Program Tahfiz Alquran Jangan Hanya Gaya-gayaan

MUI: Siswa Harus Paham Kandungan Alquran


Jumat,20 Mei 2016 - 04:35:34 WIB
Reporter : Tim Redaksi

PADANG, HALUAN — Pekan ini, Wami Inter­nasional dari Arab Saudi membangun pesan­tren terbesar di Asia Tenggara yang ber­lokasi di Sarasah Bunta Tarantang, Ke­ca­matan Harau. Wami mengucurkan dana sebesar Rp6 miliar untuk membangun 85 unit rumah yang akan dikembangkan men­jadi 100 unit rumah untuk menampung guru guru, masyarakat dai, mubalig yang kurang mampu untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai kampung penghafal Alquran.

Tak hanya itu, di daerah lain program hazal Alquran juga menggeliat bahkan Ko­ta Padang siap mengirim siswa hafiz Alquran ke se­ko­lah dan perguruan tinggi mana saja mereka suka. Gerakan hafiz Alquran mu­lai menggurita di seluruh wilayah Sumatera Barat. Ketua Majelis Ulama Indo­nesia (MUI) me­ngingat­kan agar pelaksana hafiz Al­qu­ran jangan terlena deng­an hal tersebut. Paling utama, siswa harus diiringi dengan pemahaman Alquran itu sendiri.

“Program Hafiz (peng­hapal) Alquran yang coba dihidupkan di berbagai sekolah tidak akan optimal tanpa adanya upaya me­nanam­kan nilai dan kesa­daran pada pelajar bahwa Alquran adalah pandangan hidup. Selain itu, program keagamaan keagamaan se­perti tahfiz kerap terbentur pola pendidikan yang ter­lanjur bergumul dengan kepentingan duniawi se­mata,” terangnya kepada Haluan, Kamis (19/5).

Menurutnya, program hafiz Alquran merupakan perkembangan dari pro­gram yang berjalan sebe­lumnya, yaitunya program qiraat (baca tulis Alquran). Namun, setiap program hafiz harus dibarengi deng­an pemahaman kandungan Alquran itu sendiri.

“MUI tentu saja men­yokong program-program keagamaan, seperti Qiraat yang kemudian dilanjutkan dengan hafiz ini. Selain itu program berbusana muslim di sekolah juga demikian. Tapi sayangnya, jika tidak dibarengi dengan usaha-usaha dari pengajar untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan yang mendalam, hasilnya tidak akan mak­simal,” ucap Gusrizal.

Dijelaskannya, untuk sumber daya manusia, Sum­bar mempunyai kampus k­h­u­­sus pendidikan Alquran yang memiliki banyak alum­ni. Alumni tersebut harus­nya didata kembali dan ditugasi menggawangi pro­gram tah­fiz. Karena selain berasal dari para penghapal, alumni-alumni tersebut juga me­miliki pemahaman pen­ting­nya mempedomani Al­qu­ran itu di dalam kehidupan.

“Jika ada nada sumbang soal program-program ke­aga­maan yang tidak akan mempengaruhi moral pe­lajar, itu berasal dari mereka yang terlanjur menganggap pendidikan sebagai jalan untuk meraih keberhasilan di dunia semata. Memang berjilbab, menghapal as­maul husna dan menghapal Quran bukan jaminan ter­jauh dari perilaku amoral. Tapi itu karena program itu tidak diselaraskan dengan memberikan pemahaman pentingnya beragama,” tegas Gusrizal lagi.

Dilanjutkannya, saat ini pola pendidikan terlanjur meminggirkan ke­pen­ting­an keagamaan, sehingga men­ye­babkan ketidak­per­cayaan akan program ke­agamaan di sekolah itu lahir. Ia men­contohkan, mudah saja bagi orangtua yang notabenenya ber­pen­didikan, me­nye­but­kan ba­h­wa pesta-pesta un­tuk me­rayakan kelulusan itu ada­lah hal yang wajar.

“Seperti itulah ken­ya­taan­nya pendidikan kita saat ini. Kalau pesta ke­lulusan itu wajar. Jalan-jalan liburan panjang bersama-sama itu wajar-wajar saja. Lalu, coba kita lihat ton­tonan anak-anak sekarang. Padahal, kalau kita bicara soal etika, adat dan agama, tentu itu tak wajar. Memang ini pengarus zaman. Tapi semua kalangan ber­tang­gung jawab atas keadaan ini,” harapnya.

Apakah program hafiz Alquran hanya sekedar un­tuk mengejar prestasi saja, Kepala MTs Negeri Padang Sibusuk, Sijunjung Tri Hel­mi menyebut, program ha­fiz Alquran tidak hanya ber­henti sampai hapal Al­quran saja. Ia paham betul, pro­gram ini harus menyasar pada perubahan sikap men­tal siswa ke arah lebih baik.

“Kegiatan itu harus ber­lanjut pada mem­pe­la­jari isi kandungannya, me­mahami dan dapat me­ngim­ple­men­tasi­kan ma­kna yang ter­kan­dung da­lam Alquran,” jelas­nya. (h/isq/ogi)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat,20 November 2015 - 21:17:34 WIB

    MUI: Jangan Gunakan HAM sebagai Tameng

    HUBUNGAN SESAMA JENIS MENINGKAT

    PADANG, HALUAN — Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes.

  • Kamis,18 Juni 2015 - 19:29:11 WIB

    MUI: Kemunduran Moral Generasi Hari Ini

    GERMO DAN PEREMPUAN PANGGILAN TERTANGKAP

    PADANG, HALUAN — Pol­­­resta Padang me­nang­kap lima mucikari atau ger­mo pada Operasi Pekat Sing­galang selama tujuh hari. Mereka.

  • Jumat,17 April 2015 - 18:58:25 WIB

    MUI: Butuh Penelitian Soal Maraknya Bunuh Diri

    PADANG, HALUAN — Sosio­log, psikolog dan Lembaga Kerapatan Adat Alam Mi­nang­kabau (LKAAM) meni­lai, kasus bunuh diri yang marak terjadi di beberapa daerah di Sumatera Barat (Sumbar) dua tahun terak.

  • Jumat,30 Januari 2015 - 19:47:02 WIB

    MUI: Imunisasi Tidak Haram

    PADANG, HALUAN – Penyakit Difteri yang kembali muncul dan telah menebar maut dihubung-hubungkan sebagian kalangan dengan program imunisasi bagi balita. Program pengebalan daya tahan tubuh ini be.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM