SMPN 1 Kubung Kekurangan Bangku Belajar


Selasa,29 November 2016 - 00:28:27 WIB

AROSUKA, HALUAN — Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kubung merupakan salah satu SMP tertua di Kabupaten Solok. Namun, sejak berdiri tahun 1960 silam, hingga kini be­lum terlihat geliat pem­bena­han fisik yang optimal. Ter­bukti, dengan masih ba­nyak­nya gedung lama yang masih difungsikan.

Dari informasi yang dihim­pun Haluan, saat ini SMPN 1 Kubung memiliki total siswa sebanyak 483 orang dengan 13 unit ruang belajar. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen lebih siswa yang menimba ilmu di SMP ini berasal dari ekonomi kurang mampu.

Sedangkan jumlah gu­runya mencapai 39 orang, yang terdiri dari 33 orang guru berstatus Pegawai Ne­geri Sipil (PNS) dan 6 orang guru honorer.

Daya tampung ruang be­lajar yang tidak mampu me­nampung semua siswa me­mak­sa pihak sekolah mencari alternatif lain. Seperti men­jadikan sebagian ruang pus­taka sebagai tempat belajar.

“Sekitar 24 orang siswa kelas 1 belajar di pustaka karena kita kekurangan bang­ku dan meja belajar,” sebut Kepala SMPN 1 Kubung, Nurmalini saat menjawab Haluan, Senin (28/11).

Pihaknya mengaku, telah berupaya mencarikan ban­tuan kursi dan meja kepada pemerintah setempat. Na­mun, sampai hari ini masih menunggu. “Kemungkinan dalam waktu dekat meja dan kursi untuk siswa dida­tang­kan. Saya suruh siswa selama ini duduk di lantai untuk bersabar,” katanya.

Soal pelajaran, sejak dite­tapkan menjadi SMPN ber­basis pesantren, siswa SMPN 1 Ku­bung diwajibkan untuk melak­sanakan salat duha di musala.

Berbagai mata pelajaran keagamaan juga ditingkatkan, seperti hafalan quran (tah­fidz) yang sudah masuk dalam jam belajar resmi. Bahkan, tahfidz ini sendiri menjadi satu dari 3 syarat penentu kelulusan peserta didik. “Paling tidak, juz 30 harus hafal. Atau minimal beberapa surat pendek,” kata Nurmalini.

Masih dalam hal pen­didikan, Nurmalini juga te­ngah mengupayakan mem­perbanyak stok buku bacaan di pustaka sekolah. Sebab, saat ini hanya beberapa saja buku yang terdapat di pus­taka. Itupun hanya buku-buku yang berhubungan de­ngan pendidikan umum.

Seharusnya, lanjut dia, sebagai SMPN berbasis pe­san­tren yang baru ditetapkan tahun 2016 ini, pihaknya menginginkan buku bacaan agama dan sejenisnya juga terpajang di pustaka. Sekaitan bantuan ini, lanjutnya, salah seorang anggota DPRD Ka­bupaten Solok menjanjikan akan membantu dana pem­belian buku. “Tapi katanya tahun anggaran 2017, sebab tidak bisa dimasukkan saat perubahan kemarin,” kata Nurmalini sembari menyebut minat baca siswa tinggi, namun buku bacaan minim.

Di sisi lain, setiap kali aliran Batang Lembang me­luap, SMPN yang berada tak jauh dari bantaran sungai ini selalu dihondoh banjir. Kon­disi ini telah berlangsung berpuluh-puluh tahun lama­nya. Sehingga, setiap kali air menggenang sekolah, siswa terpaksa dilibur­kan hingga air surut. Bahkan, tak belajar hingga 3 hari.

Dalam hal ini, kata Nur­malini, pihaknya telah mengu­sulkan pada Dinas Pendidikan Kabupaten untuk menjadikan SMPN 1 Kubung bertingkat. Jika bertingkat, lantai 2 dan 3 kelak dapat dijadikan ruang belajar. Sehingga, saat banjir tidak berpengaruh pada Proses Belajar Mengajar (PBM). “Itu kan baru cita-cita, tapi tidak salah kan kita bermimpi,” sebutnya lagi. (h/ndi)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM