Bea Cukai Batam Razia Peredaran Rokok FTZ


Kamis,25 Agustus 2016 - 03:51:04 WIB
Bea Cukai Batam Razia Peredaran Rokok FTZ Ilustrasi.

BATAM, HALUAN — Bea Cukai Batam bersama kepolisian dan Disperindag Batam menggelar razia peredaran rokok tampa cukai (FTZ) di pasar tradsional, terutama grosir, di wilayah Batu Aji.

Tim melakukan razia su­dah tiga hari terakhir mencari rokok produksi Batam, se­perti H Mild dan Luffman di pasar Mandalay, Aviari dan lainnya di glosir. Razia terus dilakukan pascapertengahan juli 2015 tidak mengeluarkan kuota, namun para pemain masih menjual secara terang-terangan di pasar Batam.

Informasi di lapangan, razia yang dilakukan tim terpadu itu terkesan diam-diam sehingga membi­ngung­kan pengusaha glosir di Ba­tam. Menurut SR, pedagang Glosir Mandalay, razia yang dilakukan Bea Cukai mem­buatnya resah karena rokok yang dijualnya dibeli secara tunai dari Subdis maupun distributor Batam.

“Pihak BC langusng me­nyita dan mengambil barang di toko. kami jadi rugi. Seha­rus­nya, pemasok saja yang di­tang­kap karena kami hanya men­jual,” ujar SR yang di­jum­­pai di Avari, Rabu(24/08).

Ia menuturkan, usaha grosir hanya menjual kalau ada permintaan pelanggan sehingga kalau ada barang, ia membelinya untuk kemudian menjualnya. Ia tak tahu asal usul barang tersebut.

“Dilarang atau ilegal ka­mi tidak paham. Kami mem­beli dan menjual lagi ter­hadap penggecer,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Disperindag Batam, Rudi Syakerti mengatakan, Ia belum mengetahui secara pasti adanya tim yang terlibat dalam razia rokok FTZ. Me­nu­rutnya, mungkin saja ada timnya ikut, tetapi mungkin sebatas ikut dilibatkan.

“Bisa saja tim saya dili­batkan dalam razia tersebut. Saya akan mencoba menge­ceknya karena saat ini saya di luar kota,” ujar Rudi saat dihubungi melalui sambu­ngan telepon selular.

Sedangkan Kepala Bea dan Cukai Batam, Nugroho saat dihubungi, enggan ber­komentar adanya razia yang dilakukan personilnya yang merugikan pedagang grosir.

Seperti diketahui, sejak Juni 2015, Badan Pengu­sahaan Batam tidak lagi memperpanjang kuota pro­duksi serta izin men­datang­kan rokok tanpa cukai untuk  rokok kawasan bebas Batam. Namun, berbagai merek ro­kok yang dikenal sebagai rokok produksi Batam, masih diproduksi dan beredar bah­kan tersebar sampai ke luar wilayah FTZ Batam, Bintan, dan Karimun.

BP Batam mengakui sela­ma ini mengeluarkan kuota mengizinkan produksi pabrik rokok kawasan bebas serta izin mendatangkan dari luar. Rokok itu digunakan untuk kebutuhan konsumsi pen­duduk kawasan FTZ  Batam, Bintan, dan Karimun. Akan tetapi, sejak Juni 2015,  kuota produksi rokok tersebut telah dicabut. BP Batam sampai saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap tiga merek rokok kawasan bebas yang produksi di Batam tersebut.

“Perlu kami tegaskan, BP Batam tidak lagi menge­luarkan kuota produksi rokok FTZ serta izin mendatangkan rokok produksi luar ke Ba­tam, Juni 2015. Perlu kami luruskan bahwa isu ber­kem­bang masih mengeluarkan kuota,” tutur Direktur Lalu­lintas Barang BP Batam Tri Novianto Putra dalam kete­rangan pers di gedung BP Batam, Rabu (11/2).

Ia menjelaskan, untuk penindakan masih bere­dar­nya rokok kawasan bebas di Batam dan di luar wilayah kawasan FTZ Batam, Bintan dan Karimun merupakan wewenang dari Bea dan Cu­kai serta Kepolisian.

“Memang saat ini masih banyak keluar rokok tampa cukai di Batam, namun kami telah hentikan kuotanya dan dalam survei dan untuk pe­nin­dakan wewenang BC dan kepolsian,” ujar Tri Novianto Putra.

Sementara itu, pantauan di lapangan, sejumlah gudang milik pengusaha produsen rokok tanpa cukai kawasan bebas (FTZ) masih tetap memproduksi rokok dengan beragam merek. Selain untuk konsumsi di wilayah kawasan bebas Batam, Bintan, dan Karimun. Rokok tanpa cukai kawasan bebas tersebut, juga didistribusikan ke wilayah lain di luar Kepulauan Riau.

Rokok kawasan bebas tanpa cukai diseludupkan dari Batam dengan berbagai cara ke luar wilayah kawasan bebas seperti ke Tembilahan, Provinsi Riau. Kemudian dari Tembilahan didistribusikan ke berbagai wilayah lain di pulau Sumatra.

Sementara itu, Anwar salah seorang pengusaha produsen rokok merek luff­man, ketika dihubungi mela­lui telepon seluler pada Rabu siang (10/2) mengatakan, sejak BP Batam tidak me­ngeluarkan kuota sejak Juni 2015, perusahaan tidak lagi memproduksi rokok tanpa cukai sampai saat ini.

“Kami tidak lagi pro­duksi rokok Luffman sejak BP Batam tidak keluarkan kuota. Justru rokok Luff­man yang beredar saat ini di luar Batam, merupakan palsu dan bukan keluaran kami. Justru kami sangat dirugikan ulah per­bua­tan oknum tersebut,” ujarnya.

Permasalahan pemalsuan merek inipun sudah kami laporkan terhadap Dir­krim­sus Polda Kepri beberapa bulan lalu, dan saat ini lagi diproses mereka,” ujar An­war. (h/par)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM