Harga Komoditi Anjlok dan Tidak Ada Tambang Emas, Pemicu Perceraian di Solsel


Rabu,26 Oktober 2016 - 12:30:12 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Harga Komoditi Anjlok dan Tidak Ada Tambang Emas, Pemicu Perceraian di Solsel Panitera Muda Hukum, Pengadilan Agama Muara Labuh, Etmajuita

SOLSEL, HALUAN -- Terjadi peningkatan angka kasus perkara perceraian di Solok Selatan (Solsel) pada 2016, jika dibanding data tahun 2015. Hal itu dikatakan Panitera Muda Hukum, Pengadilan Agama Muara Labuh, Etmajuita pada Haluan, Selasa, (25/10).

 

Setidaknya, katanya hingga akhir Oktober 2016 tercatat 205 kasus perkara perceraian. Sedangkan hingga Oktober 2015 hanya 199 perkara perceraian.Artinya terjadi peningkatan sebanyak 6 perkara.

 

"Dari jumlah angka perceraian itu penyebab paling dominan adalah karena perselisihan atau pertengkaran yakni 105 perkara cerai,"katanya.

 

Ia menambahkan, dari 205 kasus perceraian tersebut jenis perceraian yang digugat oleh pihak istri sebanyak 145 kasus dan untuk jenis talak oleh suami sebanyak 60 kasus.

 

Ia mengatakan, alasan tidak tercukupinya kebutuhan ekonomi menjadi alasan yang paling dominan menjadi alasan gugatan perceraian.

 

"Mereka beralasan nafkah yang diberikan suami tidak mencukupi, mungkin saja dampak dari harga beberapa komoditi pertanian yang anjlok seperti karet dan  tidak adanya lagi tambang emas sehingga berpengaruh terhadap pendapatan,"tuturnya.

 

"Untuk ASN yang terlibat perkara perceraian cenderung mengalami penurunan, sebab pada 2015 ada 9 perkara perceraian ASN dan di 2016 hingga Oktober hanya 5 perkara. Bisa jadi para ASN berfikir dua kali untuk bercerai sebab sesuai aturan harus izin Bupati dahulu "bebernya.

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat,26 Mei 2017 - 11:05:44 WIB

    Jelang Ramadan, Harga Sembako di Payakumbuh Naik

    Jelang Ramadan, Harga Sembako di Payakumbuh Naik PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM – Harga pangan di H-1 jelang memasuki bulan Ramadhan, harga bahan sembako di pasar tradisional Ibuh, Kota Payakumbuh mulai merangkak naik. .
  • Senin,20 Februari 2017 - 09:52:18 WIB

    Harga Jeruk Nipis Anjlok

    SAWAHLUNTO, HALUAN—Petani di Sawahlunto tak memanen jeruk nipis. Mereka putus asa. Pasalnya harga jeruk yang biasa disebut “asam kapas” itu kini turun ke harga terendah. Biasanya lebih dari Rp10.000/kg sedangkan justru .
  • Rabu,15 Februari 2017 - 16:04:54 WIB

    Harga Sawit Naik, Petani di Pessel Ini Senang

    Harga Sawit Naik, Petani di Pessel Ini Senang PAINAN,HALUAN- Para petani sawit di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mulai lega dan senang karena naiknya harga jual Tandan Buah Segar ( TBS). Selama ini harganya berkisar Rp800 sampai Rp1100 per kilogram.
  • Rabu,18 Januari 2017 - 11:49:00 WIB

    Harga Cabai Mahal, Tentara Ikut Tanam Cabai

    Harga Cabai Mahal, Tentara Ikut Tanam Cabai PADANG, HALUAN – Saat harga cabai melonjak tinggi dan masyarakat mengeluh, tentara mengambil perannya. Jajaran Kodim 0311/Pessel secara serentak melaksanakan pengolahan tanah dalam polybag dengan pola organik untuk tanaman .
  • Jumat,16 Desember 2016 - 00:59:10 WIB

    Peduli HAM, Pemkab Pasaman Raih Penghargaan Menteri

    PASAMAN, HALUAN — Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama menerima penghar­gaan Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) 2016 dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM RI. Penghargaan itu diterima Atos di Su.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM