PDIKM Destinasi Utama Wisatawan Mancanegara


Senin,14 November 2016 - 00:25:52 WIB
PDIKM Destinasi Utama Wisatawan Mancanegara PERTUNJUKAN seni dan budaya tradisional di PDIKM Padang Panjang. (APIZ JACKSON)

PADANG PANJANG, HALUAN– Seiring dengan perkembangan industri pariwisata di Indonesia, Pro­vinsi Sumatera Barat terpilih menjadi salah satu destinasi yang memiliki kekayaan budaya dan alam yang indah dan menawan. Dan Padang Panjang, dengan potensi pariwisata yang luar biasa menarik dan beragam, tidak luput menjadi tujuan wisatawan man­ca­negara yang berkunjung ke Sumatera Barat saat ini.

Sebut saja salah satu lokasi wisata di Padang Panjang, yaitu PDIKM (Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Mi­nang­kabau), yang kini semakin tacelak sebagai destinasi utama bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sumatera Barat.

Dengan brand “The Gate of Minangkabau” di mana Padang Panjang sebagai daerah Darek Pertama yang dikunjungi bagi para wisatawan.

Padang Panjang sangat poten­sial secara geografis. Dari pintu masuk Sumatera Barat, Bandara Internasional Minangkabau (BIM), tidaklah jauh. Hal ini membuat PDIKM Padang Panjang menjadi objek penting yang harus dikun­jungi bagi setiap penyedia jasa tour travel  saat membawa tamu ke Sumatera Barat.

“Saat ini kunjungan wisatawan ke PDIKM memang didominasi oleh wisatawan mancanegara (wis­man). Para wisman tersebut ba­nyak berasal dari Malaysia, Si­ngapura, Eropa, terutama Eropa Timur,” ujar Sri Syahwitri, Kadis Porbudpar Kota Padang Panjang.

Pada kesempatan yang sa­ma, Kabid Pariwisata Dinas Por­budpar Kota Padang Panjang Medi Rosdian menambahkan, PDIKM Padang Panjang semakin diminati oleh kalangan tour travel karena layanannya semakin akomodatif terhadap keinginan pasar terutama dalam hal atraksi kesenian serta kebudayaan Minangkabau.

“Layanan pariwisata di PDIKM sangat akomodatif dan sekaligus kita bisa memberdayakan sanggar kesenian,” ujar Medi.

Sebagai bukti perkembangan pariwisata di Padang Panjang, di PDIKM juga telah per­nah mene­rima wisatawan mancanegara dari Kapal Pesiar Noble Caledonia dalam Tour Sumatera Expedisi bersama Ermi Tour.

Dan iven wisata sebelumnya, PDIKM juga telah menjamu tamu dari Pertamina Palembang dalam paket bajamba yang dibawa oleh Pesona Jejak Wisata. Sebuah kemajuan pariwisata yang pantas untuk diapresiasi.

Berbicara tentang Padang Panjang, salah seorang sastrawan dan budayawan AA Navis, yang pernah mengarang sebuah tulisan berjudul Robohnya Surau Kami mengatakan, Padang Panjang adalah kota yang berbahagia.

Katanya, di sana ada batu kapur yang memberi hidup, ada sawah yang memberi hidup, ada sungai yang memberi hidup, ada rel kereta yang memberi hidup.

Selain AA Navis, Akhyari Hananto, seorang penikmat wisata di negara ini, baru-baru ini menu­liskan ketakjubannya terhadap Padang Panjang yang kini di­pimpin Walikota Hendri Arnis.

Seperti dituliskannya di media sosial internet Beta GoodNews From Indonesia, dia memulai dengan sebuah pertanyaan. Tempat apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar nama Sumatera Barat atau Ranah Minang?

“Sebagian besar mungkin akan menjawab Padang atau Bukittinggi sebagai dua nama yang selalu terngiang pertama kali,” tulisnya.

Kemudian Hananto melan­jutkan tulisannya. “Belum lama lalu, saya pun merasakan hal serupa. Namun kini, saya punya nama baru, yang telah sangat membekas di benak saya. Nama­nya adalah Padang Panjang,” tulisnya.

Pengakuan Hananto itu tepat sekali dan tidaklah berlebihan adanya. Sebab, kata Walikota Padang Panjang melalui Kabag Humas Setdako Ampera Salim, beberapa waktu lampau, orang di luar Sumbar mungkin tak sering mendengar Padang Panjang.

Tapi kini kota berjuluk Se­rambi Mekah itu, sudah lekat diingatan setiap orang dan kein­dahannya sudah diakui oleh me­reka yang pernah atau akan ber­wisata ke Sumbar.

Disebutkannya, kota ini dikeli­lingi pegunungan dengan pohon-pohon menjulang dari hutan pri­mer yang hijau. Kota dengan wilayah terkecil di Sumatera Barat ini berada di daerah ketinggian yang terletak antara 650 sampai 850 meter di atas permukaan laut, berada pada kawasan pegunungan yang berhawa sejuk dengan suhu udara maksimum 26,1 °C dan minimum 21,8 °C, dengan curah hujan yang cukup tinggi dengan rata-rata 3.295 mm/tahun.

“Inilah salah satu kota yang alamnya bernuansa pedesaan. Udaranya bersih. Masyarakatnya ramah. Setiap pejabat daerah lain yang melakukan kunjungan kerja ke Padang Panjang, pasti memuji keindahan alam dan keramahan warga kota ini,” kata Hendri Arnis.

Sementara, Akhyari Hananto menyebutkan, “Jika pulau Jawa punya Bogor yang berjuluk Kota Hujan, maka Padang Panjang adalah Kota Hujan di Sumatera. Saya mengunjungi kota ini di hari-hari awal musim hujan, dan benar saja hujan di sini benar-benar deras,” kata Hananto.

Di bagian utara dan agak ke barat Padang Panjang berjejer tiga gunung yakni Gunung Marapi, Gunung Singgalang dan Gunung Tandikat yang menjulang. Kota ini punya banyak julukan. Selain Kota Hujan, masyarakat Padang Panjang sangat bahagia dengan sebutan Kota Serambi Mekkah.

Pada masa lalu, Belanda me­nyebut Padang Panjang dengan Egypte van Andalas (Mesir di Tanah Sumatera). Disebut Kota Pendidikan karena banyaknya institusi pendidikan dan sejarah panjang, bagaimana kota ini me­merankan peran pendidikan sejak masa lalu.

Sebelum zaman penjajahan, Padang Panjang merupakan bagian dari wilayah Tuan Gadang di Batipuh. Pada masa Perang Padri kawasan ini diminta Belanda sebagai salah satu pos pertahanan dan sekaligus batu loncatan untuk menundukkan kaum putih yang masih menguasai kawasan Luhak Agam.

Selanjutnya, Belanda mem­buka jalur jalan baru dari kota ini menuju Kota Padang karena lebih mudah dibandingkan melalui kawasan Kubung XIII di Kabu­paten Solok sekarang.

Sejak zaman kolonial pula, Padang Panjang memainkan peran penting sebagai tempat persingga­han dan menjadi simpul 3 kota utama di pulau emas tersebut, yakni Medan, Padang, dan Pekan­baru.

Tak heran, banyak tokoh-tokoh Sumatera Barat di masa itu mem­punyai irisan penting dengan Padang Panjang yang juga menjadi tujuan pendidikan di masa lalu. Mulai dari Sutan Sjahrir, Hamka, AA Navis, Adam BB, Huriah Adam dan masih banyak lagi.

“Saya tak ingat satu persatu. Di sinilah berdiri sekolah agama modern pertama di Indonesia, yakni Diniyyah School dan Diniy­yah Putri, juga Yayasan Pendidikan Thawalib tempat Hamka pernah menuntut ilmu,” kata Hananto menulis.

Melukiskan rasa kagum kepada Padang Panjang, Akhyari Hananto menyebut, “Di Padang Panjang-lah setting cerita fenomenal Tengge­lamnya Kapal van Der Wijck. Dan Salah satu cerita lain yang sangat saya sukai sampai saat ini: Ro­bohnya Surau Kami, juga tak jauh dari Padang Panjang.”

Dia juga mengatakan dengan jujur, di Padang Panjang dirinya diterima sebagai keluarga, dan dia begitu merasa terhormat bisa bertemu dengan orang-orang hebat yang begitu mencintai kotanya. “Mereka mencurahkan waktu tenaga dan pikirannya untuk ke­majuan kota kecil yang indah ini,” tulisnya.

Tentu pula, tidak hanya Akhari Hananto, siapa pun jika berkun­jung ke Padang Panjang, akan dijadikan saudara oleh warga­nya. (h/mg-pis)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM