MARCHING BAND GITA ABDI PRAJA IPDN SUMBAR

Satu Bulan untuk Tampil 35 Menit


Rabu,23 November 2016 - 00:46:18 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Satu Bulan untuk Tampil 35 Menit

Suara riuh dan decak kagum tak pernah henti menggema dari bangku penonton dan pinggir lapangan Stadion H Gor Agus Salim usai pemain Marching Band Gita Abdi Praja IPDN Sumatera Barat beraksi. Puluhan ribu masyarakat yang hadir menyaksikan acara pembukaan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat ke XIV, Sabtu (19/11) malam terpukau. Selama 35 menit marching band ini beraksi, seakan pandangan tak ingin lepas dari 108 pamong muda dari Sabang hingga Merauke ini memainkan 8 lagu.

Sang Gitapati (pemimpin Mar­ching Band), I Dewa Gede Ary Sudjana yang memulai aksi dengan penghormatan kepada tamu VIP Pembukaan Porprov Sumbar 14 ini langsung mengayunkan stik mayo­rettnya ke arah pemain, pertanda atraksi dimulai. Dibantu 3 orang stik master, seluruh pemain lang­sung menyebar sembari mengatur langkah dan irama musik mem­bentuk berbagai formasi. Formasi awal, pemain membentuk angka XIV yang diteruskan formasi huruf IPDN dan yang terakhir formasi formal seperti orang berbaris.

Di saat formasi terakhir inilah, pemain Saxophone dan Bass Drum berlarian mengitari formasi rekan-rekannya sembari mengangkat alatnya dengan sebelah tangan. Para penonton pun tak habis akal. Pasalnya Bass Drum dan Saxofone ini beratnya berkisar 15-20 kilo­gram, tetapi enteng saja memba­wanya dengan sebelah tangan sambil berlari. Spontan hampir seluruh penonton bertepuk tangan dengan aksi pamong muda ini.

Tak sampai disitu, para pemain bass drum juga mengangkat alat­nya dengan gigi dan memutarkan badannya dengan kencang. Sem­bari bercanda kecil, para pemain saxophone juga tak ingin kalah. Mereka juga menggigit ujung terompet besar ini dan melakukan hal yang sama dengan pemain drum bass. Atraksi ini memang sedikit tegang, karena saat pemain memutarkan badannya dengan kencang, beberapa penonton di tepi lapangan sempat berlarian karena takut alat yang digigit praja ini lepas dan mengenai penonton. Namun, apa yang ditakutkan penonton ternyata tak terjadi karena tak satupun atraksi praja ini yang gagal.

Terakhir, I Dewa Gede mem­be­rikan instruksi untuk melakukan atraksi yang lebih ekstrem lagi. Disinilah penonton tak bisa me­ngedipkan matanya. Semua pe­main bass drum, tenor, saxofone, dan stik master membentuk dua kelompok untuk beraksi.

Mereka menyusun alatnya secara bertingkat dan memper­silahkan stik master beratraksi di atasnya. Yang menambah sensasi dari atraksi ini tak lain pijakan stik master yang berdiri di atas perut dua orang praja yang kayang di atas tumpukan drum bass.

Berbagai atraksi ekstrem ini terus dilakukan sampai pemain senar, tom-tom, symbal, bellyra dan lainnya selesaikan memainkan 8 lagu.

Kemudian, para praja IPDN ini menjemput para atlet untuk berkumpul di lapangan bola. Selama mengiringi para atlet ini, Gitapati dan stik master tanpa henti mengayunkan tongkatnya untuk menghibur para penonton dengan.

Hendra (28), salah satu pe­nonton mengaku takjub dengan penampilan Marching Band Gita Abdi Praja IPDN Sumbar ini. Selain memberikan hiburan musik, pamong muda ini juga mem­berikan atraksi yang tidak ada di Marching Band yang lain. Khu­susnya di Sumatera Barat.

“Saya baru pertama kali me­lihat Marching Band IPDN ini. Bagus dan sedikit tegang karena mereka beratraksi sedikit ekstrem. Tapi saya suka dan takjub buat mereka. Sunggu penampilan yang berbeda dari Marching Band yang lain,” kata Hendra.

Pembina Marching Band IPDN, Nofriyance SSTP menga­takan Persiapan para praja yang tampil pada pembukaan Porprov VIX ini hanya satu bulan lebih dan itu dimulai dari nol. Pasalnya, para praja ini sebelumnya kuliah di kampus IPDN Jatinangor, Su­medang, Jawa Barat dan baru bulan September pindah ke kam­pus IPDN Baso, Sumbar.

“Di bulan September para praja ini pindah ke Kampus IPDN Baso, Sumbar. Barulah di akhir Sep­tember ada permintaan dari Pemko Padang untuk tampil di acara Pembukaan Porprov. Padahal praja ini sebelumnya belum ada pembe­kalan sedikitpun alias kami menga­jarinya dari nol,” kata Nofriyance.

Dengan waktu yang sempit ini, Nofriyance berinisiatif untuk membina para praja dengan semi militer agar tercipta kedisiplinan dan keseriusan di pribadi praja. Sampai pada akhirnya, penampilan ke-108 praja ini mampu memikat hati puluhan ribu warga Kota Padang yang menyaksikan pem­bukaan Porprov Sumbar.

Sementara itu Gitapati Mar­ching Band IPDN Sumbar, I Dewa Gede Ary Sudjana mengatakan rasa kecintaannya kepada kampus IPDN lah yang membuat dirinya termotivasi untuk serius berlatih selama satu bulan lebih demi aksi di pembukaan porprov.

“Selama satu bulan kami dilatih marching band memang bergaya militer. Bangun pagi dan senam. Kemudian masuk kelas untuk diberi materi dan sore sampai malam berlatih. Rutinitas ini terus kami lakukan sampai penampilan,” kata praja asal Kabupaten Gianyar, Bali.

Walaupun bergaya militer, I Dewa mengaku tidak ada keke­rasan selama pembinaan dan latihan Marching Band seperti dulu. Hanya bentakan dan huku­man yang mendidik saja yang diterimanya saat latihan.

“Teriakan, bentakan, lari ke­liling lapangan, jungkir balik dan push up itu wajarlah. Tapi main pukul tidak ada lagi. Hukuman ini yang membuat kami serius untuk persiapan. Dan pada atraksi kami berhasil dan saya sangat senang bisa memuaskan hati orang Pa­dang,” kata I Dewa. ***

 

Laporan :
HAJRAFIV SATYA NUGRAHA


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Minggu,24 Juli 2016 - 23:25:17 WIB

    Sibuk, AKBP. Irfa Asrul Hanafi Tetap Jadikan Keluarga Nomor Satu

    Sibuk, AKBP. Irfa Asrul Hanafi Tetap Jadikan Keluarga Nomor Satu Padatnya rutinitas dan kesibukan sebagai orang nomor satu di tubuh Polri Resort Tanah Datar, membuat AKBP. Irfa Asrul Hanafi, S.Ik harus bijak dan pintar-pintar mengatur waktu luang..
  • Sabtu,18 Juni 2016 - 00:43:34 WIB

    Yudas Sabaggalet: Satu Tekat, Mentawai Maju!

    Yudas Sabaggalet: Satu Tekat, Mentawai Maju! Geografis Kabupaten Kepulauan Mentawai terkenal dengan medan yang ekstrem. Tidak hanya gelombang ombak yang tinggi, petualangan menempuh jalan menuju pelosok desa menjadi tan­tangan tersendiri bagi pemimpin di daerah ini. Di.
  • Rabu,25 Mei 2016 - 04:30:42 WIB

    Junjung Persatuan Dunia Lewat Lagu

    Junjung Persatuan Dunia Lewat Lagu Bhineka Tunggal Ika merupakan dasar negara Indonesia yang maknanya benar-benar menancap dalam hati dan pikiran musisi senior Tanah Air, Iwan Fals. Melalui karya musiknya, pelantun “Belum Ada Judul” itu ingin membawa persa.
  • Sabtu,14 Mei 2016 - 01:34:01 WIB

    Evi Junaidi: Keluarga Nomor Satu

    Evi Junaidi: Keluarga Nomor Satu Sebagai Kepala Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sijunjung, kesibukan Evi Junaidi SST MSi boleh dibilang cukup padat, karena selain harus mencurahkan tenaga dan pikiran, waktu pun juga banyak tersita..
  • Jumat,13 Mei 2016 - 03:17:33 WIB
    Libatkan 4 Band Masa Kini

    Iwan Fals Rilis Album 'Satu (2015)'

    Iwan Fals Rilis Album 'Satu (2015)' Album berjudul ‘Satu (2015)’, menjadi gebrakan baru dari Iwan Fals. Solois gaek itu berkolaborasi dengan empat band masa kini, NOAH, Nidji, Geisha dan d’Masiv..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM