Unand nomor urut 1, Dr. Afriwardi mengatakan, misinya ke depan jika dipercaya sebagai Dekan FK Unand adalah men­jadikan institusi pendidikan itu sebagai institusi yang lebih huma­nis, yang dalam penyelenggaraan prosesnya mengedepankan art dan science.

“Art di sini, saya akan menja­dikan FK Unand memosisikan manusia pada posisi vital dan menjadi sentral dalam proses pendidikan. Artinya, semuanya, baik itu pegawai, dosen, dan mahasiswa harus saling bersinergi dan menjadi sama penting, ka­rena ketiga elemen ini yang menentukan kualitas dokter yang dihasilkan fakultas ini,” katanya.

Ia mencontohkan, dari sisi humanis seorang dosen dituntut harus bekelakuan baik, karena jika tidak, pola pendidikan men­cetak dokter yang humanis di FK Unand hanyalah sebuah omong kosong. Sehingga, keseimbangan dari art dan science mutlak di­perlukan.

Ditanya soal hubungan FK Unand dan RSUP Dr. M Djamil, Afriwardi mengemukakan bahwa keduanya ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. “Satu tidak ada, maka yang lain juga tidak ada. Proses pendidikan di FK Unand tidak akan berjalan baik tanpa ada wahana pendi­dikan. Ini tentu menjadi perhatian pula,” katanya lagi.

Di sisi lain, peningkatan akselarasi FK Unand menjadi senjata utama Calon Dekan FK Unand nomor urut dua, Dr. Wirs­ma Arif. Menurutnya, akselarasi sistem pendidikan akademik dengan atmosfir di FK Unand saat ini sudah berada di jalan yang bagus, sehingga yang dibutuhkan adalah peningkatannya.

“FK Unand saat ini sudah on the right track, tapi harus diper­cepat. Antara lain dengan pening­katan jumlah penelitian, pu­blikasi internasional, jumlah profesor dan jumlah Doktor. Selain itu, saya menawarkan pe­ngem­bangan sistem IT untuk mengontrol informasi, agar mu­dah diakses oleh dosen, maha­siswa, pegawai dan terutama sekali orangtua. Jadi, orangtua juga harus mendapatkan informasi mengenai perkembangan pendi­dikan anak-anaknya,” ucapnya.

Sementara untuk akselarasi kemahasiswaan, ia juga akan mendorong penyelarasan prestasi mahasiswa di bidang akademik dan non-akademik, serta yang terpenting adalah peningkatan etika, sopan santun, budaya be­kerja keras serta kedisiplinan.

Untuk peningkatan pene­litian, Wirsma Arif menyinggung soal alokasi dana hampir 5 miliar untuk penelitian dosen pada tahun lalu. Ia meyakini akan bisa mendorong alokasi dana itu untuk menghasilkan hak cipta yang dapat diaplikasikan di tengah masyarakat, serta mening­katkan rating FK Unand di ting­kat Nasional dan Internasional.

Lain lagi dengan calon nomor urut tiga, Dr. Eva Decroli. Ia mengusung konsep transformasi dalam visi dan misinya. Baginya, transformasi di semua bidang mesti dikedepankan untuk FK Unand agar menjadi institusu yang lebih baik, berkarakter dan unggul. Meskipun secara fakul­tas sudah bagus, ia menilai bebe­rapa prodi harus diberi perhatian lebih agar bertransformasi ke arah yang lebih baik.

“Produk-produk dosen harus memiliki kualitas global, SDM juga begitu. Ibarat pesawat, harus lebih canggih, lebih cepat dan lebih akurat. Tata kelola harus berkeadilan, transparan dan IT harus dikembangkan. Selain itu, undang-undang Dikti juga mene­kankan bahwa penelitian harus mencerdaskan bangsa dan me­nunjang perekonomian, jadi tidak bisa tertinggal di lemari saja. Ini yang akan saya dorong nanti,” kata Eva.

Sementara itu, calon dekan nomor urut empat,  Profesor. Dr. Nur Indrawati Lipoeto menga­takan, ia melihat selama ini FK Unand telah merasa nyaman de­ngan akreditasi A yang dipikul selama satu dekade (10 tahun) terakhir. Padahal, kenyataannya, FK Unand masih perlu bergerak maju agar menjadi lebih baik.

“FK Unand pada kenyataan­nya, dibanding fakultas lain di Unand, masih tertinggal dalam beberapa hal, seperti soal publi­kasi internasional, penelitian kompetitif dan lain-lain. Jadi saya melihat, dengan pengalaman, publikasi internasional, dan relasi yang saya miliki di nasional dan internasional, saya yakin dapat membawa FK Unand mencapai taraf yang lebih baik dari saat ini,” sebutnya. (h/adv)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM