Sekujur Tubuh Pratu Wahyudi Terbakar

Prajurit TNI Hilang Usai Padamkan Api Ditemukan Tewas


Rabu,24 Agustus 2016 - 04:52:31 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Prajurit TNI Hilang Usai Padamkan Api Ditemukan Tewas Sejumlah prajurit TNI Den Arhanud Rudal 004 Dumai mengawal jenazah almarhum Pratu Wahyudi untuk dibawa ke rumah duka setelah dilakukan otopsi di RSUD kota Dumai, Dumai, Riau, Selasa (23/8). Almarhum Pratu Wahyudi gugur akibat terkepung api saat bertugas memadamkan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Labuhan Tangga kecamatan Bangko Rokan Hilir Riau. (ANTARA FOTO)

PEKANBARU, HALUAN — Pratu Wahyudi anggota TNI AD yang hilang sejak usai bertugas memadamkan api di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Riau, Rabu (23/8), ditemukan sudah mening­gal. Saat ditemukan, tubuh korban dipenuhi luka bakar. Diduga kuat, korban tersesat karena terkepung asap.

“Kami berduka. Salah satu prajurit kami meninggal dunia dalam tugas. Pratu Wahyudi ditemuka tim TNI dan Basarnas dalam keadaan sekujur tubuhnya terbakar,” kata Komandan Korem 031 Wira Bima, Brigjen TNI Nurendi kepada wartawan, Rabu (23/8) di VIP Lancang Kuning, Bandara Sultan Sya­rif Kasim (SSK) II Pekan­baru, usai meninjau korban di RSUD Dumai.

Menurut Nurendi, Pratu Wahyudi kemungkinan besar tersesat karena kepungan asap tebal. Jarak pandang hanya 1 meter. Di sinilah, kemungkinan besar Pratu Wahyudi tersesat tidak tahu lagi untuk meng­hindari lokasi hutan gambut yang terbakar.

“Celananya, sampai bajunya ter­bakar. Sepatunya juga turut terbakar. Kondisinya sangat mem­prihatinkan,” kata Nurendi.

Menurut Nurendi, selaku Ko­man­dan Satgas Karhutla, pihak­nya sudah menyampaikan duka ini ke Panglima Kodam I Bukit Barisan dan Pang­lima TNI. “Kita mengusulkan untuk kenaikan pangkat kepada Pratu Wahyudi. Karena almarhum gugur dalam tugas mulai, menye­lamatkan mas­yarakat Riau khusus­nya dari kebakaran lahan yang berimbas pada asap,” kata Nurendi.

Nurendi menjelaskan, renca­nanya besok, (hari ini, red),  jena­zah Pratu Wahyudi baru akan diberangkatkan ke kampung hala­mannya di Magetan, Jawa Timur. Pratu Wahyudi telah berga­bung dengan TNI semenjak 6 tahun silam, dikenal sebagai orang yang taat ibadah dan juga prajurit yang patuh dalam menja­lankan tugas. Dikabarkan, korban juga akan segera menikah dikam­pung hala­mannya tahun ini. Sayang, maut menjemputnya saat berjibaku dengan api di hutan Rohil.

  “Kita berdoa, semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik buat prajurit,” kata Nurendi.

Sebelumnya, Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Nurendi dan Kapolda Riau Brigjen Pol Supriyanto serta Gubernur Riau Ir H Arsyadjuliandi Rachman mendatangi ruang jenazah RSUD Dumai. Kehadiran petinggi Riau tersebut ke Dumai dengan meng­gu­nakan heli kopter milik TNI AD untuk melihat jasad Pratu Wah­yudi  yang tewas saat melakukan pemadaman Karlahut di desa Labuhan Tangga Besar Kecama­tan Bangko Kabupaten Rokan Hilir. Di RSUD Dumai juga terli­hat Kapolres Dumai, AKBP Donal Happy Ginting, Walikota Dumai Zulkifli AS dan juga Bupati Rokan Hilir Suyatno.

Meninggalnya Pratu Wahyudi saat bertugas memadamkan keba­karan hutan dan lahan di Riau menyisahkan duka yang menda­lam bagi keluarga besar.

Ibu dari Pratu Wahyudi, ber­na­ma Murtini masih syok mende­ngar kabar putra kesayanggannya meninggal dunia. “Iya istri saya masih syok dapat kabar putra kami meninggal. Dia anak kesaya­ngan kami,” kata Warni Weton Wah­yudi, ayah dari Praka Wahyudi.

Saat ini, keluarga masih me­nunggu kepulangan Pratu Wah­yudi di Magetan, Jawa Tengah. Dia mengatakan bahwa Pratu Wahyudi merupakan anak perta­ma dari empat bersaudara. Pihak keluarga terkejut dan terpukul mendengar kematian anaknya.

“Dia anak baik dan penurut, saya, istri dan ketiga adiknya sangat terpukul mendengar kabar ini. Padahal kami sudah merin­dukan dia,” tuturnya. Semenjak anaknya hilang, pada 18 Agustus 2016, keluarga selalu berdoa untuk keselamatan Pratu Wah­yudi. “Tapi bagimana lagi, Tuhan berke­handak lain,” ucapnya sedih.

Sebagaimana diketahui, Pratu Wahyudi anggota TNI kesatuan Den Rudal 004 Dumai ini, ikut dalam Satgas Karhutla sebelum 17 agutus lalu. Dua hari bertugas, tepatnya Kamis (19/8) dia hilang dari rekan-rekannya. Pratu Wah­yudi saat itu akan mengganti selang air untuk melakukan pemadaman. Wahyudi ditemukan tim berjarak 500 meter dari lokasi pemadaman. Saat ditemukan, Wahyudi berada di semak belukar yang tidak terbakar. (cha/try)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM