GIATKAN MAGRIB MENGAJI

Ali Yusuf Raih KPID Award


Rabu,30 November 2016 - 00:44:53 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Ali Yusuf Raih KPID Award PROGRAM Gerakan Magrib mengaji mengantar Walikota Sawahlunto Ali Yusuf (depan-kanan), menerima anugerah KPID Award sebagai Tokoh Peduli Penyiaran Sumbar dari KPID Sumbar. (ISHAQ)

Lewat Gerakan Magrib Mengaji-Satu Jam Mematikan Televisi, yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto di daerah tersebut, Walikota Sawahlunto Ali Yusuf diganjar Anugerah Spesial sebagai Tokoh Peduli Penyiaran Sumbar oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar, Senin (28/11).

Anugerah tersebut di­terima langsung oleh Ali Yusuf dari tangan Wakil Ketua KPID Sumbar Afrian­di, dalam acara KPID Award 2016 di Hotel Kyriad Bu­miminang Padang. Selain Ali Yu­suf, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno juga me­nerima anugerah serupa atas perhatiannya pada dunia penyiarasan Sumbar.

“Kami sudah memantau penerapan program ini sejak lama. Langkah Pemko Sa­wahlunto menerapkan satu jam tanpa televisi sejak Ma­grib hingga selesai Isya sangat patut diapresiasi, karena ber­kontribusi pada tera­sa­ringnya beberapa tontonan yang tidak ramah terhadap semua umur,” kata Afriandi.

Afriandi juga menilai, karena baru Sawahlunto yang menerapkan program seperti ini, sehingga selayaknya men­jadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya. Meskipun se­mua tergantung kebijakan ke­pala daerah masing-masing.

Menanggapi anugerah spe­sial tersebut, Ali Yusuf me­ngatakan, penerapan Ma­grib Mengaji bertujuan me­wujudkan komitmennya un­tuk men­ja­dikan masyarakat Sawahlunto yang religius yang telah tertuang pada salah satu visi peme­rintahan yang dipimpinnya.

Award ini adalah kado indah untuk Ulang Tahun Kota Sawahlunto 1 De­sem­ber nanti. Meskipun tu­juan ini Magrib Mengaji ini bukan untuk award apapun, me­lainkan murni perwujudan komitmen menjadikan ma­syarakat Sawahlunto yang religius. Namun, peng­hargaan ini tetap patut kami syukuri dan menjadi tolok ukur se­jauh apa program kami be­r­jalan dan dipantau oleh pihak-pihak tertentu,” kata Ali.

Magrib Mengaji sendiri, lanjut Ali, menjadi sebuah kebutuhan dalam me­ngim­bangi perkembangan zaman dan teknologi, yang ter­ka­dang memberikan dampak negatif terhadap generasi. Dengan kata lain, menjadi penawar atas dampak negatif yang ditimbulkan per­kem­bangan zaman dan teknologi. “Namun yang paling penting, gerakan ini bertujuan me­ningkatkan keimanan dan ke­taqwaan masyarakat Sawah­lunto,” katanya lagi.

Dalam penerapannya, Ge­­ra­kan Magrib Mengaji di­mulai dari rumah dinas (Rum­dis) Walikota, Rumdis Wakil Walikota, Rumdis Sekretaris Daerah, serta di setiap rumah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Selama satu jam, Kepala Daerah dan Ke­pala SKPD tidak diper­ke­nankan menerima tamu dalam rentang waktu Magrib hingga selesai Isya.

“Selain itu, Magrib Me­ngaji juga membangun hu­bungan silaturahmi antar anggota keluarga.  Sehingga ter­bangun komunikasi, koor­dinasi antar anggota keluarga, yang membuat satu dan lain anggota keluarga semakin dekat. Kalau komunikasi dalam keluarga itu sudah terjalin baik, banyak hal-hal negatif yang bisa dihindari, seperti perilaku menyimpang generasi muda dan per­teng­karan antar anggota ke­luarga,” tutup Ali. (h/isq)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM