Batu Kalang Bangun Dua Jembatan dan Jalan


Sabtu,27 Agustus 2016 - 13:23:53 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Batu Kalang Bangun Dua Jembatan dan Jalan Jembatan Gantung Nago Baraliah Korong Limo Hindu, Nagari Batu Kalang yang dibangun dengan Dana Desa.

PARIAMAN, HALUAN-Nagari Batu Kalang, Kecamatan Padang Sago, Padang Pariaman, Sumbar, termasuk nagari yang luluhlantak didera bencana gempa 2009. Namun semangat gotong royong dan bantuan Dana Desa, membuat nagari ini terus bangkit.

Batu Kalang merupakan tetangga terdekat Kecamatan  Patamuan yang menjadi pusat gempa dahsyat 7,9 Skala Richter pada   Rabu, 30 September 2009, pukul 17:16:10 WIB. "Saat itu, nyaris semua infrastruktur hancur.

Terutama jalan dan jembatan, perumahan warga, rumah ibadah, gedung sekolah. Juga, kantor Walinagari, termasuk jembatan yang  kita lalui hari ini, " ujar  H Jamarusti, Walinagari Batu Kalang saat mendampingi kunjungan Koordinator Pokja Desa Membangun Indonesia Kemendes PDTT,  Indra Sakti Gunawan Lubis dan rombongan, Sabtu.

Dua jembatan gantung  Nago Baraliah  dan jalan  Korong Limo Hindu, Nagari Batu Kalang tersebut,   sebelumnya  sangat parah.  Orang menjulukinya "jembatan maut",  karena yang tersisa membatang di atas derasnya sungai  hanyalah  tali penyangga  dan beberapa bantalan papan yang sudah patah. 

Para petani dan anak-anak sekolah seperti pemain akrobat ketika melintasi jembatan rajang ini.
Mengerikan sekali. Mereka menyeberang bergelantungan sementara  di bawahnya ada air sungai mengalir deras dan batu-batu besar.

Agar korban tidak berjatuhan, agar para petani bisa mengangkut hasil pertaniannya dan anak-anak  bisa ke sekolah, akhirnya dibangun  dua jembatan  gantung  dan jalan usaha tani dengan memanfaatkan Dana Desa tahun 2015. 

"Alhamdulillah, dengan Dana Desa dan partisipasi  masyarakat  kini sudah tak ada  lagi "Jembatan Maut". Yang terbentag kini adalah dua "Jembatan  Kesejahteraan" dan jalan Usaha Tani," ujar Walinagari yang akrab disapa pak Uncu itu.

Sementara itu, Indra Sakti Gunawan Lubis  Koordinator Pokja Desa Membangun Indonesia  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT)  menyatakan, salah satu prinsip yang dianut dalam UU Desa adalah kewenangan berskala lokal.

Prinsip ini menunjukkan Desa atau Nagari  dapat mengembangkan arah pembangunan melalui Musdes/Musnag berdasarkan kondisi dan kebutuhan desa itu sendiri. "Seperti pilihan Nagari Batu Kalang untuk  membangun 2 buah jembatan gantung dan jalan rabat beton pendukung bagi penggunaan jalan tersebut.

"Jembatan ini merupakan infrastruktur strategis baik bagi ekonomi dan kehidupan masyarakat Nagari," ujarnya.

Dari sisi ekonomi, kata Indra SG Lubis  jembatan ini akan memudahkan masyarakat untuk mengelola lahan mereka dan menghemat biaya dalam memasarkan hasil usaha pertanian rakyat.  "Dan, dari sisi kehidupan,  tentu saja jembatan ini telah memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat untuk berusaha dan anak-anak aman ke sekolah," ujarnya.

"Selanjutnya, masyarakat dan Pemerintahan Nagari diharapkan dapat  merawat aset mereka tersebut," pungkasnya. (h/dn/*)

Editor : Rivo Septi Andries


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM