347 Tahun Kota Padang, Menagih Harap di Kota Bingkuang


Sabtu,06 Agustus 2016 - 01:32:17 WIB
347 Tahun Kota Padang, Menagih Harap di Kota Bingkuang

Hari Minggu, 7 Agustus 2016, Kota Padang genap berusia 347 tahun. Usia yang tidak muda lagi. Seiring pertambahan usia, Padang terus berbenah menjadi lebih baik. Apalagi sebagai ibukota provinsi Sumbar, Padang tentu saja jadi barometer bagi kemajuan provinsi ini.

Peringatan hari jadi ini, diharapkan warga kota bu­kan sebatas kegiatan rutin tahunan, tapi juga seba­gai apresiasi atas keberhasilan yang diperoleh. Sebab, mas­yarakat tak pula menisbikan keberhasilan yang sudah di­raih. Mereka mengapresiasi upaya maksimal Pemko Pa­dang dalam pembangunan.

Namun, masih banyak pula harapan dan aspirasi mereka yang belum ditanggapi. Me­reka pun bermohon agar dapat direalisasikan. Hal tersebut terangkum dalam perbin­ca­ngan Haluan dengan seluruh stakeholder terkait di ibukota provinsi ini. Mulai dari mas­yarakat badarai dengan bera­gam latar belakang hingga wakil rakyat, tokoh masyarakat dan para pengusaha.

Berharap Terminal

Seperti diungkapkan se­orang mahasiswa di Kota Pa­dang, Amoy (20), Kota Padang cukup berkembang dan cukup memuaskan. Hanya saja dia merasa terganggu dengan kemacetan yang kini rutin terjadi. Karena itu, dia ber­harap, ada upaya tegas peme­rintah kota untuk mengurai kemacetan tersebut.

“Contohnya macet di de­pan kampus UNP. Mestinya Pemko melarang parkir ken­daraan umum di sepanjang jalan di depan kampus ter­sebut,” katanya.

Hal senada disampaikan sopir bus jurusan Padang-Pariaman, Pirdaus (30). Menu­rutnya, pihaknya sangat ber­ha­rap Pemko dapat merea­lisasi­kan terminal, sehingga dia bersama kawan-kawan ti­dak lagi mangkal di pinggir jalan.

“Jika ada terminal, tentu kami tidak mangkal di pinggir jalan. Saat ini sangat sulit mencari penumpang, salah satu mendapatkan pe­num­pang adalah dengan mangkal seperti ini,” katanya.

Masalah Kebersihan

Sementara Dewi, seorang ibu rumah tangga, menangapi perkembangan Kota Padang yang sangat pesat tetapi tidak diiringi dengan kebersihan kota. Karena di setiap sudut kota, terdapat sampah berse­rakan. Ke depan, hendaknya pemerintah kota bersikap tegas dalam menangani sampah.

“Jika melihat kebersihan Kota Padang, maka saya belum puas dengan kemajuan yang dicapai saat ini,” katanya.

Hal serupa dikeluhkan Fakhruddin Arrazzi (21), warga Lubuak Lintah. Masalah ke­ber­sihan, masih menjadi cata­tan tersendiri bagi Kota Pa­dang. Dia menyadari, soal kebersihan tak hanya tugas Pemko saja, tetapi juga kesa­daran dan partisipasi mas­yarakat lebih utama.

“Buktinya, kita gagal me­raih Adipura tahun ini,” ujarnya.

Lapangan Kerja

Pada bagian lain, Fakh­ruddin juga berharap lebih banyak investor masuk ke Padang. Sebab, hingga kini masih banyak sarjana yang menganggur.

“Setiap hari, pencari info lowongan pekerjaan di Kantor Pos Padang membludak. Lo­wo­ngan yang tersedia, juga banyak tidak sesuai dengan kompetensi saat kuliah,” je­lasnya.

Harapan lainnya, disam­paikan pedagang minuman dan makanan ringan di Pasar Raya, Ratnawati (54). Dia rindu suasana pasar yang ramai pengunjung. Terlebih saat ada terminal bus di sana.

“Kini semenjak gempa 2009 dan terminal tidak ada lagi, lebih banyak penjual dari pada pembeli. Terkadang, antar pembeli itu jual beli barang jualan mereka saja lagi,” ujar ibu empat anak ini sambil tertawa.

Rat juga menyayangkan kondisi Pasar Raya yang sem­rawut, tidak bersih dan tidak teratur seperti dulu. Meskipun ada pemindahan lokasi peda­ngang dan gedung baru, tapi tetap belum sebersih dulu.

Bengkuang Terpinggirkan

Lain lagi Ucok, seorang pedagang bengkuang. Dia mengeluhkan tidak adanya tempat yang layak bagi pen­jual bengkuang. Padahal, Ko­ta Padang identik dengan Kota Bengkuang, tetapi perhatian terhadap pedagang beng­ku­ang sepertinya luput.

“Kami berharap, pemerin­tah kota memberikan tempat khusus bagi penjualan ole-ole khas Kota Padang ini,” katanya.

Pantai Mempesona

Tak melulu keluhan, apre­siasi juga disampaikan warga. Seperti diungkapkan Fakh­ruddin Arrazzi. Dia  melihat perubahan besar di segi pari­wisata. Dahulunya Padang hanya dikenal dengan Pantai Air Manis bersama batu malin kundang, Pantai Muaro, Jem­batan Siti Nurbaya, dan Gu­nung Padang. Kini, sudah banyak destinasi wisata yang jadi fa­vorit dikunjungi wisatawan.

“Pantai Padang kini sudah bersih. Dulu ‘dikotori’ oleh tenda biru, payung ceper, dan pengamen atau anak muda yang suka memalak pengun­jung,” ujar Fakhru.

Fakhru yang tengah melan­jutkan studi di perguruan tinggi, juga melihat kemajuan Kota Padang dengan berhasil menjadi tuan rumah dalam acara-acara internasional. Seperti  Internasional Dragon Boat Festival, Tour de Sing­karak, Multilateral Naval Exer­cise Komodo, dan Indian Ocean Rim Association.

Libatkan Masyarakat

Sementara Pengamat Tata Kota di Padang, Ardi Abbas mengkritisi penanganan ber­bagai masalah pembangunan yang masih mendapat perla­wanan masyarakat. Padahal, program pembangunan Kota Padang itu berpatok pada RPJMD yang ditindalakuti sampai ke Perda.

“Persoalan Kota Padang yang perlu dibenahi memasuki tahun ke 347, diantaranya kemacetan lalu lintas, ke­semrawutan Pasar Raya Pa­dang, masalah banjir, pembe­basan lahan, drainase ter­sumbat. Namun, perma­sala­han itu harus melibatkan masyarakat,” ujarnya.

Seperti, pembebasan lahan meskipun ada porsinya Pemprov Sumbar. Namun, tetap ada porsinya Pemko Padang, yaitu pendekatan dari hati ke hati dengan mas­yarakat. Se­hingga, tidak ada kon­flik yang  ber­kepanjangan.

“Contohlah Wa­likota Pa­dang lama Syahrul Ujud. Se­tiap pembangunan, se­lalu me­li­bat­kan mas­yarakat dengan pende­katan dari hati ke hati. Se­hing­ga ke­tika pe­nertiban, tak me­ngu­ndang keri­butan,” katanya. (h/*)

 

Laporan : ADE/JEFRI/DEBI/YOLA/CHAIRUL


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:38 WIB

    Di Pasaman, Potensi Peredaran Narkoba Masih Tinggi

    PASAMAN, HALUAN— Selama tahun 2014, Polres Pasaman ber­hasil menga­mankan barang bukti 47,787 kilogram ganja kering dan 24,28 gram sabu-sabu dengan total transaksi diperkirakan Rp200 juta.

    Kapo.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM