Daarul Falah Gelar Daurah Tahfidzul Quran


Jumat,01 Juli 2016 - 05:53:45 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Daarul Falah Gelar Daurah Tahfidzul Quran Peserta Daurah Tahfidzul Quran Rumah Tahfidz Daarul Falah Yayasan BNM Pariaman berfoto bersama dengan Mustafa Zen dan Camat. (FITRA YANDI)

AGAM, HALUAN — Camat sangat bangga dan senang, di daerah perbatasan ini diha­diri puluhan remaja dari berbagai kota dan provinsi untuk belajar menghafal Alquran. Semoga ini melecut semangat kami untuk bisa mengirim dua orang per jorong di kecamatan Tan­jung Mutiara Agam untuk belajar Tahfidz Quran di Rumah Daarul Falah Yaya­san Bina Nusantara Mandiri (BNM) Pariaman.

Demikian disampaikan Camat Tanjung Mutiara Kabupaten Agam, Ade Har­lien, SSTP, MSc, saat menu­tup program Daurah Tah­fid­zul Quran yang dilak­sa­nakan pada 10 - 30 Juni 2016, oleh Rumah Tahfidz Daarul Falah yang terletak di Gasan Ketek, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Agam, Kamis (30/6). Turut hadir dalam acara tersebut, Walinagari Tiku Utara, Weri Ikhwan, Staff KUA Tanjung Mutiara, M. Jumadi Tk Sati, dan ninim mamak Jorong Gasan Ketek.

Sementara itu, Dr. H. Mustafa Zen, S.IP,M.Pd, Pen­diri dan Dewan Pengawas Yayasan BNM Pariaman men­jelaskan bahwa program Dau­rah Tahfidzul Quran ini ide dari anaknya, Syarifa Rahmi, mahasiswa UIN Sya­rif Hida­yatullah Jakarta. Proses pen­daf­taran dan selek­si peserta hanya melalui inter­net. ”Alham­dulillah, hanya 15 hari buka pen­daftaran, yang mendaftar sangat banyak dari berbagai daerah. Karena keterbatasan sarana, maka yang diterima hanya 30 orang. Itupun perempuan semua. Sedangkan pem­bi­nanya langsung dida­tang­kan tiga orang penghafal Alquran 30 juz dari Jakarta,” kata Mustafa.

 Sebanyak 28 peserta Daurah Tahfidzul Quran berasal dari sembilan daerah di Sumatera Barat. Yaitu, Agam, Bukittinggi, Tanah Datar, Padang Panjang, Pa­dang, Sawahlunto, Paya­kum­buh, Pasaman, dan Solok. Dan juga ada peserta dari provinsi lain, yaitu Provinsi Riau, Jakarta, dan Kepu­lauan Riau.

Rumah Tahfidz Daarul Falah, sambung Mustafa, merupakan institusi pen­didikan keempat yang didi­rikan oleh Yayasan BNM Pariaman. Rumah Tahfidz ini nantinya dijadikan seko­lah menengah kejuruan (SMK) Plus, dimana pagi sampai siang belajar formal dan sorenya belajar aga­ma. ”Insya Allah, setelah lebaran Idul Fitri ini proses pem­bangunan 10 ruangan kelas SMK Plus di Gasan Ketek ini dimulai. Semua kelas ter­sebut merupakan bantuan dari pemerintah,” jelas Mus­tafa saat ditemui Haluan setelah penutupan acara Daurah Tahfidzul Quran.

SMK yang dikonsep se­per­ti pondok pesantren mo­dern ini, lanjut Mustafa, baru ada 60 SMK di Indo­nesia, dan perdana di Suma­tera Barat. SMK Plus ini diharapkan akan menjadi pusat pen­didikan Alquran di Agam dan Sumatera Barat. Dimana akan ada rom­bo­ngan belajar, tahsin dan tahfidz Quran,dan rombel penyelengara slat jenazah, serta dai atau pen­dakwah. “Dan Rumah Tah­­fidz Daarul Falah, men­dapat amanah sebagai pusat pendidikan bagi khafilah Kecamatan Tanjung Mutiara dalam me­ngikuti MTQ Ting­kat Ka­bupaten Agam bulan No­vember nanti. Dan juga, menjadi pusat belajar tah­fidz bagi putra - putri Tan­jung Mutiara yang di­wa­kili dua orang perjorong. Mere­ka nantinya belajar setiap sabtu dan minggu,” kata Mustafa. (h/mg-fyt)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM