TAK DIANGGARKAN PEMKAB/PEMKO

Berburu Bantuan Pendidikan


Sabtu,23 Juli 2016 - 01:40:03 WIB
Berburu Bantuan Pendidikan LAZ Semen Padang menyalurkan bantuan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tak mampu tapi berprestasi

Setiap kali jelang perkuliahan, media massa di daerah ini selalu memuat cerita mengharukan tentang mahasiswa baru yang terancam tak bisa kuliah. Pasalnya mereka tak mampu bayar uang kuliah dan pembayaran lainnya.

Padahal mereka baru saja diterima di perguruan tinggi fa­vorit di berbagai kota di tanah air. Generasi penerus dari kalangan tak mampu tapi pintar ini, sangat be­r­harap ada donatur yang mengulurkan tangan, ber­sedia membantu.

Ini bukan satu-satunya cara mendapatkan bantuan pendidikan. Pemerintah se­benarnya menyediakan pula berbagai beasiswa dan ban­tuan lainnya untuk anak tidak mampu ini, seperti bidik misi dan beasiswa Peningkatan Prestasi Aka­demik (PPA) dan lainnya.

Dari pihak swasta juga banyak menyediakan bea­siswa. Seperti di Unand, ada beasiswa dari mitranya, se­perti beasiswa Toyota Astra, Bank Indonesia, Bazis, dan lain-lain.

Namun tahun ini, agak­nya bantuan pendidikan melalui bidikmisi yang dia­lokasikan tak cukup untuk seluruh mahasiswa baru dari kalangan tak mampu ini. Begitu pula PPA, dika­barkan tak pula ada.

“Berdasarkan diskusi dengan direktur Belmawa Dikti, beasiswa PPA tahun ini tidak lagi dianggarkan. Namun belum ada kepastian beasiswa PPA ditiadakan. Dikti sedang mengupayakan dana dari APBNP,” ujar Wa­kil Rektor III Unand, Her­mansyah.

Jatah beasiswa bidikmisi Politeknik Negeri Padang (PNP) tahun ini juga turun. Jika tahun 2015 kuota men­capai 350 mahasiswa. Ta­hun 2016 ini hanya  130 mahasiswa. Secara kese­luruhan, kata Kepala Bagian Akademik Kemahasiswaan dan PSI Poli­tek­nik Padang, Maidar, jumlah pendaftar bidikmisi 4.410 orang. Se­telah di­laku­kan seleksi baik untuk syarat dan proses verifikasi jumlah yang lolos hanya 267 orang calon pe­nerima.

Berharap dari Pemkab/Pemko

Dengan berkurangnya kuota bidikmisi dan ditia­dakannya beasiswa PPA, menurut Hermansyah, solusi yang diupayakan Unand adalah dengan mencari mitra dari perusahaan-perusahaan nonpemerintah untuk mem­berikan beasiswa.

“Kita berusaha agar mitra mau memberikan beasiswa. Namun mahasiswanya juga harus berprestasi karena tiap-tiap beasiswa tentu ada kua­lifikasinya,” terang pria asal Mahat ini.

Selain itu, Unand juga mengharapkan Pemko dan Pemkab untuk memberikan beasiswa kepada putra-putri daerahnya. Mahasiswa yang kuliah, tentunya nanti akan mengabdi ke daerah masing-masing. Untuk itu, pe­merin­tah kota dan kabupaten mes­ti­nya memberikan bantuan kepada putra-putri daerah­nya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manu­sianya.

“Unand siap membantu dalam mendata daerah asal mahasiswanya. Tahun ajaran depan setidaknya kita akan mulai menyo­sialisasikan­nya. Bisa nanti melalui WR IV kita undang pemerintah kota dan kabupaten untuk mendiskusikan hal ini,” ujar Hermansyah.

Hermansyah mengimbau agar mahasiswa mening­katkan daya juangnya da­lam menempuh pen­didi­kan. “Spi­rit fighting itu diper­lukan. Mahasiswa ti­dak bo­leh manja. Bila tidak men­dapatkan beasiswa dari kam­pus, mahasiswa harus berjuang secara mandiri. Sayang bila harus ber­henti kuliah karena tidak dapat bea­siswa,” pesannya.

Tak Dianggarkan di APBD

Pend­idi­kan mem­butuhkan da­na yang besar. Begitu yang di­rasakan sebagian besar masyarakat di Pesisir Sela­tan. Karena itu, bagi mereka agak berat untuk memenuhi permintaan anak melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Kondisi ekonomi saat ini sangat sulit, terutama dira­sakan bagi mereka yang hidupnya pas-pasan. Hal ini pula yang menjadi pemicu salah satu tingginya angka pengangguran di daerah Pessel.

Sekdakab Pessel Erizon mengatakan, Pemda Pessel cukup banyak menga­lokasi­kan dana untuk  kemajuan pendidikan di daerah ini. Tidak saja untuk  pem­ba­ngu­nan fisik seperti perbai­kan insfrasruktur, pemba­ngunan gedung  dan lain­nya. Tetapi juga alokasi anggaran untuk pem­bangu­nan non fisik  yaitu, pe­ningkatan Sumber Daya Ma­­nusia (SDM).

“Tapi untuk bantuan so­cial untuk pendidikan siswa dan juga mahasiswa, Pemda Pessel tidak lagi mengang­garkannya,” terang Erizon.

Setali tiga uang, Pemko Solok juga tak meng­aloka­sikan bantuan pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga tak mampu di APBD. Me­nurut Bagian Kesra Setda Kota Solok, Nasripul Ro­mika saat ditanya tentang perhatian Pemko terhadap mahasiswa tak mampu yang diterima di perguruan tinggi negeri, tahun ini seluruh bantuan ditiadakan menyu­sul dihentikannya dana hi­bah untuk Pemko Solok.

“Sebelumnya, memang Pemko Solok membantu mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin tiap tahun melalui pos anggaran pada Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan Anggaran (DPP­KA),” katanya.

Bantuan itu diberikan jika mahasiswa sudah kuliah dengan ketentuan memiliki Indek Prestasi (IP) 2,75 dan memiliki surat keterangan miskin dari kelurahan, surat keterangan dari fakultas tempat dia kuliah dan KTP warga Kota Solok. Sebelum­nya mereka mengajukan proposal. Setidaknya Pemko Solok membantu uang pen­didikan Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta/semester.

“Bantuan itu terhenti sejak 2014 lalu setelah ada­nya penghapusan dana hi­bah oleh pemerintah pusat. Namun tahun 2017, se­perti­nya ada lagi sinyal dari pusat tentang dibolehkannya pos bantuan untuk pendidikan ini,” katanya.

Begitu pula Pemkab Ta­nah Datar, tidak mengang­garkan bantuan hibah untuk beasiswa pendidikan sejak 2 tahun terakhir. Meski ban­tuan pendidikan untuk anak kurang mampu dari hibah tidak boleh dianggarkan pada APBD Kabupaten Ta­nahdatar selama 2 tahun terakhir ini, namun Pemkab Tanahdatar tidak kehilangan akal. Anak-anak Tanahdatar tidak boleh putus sekolah.

“Bantuan biaya pen­didi­kan itu disediakan melalui Badan Amil Zakat (BAZ) dan juga dukungan Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Tanah­datar serta dana CSR ( Cor­porate Sosial Responsi­bili­ty) Bank Nagari dan sumber sumber lainnya,” ujar Bupati Tanahdatar Irdinansyah Tar­mizi.

Dan untuk tahun ang­garan 2017, kata Irdinansyah dana hibah bansos kembali dapat dianggarkan.

“Anak-anak Tanahdatar tidak boleh ada yang putus sekolah lantaran tidak ada biaya. Selama 2 tahun Ban­sos tidak bisa dianggarkan pada APBD, maka Pemda mencarikan sumber-sumber lain agar siswa kurang mam­pu tetap bisa kuliah. Namun bak ibarat pepatah, “ saketek di cacah, banyak dilepah “, artinya disesuaikan dengan anggaran yang tersedia,” ujar Irdinansyah Tarmizi men­jelaskan.

Beasiswa Bank Nagari

Meski tak dianggarkan dalam APBD, namun masing-masing Pemkab mengu­payakan bantuan pendidi­kan bagi anak tak mampu ini melalui berbagai pihak. Salah satunya melalui Bank Nagari. Seperti Bank Nagari Cabang Painan, Pessel setiap tahunnya juga memberikan bantuan terhadap para ma­hasiswa yang layak mene­rimanya melalui CSR.

“Bank Nagari ikut mem­bantu Pemkab melalui alokasi CRS untuk beasiswa. Bantuan tersebut diserahkan melalui Bupati Pessel untuk pengalokasikannya, Terang Sekda Pessel, Erizon.

Sedangkan dari pihak lain seperti, pengusaha lokal mau­pun perantau yang sukses, sampai saat belum ada infor­masi memberikan beasiswa kepada masyarakat yang ber­pres­tasi di kalangan masya­rakat kurang mampu di daerah ini.

Kepala Dinas Pendi­di­kan Pessel, Zulkifli menga­takan, saat ini  jajaran Dinas Pendidikan tengah mela­kukan pendata­an ten­tang siswa SMA/SMK sederajat yang diterima di berbagai perguruan tinggi di nusan­tara, termasuk pendataan anak yang tidak melan­jut­kan pendidikan akibat ber­bagai faktor, terutama keter­batasan ekonomi.  

Sementara beberapa orang­tua yang enggan dise­but namanya, menga­kui un­tuk mendapatkan program bidikmisi di kampus sangat sulit dan jumlahnya terba­tas. Bagi mereka yang men­dapatkan program ini, disi­nyalir orang dekat dengan tenaga pendidik. Sedangkan masyarakat umum, hanya faktor keberuntungan saja jika bisa mendapatkan bi­dikmisi itu.

“Sulit bagi kami untuk mendapatkan bidikmisi itu, disinyalir hanya diperoleh orang dekat saja. Jadi kami harus berusaha menda­pat­kan beasiswa dengan cara lain, salah satunya malalui jaringan sosial (internet) untuk bisa melanjutkan pendidikan anak,” katanya.

Berharap pada Baznas

Mahasiswa dari keluarga tak mampu, tak perlu putus asa. Keberadaan Baznas bisa jadi solusi. Meski Pemda Pessel saat ini tidak lagi menganggarkan bantuan  sosial (Bansos) un­tuk pendi­dikan siswa maupun maha­siswa. Namun mereka bisa mendapatkan bantuan dari berbagai pihak swasta, ter­masuk bantuan  Baznas Ka­bupaten Pesisir Selatan.

“Mahasiswa bisa meng­aju­kan usulan ke Baznas. Tetapi jumlahnya terbatas, Rp500 ribu per mahasiswa dengan syarat memiliki Indek Prestasi (IP) diatas tiga. Artinya tidak semua masyarakat miskin bisa men­da­patkan bantuan tersebut,” katanya.

Begitu pula di Kota So­lok. Kendati Pemda Kota Solok menghentikan ban­tuan untuk pendidikan, namun BAZ Kota Solok masih tetap eksis membantu biaya pendidikan anak-anak kurang mampu.

“Bantuan pendidikan itu diberikan untuk anak mulai dari SMP, SMA/SMK dan Perguruan tinggi,” jelas Samsidir, Sekretaris BAZ Kota Solok.

Bantuan pendidikan di­sa­lurkan melalui pengajuan proposal oleh yang ber­sangkutan, kemudian surat keterangan kurang mampu dan KTP Kota Solok. Pro­posal itu diteliti ke lapangan. Dari hasil penelusuran, jika memang keluarga miskin baru dibantu, jumlah ban­tuan paling tinggi Rp3 juta.

Pemkab Tanahdatar juga mengandalkan Baznas se­tempat untuk membantu warga kurang mampu. Na­mun yang dapat dibantu sangat terbatas karena terba­tasnya anggaran yang terse­dia.

Menurut Ketua Baz Tanah­datar, Erizal Dt Nan Basa, permohonan maha­siswa dari keluarga tak mam­pu cukup banyak. Dia pun risau. Dari proposal itu, sedikitnya dibutuhkan dana Rp1,5 miliar. Tetapi yang dapat disalurkan hanya Rp­500 juta. (h/*)

 

Laporan : M JONI/ALFIAN/ENI/IWAN DN


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM