Gunung Talamau, Si Aktif nan Memikat


Sabtu,13 Agustus 2016 - 02:33:37 WIB
Gunung Talamau, Si Aktif nan Memikat

Meski termasuk gunung api aktif, namun objek wisata Gunung Talamau di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) masih saja ramai dikunjungi pencinta alam. Keindahan Gunung Talamau seakan menghipnotis para pecinta alam dan pendaki gunung, sehingga lupa kalau Talamau dapat ‘batuk’ kapan saja.

Tak hanya ramai dikunjungi pecinta alam dari Sumbar bahkan dari luar Sumbar pun merasa terpanggil untuk merasakan sen­sasi berada di puncak Talamau yang mencapai ketinggian 2.982 Mdpl.tersebut.

Talamau memang menyimpan keindahan alam yang luar biasa. Tentu sangat rugi untuk tidak mengecap keindahan Yang Maha Kuasa tersebut. Ketika Anda ke Talamau ada 13 telaga (Talago, red) yang akan menyambut Anda jika memang kuat untuk menelusuri gunung api aktif tersebut.

13 talago tersebut, yakni Tala­go Puti Sangka Bulan, Talago Tapian Sutan Bagindo, Talago Puti Mambang Surau, Talago Siun­tuang Sudah, Talago Puti Bungsu, Talago Rajo Dewa, Talago Satwa, Talago Lumuik, Talago Biru, Talago Mandeh Rubiah, Talago Mambang Langik, Talago Cindua Mato dan Talago, Bulan Perindu.

Penjaga Posko Gunung Tala­mau di Pinaga, Andri Yanto Ang­ga­ra, saat dtemui Haluan me­ngatakan, untuk ke Gunung Tala­mau dapat ditempuh melalui Desa Pinaga, Kecamatan Pasaman, Kabu­paten Pasbar. Sepanjang perjalanan pendaki akan disuguhi nuansa pedesaan dengan pendu­duk yang ramah dan tentunya udara yang segar ala pegunungan menuju pintu masuk.

Berjalan 150 menit dari pintu masuk, pendaki akan sampai di Bukit Siharimau Campo. Di bukit ini pendaki akan disuguhi Air Terjun Puti Lenggogeni. Beranjak dari Air Terjun Puti Lenggogeni pendaki akan memasuki kawasan Bukit Saribu Bunyian dan akan menemui pondok Rindu Alam. “Pondok itu banyak digunakan untuk beristirahat sejenak bagi pendaki sebelum melanjutkan ke puncak Talamau,”katanya.

Puncak tertinggi Gunung Tala­mau diberi nama Puncak Rajo Dewa. Sebelum pendaki menemui Puncak tertinggi ada puncak kedua dengan nama Puncak Tri Martha dan puncak yang pertama adalah puncak Rajawali.

Gunung Talamau sendiri ma­sih menyimpan flora dan fauna yang masih terpelihara dengan baik. Seperti tumbuhan obat-obatan masih banyak dijumpai oleh pendaki, segala macam jenis binatang yang terbilang langka juga dapat ditemui di sana.

Hanya saja itu tidak akan diizinkan untuk dibawa turun, dirusak maupun dianiaya. Karena, ada kepercayaan di masyarakat setempat untuk tidak boleh mem­bawa jenis tumbuhan dan binatang apapun ketika mendaki Gunung Talamau.

“Bagi Pendaki juga wajib me­ngu­capkan salam ketika sampai di puncak Gunung Talamau. Hal ini menjadi tameng agar bisa menjaga perilaku selama di Gunung Tala­mau,”ujarnya.

Andri Yanto Anggara me­lan­jut­kan, pendaki wajib untuk me­ma­tuhi apa yang telah di putuskan oleh penjaga posko. Pertama, pendaki harus melengkapi surat izin, seperti foto copy KTP, surat izin dari orang tua, surat tugas dari organisasi seperti Mapala, KPA dan instansi, bagi yang berpasangan harus melengkapi surat nikah.

Pendaki juga tidak diizinkan membawa peralatan yang sudah dilarang seperti alat-alat yang bisa merusak flora dan fauna. Dilarang membawa tape rekorder, radio, gitar, dan alat musik lainnya. Alat – alat yang bisa merusak dan men­ce­markan sumber air bersih, sabun, odol, dan berbau jel lain­nya atau yang berbusa. Dilarang membawa minuman keras jenis apapun.

“Pendaki dituntut berlaku sopan santun dan menghormati adat istiadat setempat seperti siswa sekolah harus didampingi guru. Dalam perjalanan di suaka gu­nung tidak diizinkan berpencar-perncar. Tidak diiizinkan perpa­sangan, tidak diizinkan memasuki kawasan telaga dan mandi-mandi, dilarang merusak flora dan fau­na,”paparnya.

Selain itu, para pendaki dila­rang meninggalkan sampah dan sampah makanan dibawa ke posko kembali. Waktu yang telah ditentukan paling  lama empat hari pulang pergi, setelah itu pendaki wajib turun. ***


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM