Orantua Harus Lebih Komunikatif

Konten Porno Makin Mudah Diakses Anak


Sabtu,07 Mei 2016 - 06:25:42 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Konten Porno Makin Mudah Diakses Anak

PADANG, HALUAN — Di era digital seperti sekarang, teknologi dan informasi makin ber­kembang dan mudah diakses, anak-anak pun bisa dengan mudah terpapar pornografi. Akibat­nya, peluang terjadinya tindak kekerasan sek­sual dengan aktor korban dan pelaku masih tergolong masih muda makin terbuka lebar.

“Kalau di era digital se­perti saat ini, sulit untuk anak tidak terpapar konten por­nografi. Tapi, hal-hal yang tidak di­inginkan bisa di­hin­dari, ca­ra­nya orangtua lebih open min­ded,” tegas psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi.

Ratih mengatakan, orang­tua masa kini bukan lagi me­nanya­kan apakah sang anak sudah terpapar konten porno atau belum, tapi apakah si anak mendapatkan informasi yang tepat dan akurat me­nge­nai hal itu. Maka dari itu, perlu sekali orang tua me­mi­liki pemikiran yang terbuka.

Contohnya saja pada an­ak-anak remaja akhir, past­i­nya mereka sudah tahu soal pacaran. Lantas, ketika ia merasa deg-degan saat ber­hadapan dengan lawan jenis, maka orang tua perlu men­diskusikan hal tersebut dan memberi tahu anak apa yang bisa dilakukan untuk menga­tasi perasaan tersebut.

“Dengan orangtua lebih open minded, bukan hanya sekadar larangan yang di­beri­kan pada anak, tapi juga dis­kusi, apa yang mesti dila­kukan si anak. Misalnya anak bilang mau masturbasi, orangtua kaget itu pasti, tapi kan bisa didiskusikan bahwa mas­tur­basi bisa dialihkan dengan kegiatan positif lain. Bu­kan­nya langsung marah dan me­ngo­meli anak,” terang wanita yang praktik di RaQQi - Hu­man Development & Lear­ning Centre ini.

Tingginya keterpaparan anak dengan konten por­no­gragi telah menyebabkan ter­jadi­nya tindak kejahatan de­ng­an wujud ke­ke­ra­san sek­sual. Tak sedikit pula korban dan bahkan pelaku tindakan ini adalah anak dan remaja yang masih belia. Sebut saja yang ter­baru, peristiwa ya­ng menimpa Yu­yun, gadis SMP di Bengkulu yang di­per­kosa dan di­bu­nuh oleh 14 pemuda tang­gung.

Perempuan Harus Melek Tubuh Sendiri

Untuk Sumbar sendiri, LSM Nurani Perempuan-Wo­man Crisis Centre (WCC) me­nerima setidaknya 29 kasus kekerasan terhadap perem­puan di Sumatera Barat se­lama 2016. Menanggapi ting­gi­nya angka tersebut, Nurani Perempuan-WCC mengim­bau perempuan agar makin mawas diri dan melek ter­hadap ke­ren­ta­nan tubuh sen­diri.

Direktur Nu­ra­ni Perem­puan-WCC, Yefri He­riani, kepada Ha­luan mengatakan, setiap elemen di tengah ma­sya­ra­kat perlu ikut ak­tif mene­kan ang­ka kekerasan ter­hadap pe­rem­puan di Sumbar. Salah satu caranya adalah me­ning­katkan pengetahuan melek tubuh.

“Sumbar dikenal unik se­bagai tempatnya pe­rem­puan menjadi pemegang garis ke­turunan. Tapi, toh ke­ke­rasan terhadap perempuan tetap terjadi dan cenderung me­ning­kat dari waktu ke wak­tu. Kami melihat, penyebab uta­manya adalah sistem so­sial yang dibangun, di mana telah melahirkan ide­o­­logi patriarki yang meng­­hidup­kan relasi kuasa yang tim­pang antara kaum lelaki dan perempuan,” kata Yefri.

Dijelaskannya, dominasi laki-laki terhadap perempu­an masih terlihat sangat me­non­jol di berbagai lini ke­hidupan, sehingga men­ye­babkan pe­rem­puan kerap merasa tidak aman dan nya­man dalam me­n­­jalani ke­hi­dupannya. Pa­da­hal menurut agama, dunia tercipta untuk umat manusia, bukan saja untuk kaum laki-laki, se­hingga tak sepatutnya pe­rem­puan terus didominasi.

“Di sini perlunya edu­kasi untuk perempuan ten­tang kerentanan tubuhnya dalam mendapatkan tindak ke­ke­rasan, termasuk ke­kerasan seksual yang banyak di­sebab­kan mudahnya pe­laku keke­rasan mengakses konten por­no­grafi,” katanya lagi. (h/dtc/isq)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM