Pengusaha Yakin Budaya Pungli Bisa Dikikis


Jumat,11 November 2016 - 00:23:43 WIB
Reporter : Tim Redaksi

SOLOK, HALUAN — Ke­tua Asosiasi Pengusaha In­donesia (Aspindo) Kota So­lok Yazid Kasim menilai maraknya perilaku pungutan liar (pungli) di lingkungan aparatur pemerintahan kare­na warisan masa orde baru.

“Para pemimpin di ting­kat pusat pada era orde baru dulu, mengamanatkan apa­raturnya hidup’ berpandai-pandai’, dan kata ‘berpandai-pandai’ itu disalahartikan, sehingga pungli marak di lapangan,” jelas Yazid Kasim di Kota Solok, Senin lalu.

Munculnya kalimat aja­kan hidup berpandai-pandai itu karena sejak terjadinya transisi dari orde lama ke orde baru, negara Indonesia dan masyarakatnya miskin. Gaji aparatur, baik sipil mau­pun militer, sangat rendah.

“Mengingat gaji pelak­sana negara sangat rendah, maka dia melapor pada pim­pinan di tingkat pusat, karena tidak mungkin rasanya hidup dengan gaji rendah. Ketika itulah muncul istilah ‘ber­pandai-pandai’,” kata Yazid.

Maka, kala itu, terang Yazid, apa saja kegiatan pelayanan pemerintahan yang diberikan, aparatur yang memberikan  pelayanan un­tuk masyarakat secara pribadi maupun lembaga, selalu ber­pandai-pandai dengan me­reka.

“Setiap bantuan yang diberikan dihargai dengan uang tip alias sogok. Se­hingga dari sistem sogok berlanjut pada pungli. Dan hal ini berlanjut hingga be­berapa waktu terakhir ini. Dalam aplikasi sehari-hari, pungli hampir hadir dalam semua aktivitas masyarakat, baik di kantor, lapangan dan lainnya,” kata Yazid mencoba menganalisa.

Menurut dia, hampir 32 ta­hun masyarakat Indonesia di­di­dik dengan kegiatan dan gaya hi­dup ‘berpandai-pan­dai’, se­hing­­ga mendarah daging ba­ginya.

“Dengan gaya hidup ber­pandai-pandai tadi, banyak abdi negara dari berbagai elemen yang tidak meng­ambil gaji pada bendahara maupun bank, karena untuk kebutuhan sehari-hari ter­penuhi dari kegiatan pungli tadi. Gaji disimpan di bank, sedangkan untuk makan dan belanja keluarga diambilkan dari dana pungli tadi,” urai Yazid.

Untuk mengubah perila­ku demikian, terangnya, me­mang sanat sulit karena sudah men­darah daging. Tapi Yazid op­timis pungli bisa dikikis asalkan semua elemen dan aparatur sipil, militer mau membasmi secara berke­lanjutan, bukan ‘angek-angek’ tahi ayam.

“Pemerintah Jokowi su­dah me­nabuh perang terha­dap pungli, genderang yang ditabuh itu hendaklah direalisasikan da­lam bentuk kerja nyata di lapa­ngan oleh aparatnya sen­diri,” harap Yazid Kasim. (h/alf)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu,29 April 2017 - 02:14:29 WIB
    MOBIL DAMKAR BERTAMBAH

    Tanah Datar Dibantu Pengusaha Jepang

    Tanah Datar Dibantu Pengusaha Jepang TANAH DATAR, HALUAN - Pemda Tanah Datar mendapatkan bantuan hibah dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dari pengusaha Jepang di Indonesia. Dua unit Damkar bekas tersebut bernilai sekitar Rp4,7 miliar dengan kondisi mesin.
  • Senin,12 September 2016 - 15:36:21 WIB

    Ke Sekolah Tanpa Jajan, Zetrialdi Guechie Kini Jadi Pengusaha

    Ke Sekolah Tanpa Jajan, Zetrialdi Guechie Kini Jadi Pengusaha TANAHDATAR, HALUAN - Zetrialdi Guechie alumni SMP Negeri 1 X Koto Tanahdatar angkatan 1979 berbagi kiat sukses kepada almamater nya. Hanya berbekal ijazah Sekolah Teknik Menengah Negeri Bukittinggi, Tetapi dengan telah terta.
  • Jumat,13 Mei 2016 - 03:32:08 WIB
    Bahan Baku Langka

    Pengusaha Kota Solok Nyaris Gulung Tikar

    Pengusaha Kota Solok Nyaris Gulung Tikar SOLOK, HALUAN — Leni, seorang pengusaha karak kaliang 88 di Destamar Am­pang Kualo, Kelurahan Kam­pung Jawa, Kecamatan Tan­jung Harapan, Kota Solok mulai terpukul akan kelan­jutan usahanya lantaran terba­tasnya pasokan.
  • Kamis,04 Februari 2016 - 03:22:05 WIB

    Pemkab Imbau Pengusaha Warnet Urus Izin Usaha

    BATUSANGKAR, HALUAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar, Sumatera Barat, me­ng­imbau pengusaha warung internet (warnet) di daerah itu untuk mengurus izin usaha agar tidak ditutup saat dilakukan penertiban..
  • Selasa,15 Desember 2015 - 02:52:23 WIB

    Bangun Kota, Sawahlunto Libatkan Pengusaha Lokal

    Bangun Kota, Sawahlunto Libatkan Pengusaha Lokal SAWAHLUNTO, HALUAN — Tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) semata, Pemerintah Kota Sawahlunto juga menggandeng pihak swasta dalam program pembangunan guna memajukan kota wisata tambang be.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM