Jasindo Lirik Asuransi Sawah Petani


Jumat,22 April 2016 - 03:54:24 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Jasindo Lirik Asuransi Sawah Petani SEJUMLAH ketua kelompok tani di Kota Solok mengikuti sosialisasi dari PT Jasindo Jakarta di Dinas Pertanian Selasa (19/4). Pemerintah bekerjasama dengan Jasindo mengasuransikan sawah petani. (ALFIAN)

SOLOK, HALUAN — PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Jakarta melirik lagi areal pertanian padi sawah di Kota Solok untuk bisa diasuransikan, sebagai wujud dalam membantu petani jika terjadi gagal panen pada musim tanam tertentu.

“Pengasuransian areal pertanian padi sawah yang digagas Kementerian Per­tanian itu sudah dimulai sejak tahun 2015 lalu ter­masuk Sumatera Barat. Da­ri seluruh Kabupaten/Kota di Sumbar kecuali Men­tawai, hanya Kota Solok dan Sawah Lunto yang belum masuk,” terang Yelvi dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Su­matera Barat di hadapan pengurus kelompok tani se Kota Solok Selasa (19/4).

Di Sumbar sampai sam­pai akhir 2015, luas sawah yang sudah diasuransikan 22.194 hektare, potensi itu masih ada namun belum semua tergarap karena ting­kat kesadaran petani itu sendiri dan belum terso­sialisasikan secara menye­­luruh. Namun demikian dalam tahun 2016 diha­rapkan jumlah areal sa­wah yang diasuransikan bisa bertambah.

Adanya program asu­ran­si menurut Yelvi sangat mem­bantu petani jika ter­jadi gagal panen yang dise­babkan oleh kekeringan, banjir, serangan hama pe­nyakit, kecuali serangan hama kepin­ding tanah dan burung tidak ditanggung. Serangan hama burung bisa dikendalikan oleh pemilik sawah melalui ronda di sawah.

Petani di Kota Solok perlu menikmati asuransi tersebut karena daerah per­lintasan itu rawan banjir, sementara dikawasan lain juga tidak memiliki irigasi teknis, jika tanaman padi umur 2 bulan setelah tanam, tiba-tiba terjadi kemarau panjang yang pada giliran­nya petani merugi karena gagal panen, kerugian itu bisa diatasi asuransi asalkan menjadi nasabahnya.

Caranya sangatlah gam­pang, tiap bulan petani membayar premi Rp36.000 dari total Rp100.000 lebih, kekurangan itu disubsidi pemerintah, pembayaran premi itu dilaksanakan me­lalui bank yang sudah di­tunjuk. Untuk kelancaran pembayaran premi, pihak asuransi menyediakan blang­ko isian yang diketahui ketua kelompoktani atau­pun Gabungan kelompok­tani (Gapoktan).

Dalam 1 hektare lanjut Yelvi, petani menerima san­tunan Rp6 juta, namun de­mikian tentu diawali dulu dengan laporan dari petani pada ketua kelompok dan diteruskan ke PT Jasindo cabang Padang. Pihak Jasin­do melakukan cros cek se­jauh­mana kondisi lapangan yang dialami petani. Jika memang tingkat serangan 75 % alias fuso baru diba­yarkan, teng­gang waktu hanya 1 bulan, dana sudah dterima petani.

Sementara itu Widi dari PT Jasindo kepada “Ha­luan” mengatakan, sejak tahun 2015, dana yang su­dah disalurkan ke petani di Sumbar Rp 1,1 miliar. Jum­lah tersebut tidaklah seimbang dengan dana yang ditarik dari petani. Untuk Sumbar PT Jasindo merugi, namun karena ada subsidi silang bisa diimbangi.(h/alf)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM