Kubik Koffie, Edukasi dari Kedai Kopi


Sabtu,13 Agustus 2016 - 02:35:58 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Kubik Koffie, Edukasi dari Kedai Kopi

Belakangan ini, minum kopi dari bubuk kopi asli menjadi gaya hidup masyarakat urban di perkotaan. Gaya hidup ini pun mewabah di Padang, terbukti dengan menjamurnya kedai kopi berkonsep industri modern dan vintage. Kubik Koffie ialah salah satu kedai kopi di Padang berkonsep industri modern yang muncul karena gaya hidup urban.

Hal itu mengemuka saat Haluan berbincang-bincang dengan Yan Partawijaya, pemilik Kubik Koffie di kedai tersebut, Jalan Olo Ladang Nomor 12, Padang, beberapa waktu yang lalu.  

Yan melihat bahwa industri kopi di Padang baru berkembang 4 tahun belakangan, atau 2 tahun terakhir untuk perkembangan yang signifikan karena gaya hidup urban tadi. Salah satu faktor munculnya gaya hidup urban itu karena dorongan media. Perkembangan tersebut ia lihat dari bertambahnya kedai kopi berkonsep kekinian dan semakin banyaknya penikmat kopi. 

Dari fenomena tersebut, Yan membangun kedai kopi dengan konsep berbeda untuk segmen yang berbeda pula. Ia memembuat kedai tersebut dengan tiga konsep.

Pertama, ruang terbuka untuk tempat mengobrol sambil mengopi. Segmen yang disasar adalah anak-anak muda, seperti pelajar dan mahasiswa. Kedua, ruang pertemuan, sebuah ruang tertutup berpengatur udara. Segmen yang disasar pekerja kantoran. Ketiga, ruang untuk komunitas, dengan sasaran anak-anak muda anggota komunitas.

Untuk menarik dan memanjakan pelanggan, Yan menyediakan berbagai fasilitas sesuai tiap-tiap segmen. Beberapa fasilitas tersebut, di antaranya ruang pertemuan, miniteater untuk pemutaran film, galeri seni rupa, perpustakaan, dan wifi. Dengan adanya fasilitas gratis yang diberikan untuk pengunjung itu, kata Yan, ia membuat kedai itu sebagai tempat mengopi yang edukatif.   

Sebagai dosen di Universitas Andalas, yakni di Fakultas Politeknik, Jurusan Teknik Sipil, Yan ingin kedai kopinya menjadi tempat berdiskusi dan berkegiatan bagi anak-anak muda, terutama tentang keberaksaraan dan seni budaya. Oleh karena itulah ia menyediakan ruang pertemuan untuk berdiskusi, miniteater, galeri seni rupa, bahkan perpustakaan.

Meski membuat konsep kedai kopi dengan segmen pasar yang sedemikian jelas, Yan mengaku tak memikirkan ramai atau tidaknya kedai tersebut saat akan mendirikannya. Ia mendirikan karena itu berdasarkan hobi karena ia merupakan penikmat kopi.

Yan menceritakan, kalau ia pergi jalan-jalan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, ia selalu mencari kopi asli daerah tersebut. Karena hobi minum kopi, ide untuk membuat kedai kopi pun lantas timbul dalam kepalanya. Itulah yang mendorongnya mendirikan Kubik Koffie pada Oktober 2014.

Meski tidak memikirkan keuntungan, kedai kopi Yan memiliki banyak pengunjung setiap hari. Jefry, Manajer Kubik Koffie mengungkapkan, setiap hari rata-rata terjual 100 gelas kopi, teh, cokelat, dan mojito & smoothies. Yang dominan adalah penjualan kopi. Penjualan meningkat kalau hari Sabtu karena pengunjung juga banyak.

Kopi yang dijual Yan di Kubik dibelinya dari pemasok kopi dari Jakarta. Kopi tersebut adalah campuran Arabika dan Robusta yang diracik oleh barista Kubik untuk menemukan rasa kopi khas Kubik. Karakter kopi Kubik, bodi kopinya kuat, kopinya lebih pekat.

Di Kubik terdapat 20 ragam minuman kopi, 7 macam minuman the, 6 jenis minuman cokelat, dan 3 variasi mojito & smoothies. Tiga minuman selain kopi tersebut disediakan untuk pengunjung yang tidak menyukai kopi, misalnya pengunjung perempuan. Dengan demikian, Kubik men­dapatkan semua segmen pasar. (*)

 

Laporan: HOLY ADIB


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM